Selamat membaca!
xxx
Setelah seharian berkutat dengan laptop dan kertas. Akhirnya Gaffi bisa meregangkan tubuhnya yang terasa pegal setelah seharian duduk.
Jam makan siang sudah tiba, kini Gaffi sedang memikirkan sesuatu untuk sang istri.
Hari ini adalah hari spesial bagi dua insan itu. Iya, hari ini adalah hari anniversary pernikahan mereka berdua yang ke-6 tahun.
Sedari tadi pikiran Gaffi terbagi-bagi. Antara pekerjaan dan keluarga. Ia ingin memberikan kado spesial untuk sang istri.
Seakan tidak punya pilihan lain, akhirnya ia memanggil sekretarisnya yang bernama Candra lewat telepon.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!"
Pintu terbuka dan menampilkan sekretarisnya yang masih berdiri di depan pintu.
"Duduk," titah Gaffi.
Candra hanya bisa menurut apa perkataan boss nya itu. "Ada apa Bapak memanggil saya?" Tanya Candra.
"Saya ingin minta saran dari kamu," ujarnya sembari menyender di bangku kebesarannya.
"Kalau boleh tahu saran apa ya, Pak?"
"Menurut kamu kira-kira kado apa yang pantas diberikan pada saat anniversary pernikahan, Can?"
Candra berpikir saat mendengar perkataan boss nya itu. Pria itu juga ikut pusing, ia saja belum menikah. Ini sudah di suruh kasih saran untuk memberikan kado yang pantas untuk anniversary pernikahan.
"Bapak kan tahu kalau saya belum menikah," cetus Candra.
Gaffi menaikkan alisnya satu. "Lalu apa urusannya?"
"Ya mana saya tahu pak untuk kado pernikahan bapak dan ibu," jujur Candra.
Benar juga sih. Gaffi sepertinya bertanya pada orang yang salah. Kalau tidak bertanya pada sekretarisnya, lalu bertanya pada siapa lagi?
"Yasudah, kamu punya pacar kan?" Tanya Gaffi sekali lagi.
Candra mengangguk, "iya, Pak. Memang kenapa?"
"Semisal pacar kamu lagi ulang tahun, apa yang kamu berikan untuk merayakan hari spesial itu?"
Candra kembali berpikir sembari membayangkan dirinya sedang ingin memberikan hadiah untuk sang pacar.
"Saya ajak dinner, mungkin." Jawab Candra tidak yakin juga. Candra adalah tipe laki-laki yang kaku juga terhadap perempuan. Candra punya pacar juga sudah sangat bersyukur sekali, akhirnya ada juga yang mau dekat dengan dirinya.
"Hanya dinner saja? Tidak ada yang lain?" Tanya Gaffi lagi.
Candra mengangguk. "Iya, Pak. Atau gak saya panggil resepsionis Devina saja ya pak? Dia kan perempuan pasti bisa kasih solusi yang Bapak pikirkan ini. Atau tidak saya panggil satpam Pak Bambang, dia kan sudah punya keluarga pasti tahu tentang persoalan Bapak ini."
KAMU SEDANG MEMBACA
GAFNA
EspiritualNote : setelah membaca cerita ini, silahkan ambil sisi baiknya saja! Ini kisah dua insan yang harus menikah saat Riana--- selaku majikan Husna memintanya untuk menikah dan menjadi istri dan ibu sambung untuk Dafi. "Kamu yakin mau jadi istri dan ibu...
