54. Crazy trending

148 4 2
                                        

🍁🍁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

🍁🍁

Suara teriakan frustasi Erina lepas diruang tamu, wanita itu juga menghempaskan Saint Laurent bag miliknya di atas sofa. Hal itu memancing atensi Keisha, dia keluar dari kamar mengecek Maminya yang tampak frustasi dibawah sana.

"Mam, are you okay?" tanya Keisha terselip kekhawatiran, perempuan yang menggunakan crop top dan rok jeans sepaha berlari menuruni anak tangga.

Erina menatap Keisha layaknya mangsa yang siap dilahap. "Puas kamu sekarang Kei? Gara-gara ulah kamu, staf TU itu terang-terangan merendahkan kamu, Mami nggak pernah dijatuhkan seperti ini! Itu alasannya dari dulu Mami protektif soal pasangan ke kamu, kamu lihat sekarang imbasnya?!" sembur Erina membuat Keisha tersentak saat itu juga.

Perempuan itu menunduk dalam-dalam mundur selangkah saat niatnya mendekat untuk mendekap Maminya. "Keisha minta maaf Mi," hanya itu yang bisa ia ucapkan sekarang untuk membalas kemarahan Erina.

"Huh!" helaan napas kasar dari Erina terdengar, sambil memijit pelipisnya.

"Dan orang-orang nggak tau diri itu, kacang lupa kulitnya. Mereka seolah lupa sama siapa yang mungut mereka diwaktu susah!"

"Maksud Mami siapa?" tanya Keisha penasaran.

"Sonia dan Raga, yang sekarang lagi nikmatin hartanya Tommy. Gundik dan anaknya itu seolah-olah merasa sedang melayang diawan sekarang," cibir Erina tak tanggung-tanggung.

"Mam, ini kelewatan. Aku nggak pernah dengar Mami hina orang lain dengan sebutan kayak gitu," peringat Keisha takut-takut.

Erina melayangkan tatapan tajamnya. "Maksud kamu Mami harus menyanjung mereka? Manusia nggak tau diri, Raga seolah lupa sama kamu sedangkan Sonia? Dia milih resign setelah berkerja bertahun-tahun dengan Mami, dia sekarang buka toko rajutan tangannya."

"Mungkin aja Bunda Sonia nggak mau terus-terusan bergantung sama Mami kan? Dia mau coba buka usaha sendiri."

"Keisha!" bentak Erina, geram Keisha terus-terusan membela Raga dan Sonia.

Keisha menatap Maminya dengan mata berkaca-kaca. "Aku nggak akan membenarkan hal yang seharusnya salah, ucapan Mami tadi udah keterlaluan! Ngatain Bunda Sonia perempuan kayak gitu, Mami juga perempuan kan?'

"Berani ya kamu sama Mami? Kamu pikir tanpa Mami siapa yang mau tetap nampung kamu saat semuanya buang kamu Keisha, cuma Mami yang terima buruknya kamu. Apalagi disaat-saat seperti ini, siapa yang mau disamping kamu?"

"Mi..." ucapan Keisha terpotong, saat tangisannya lebih dulu pecah saat itu juga.

"Bu Erina," suara berat seorang pria muncul diambang pintu, Marcell Davis dengan pakaian formalnya berdiri tegak lalu melangkah dengan sepatu pantofel miliknya, menghampiri anak dan ibu yang baru saja bersitegang.

RAGACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang