Selamat membaca!
xxx
"Ya ampun akhirnya kita ketemu lagi, Husna." Kata Wiwin dengan gembira.
Mereka berdua berpelukan dengan perasaan yang amat gembira. Setelah lamanya tidak bertemu, akhirnya bisa bertemu kembali. Husna sembari menggendong Alia yang sedari tadi memperhatikan sang ibu.
"Apa kabar Mas David?" Tanya Husna saat David mempersilahkan Wiwin duduk.
"Baik, Husna. Gimana kabar kamu?"
"Alhamdulillah baik, Mas David."
Ini yang bikin Husna sampai kaget dan sangat tidak percaya bahwa Wiwin sudah menikah dengan David---pemilik toko kue yang selalu Husna titipkan selama ia tinggal di Jogjakarta.
"Sudah jalan berapa bulan kandungannya, Mbak?" Tanya Husna sembari mengelus perut buncit Wiwin.
"Alhamdulillah sudah 7 bulan, Na." Jawab Wiwin.
Jangan ada yang bertanya kemana perginya Gaffi. Bapak dua anak itu sedang pergi ke Toilet bersama anak pertamanya.
"Bundaaaaa!" Teriak Dafi sembari berlari kearah sang ibu yang sedang duduk.
Husna melihat Dafi yang sedang berlari kearahnya dan ia juga melihat juga bahwa Gaffi mengejar sang anak, takut-takut Dafi terjatuh karena berlari dengan kencang tanpa melihat keadaan sekitar.
"Abang awas nanti jatuh," ucap Gaffi saat membantu Dafi duduk di kursi.
Setelah membantu Dafi untuk duduk, kini pandangan Gaffi teralihkan melihat David dan Wiwin yang saling berjabat tangan dengan dirinya.
"Gimana kabarnya, Pak?" Tanya David sembari memberikan senyum tipis kearah Gaffi.
"Baik." Kini pandangan Gaffi kearah Wiwin, seolah bingung melihat Wiwin yang sedang mengandung. Seakan paham dengan pandangan suaminya, kini Husna yang akan menjelaskannya.
"Mas David dan Mbak Wiwin sudah menikah, Mas. Sekarang Mbak Wiwin sedang mengandung anak Mas David," ujar Husna.
Sama halnya dengan reaksi Husna saat pertama kali mengetahui fakta yang sebenarnya. Gaffi pun sama, ia berkata, "sure?" Tanyanya lagi untuk memastikan.
Bukan Husna yang menjawab, tapi kali ini David yang menjawab. "Iya benar dong, Pak. Bapak tidak menyangka kan? Kalau iya, sama saya juga, Pak."
Gaffi terkekeh. Ia tahu dulu pria yang sedang di hadapannya saat ini pernah menyimpan rasa untuk istrinya. Tapi akhirnya Gaffi bisa bernafas dengan lega saat mengetahui kini saingannya sudah punya pujaan hati yang lain.
"Halo, ini ya yang namanya Dafi?" Ujar Wiwin sembari memperhatikan wajah tampan anak usia 5 tahun itu.
Dafi tersenyum lebar sambil mengangguk pelan. "Iya," habis itu ia mendekat kearah sang ibu, sepertinya malu mungkin.
"Kenalin Tante namanya Wiwin," Wiwin memperkenalkan dirinya seraya mendekat kearah Dafi.
Dafi hanya diam. Ia tidak tahu harus menjawab apa lagi. Akhirnya pandangan Dafi kearah Husna seakan meminta untuk dibantu jawaban apa yang harus ia jawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
GAFNA
EspiritualNote : setelah membaca cerita ini, silahkan ambil sisi baiknya saja! Ini kisah dua insan yang harus menikah saat Riana--- selaku majikan Husna memintanya untuk menikah dan menjadi istri dan ibu sambung untuk Dafi. "Kamu yakin mau jadi istri dan ibu...
