Melissa menatap sekelilingnya, entah mengapa dia tidak merasa asing melainkan rasa familiar pada tempat ini memenuhi hatinya.
"Tuan muda Gevon dan Nyonya Melissa, Selamat datang." sapa seorang perempuan dengan jas lab putih, Melissa melirik kebelakang orang tersebut.
dapat dia lihat banyaknya para Ilmuan dengan berbeda-beda pakaian, ada yang memakai jas lab, sarung tangan anti statis, bahkan ada juga memakai Exoskeleton Suit dipunggungnya.
"Apakah omah dan yang lainnya ada didalam?" Tanya Gevon kepada seorang ilmuan dengan nama, Riansyah alira.
Rian melihat tuan mudanya dan mengangguk, "iya, tuan muda, sekarang Nyonya besar mengajak tiga wanita berkeliling, sedangkan untuk Tuan besar mengobrol dengan Tuan bram."
Gevon mengangguk dan menyuruh mereka kembali mengerjakan ke pekerjaan masing-masing, "Apakah mama mau ketemu dengan sahabat mama?" Tanya Gevon pada Melissa yang masih sibuk mengagumi Sebuah yang katanya 'Mansion'.
Melissa melihat Gevon dan berpikir sebentar, "Niatnya sih gitu, tapi mama capek jadi mama mau istirahat saja dulu." ujar melissa seraya mengelus kepala Gevon.
"Baiklah, Kael tunjukkan kamar utama untuk mama." perintah Gevon pada seseorang yang daritadi dibelakang Gevon, Melissa sendiri bingung darimana dua manusia beda jenis kelamin ini berada di belakang putranya.
"Baik, tuan muda!"
Melissa tidak mau ambil pusing dan mengikuti kael yang akan menunjukkan ruang istirahat untuknya.
*~*~*~**~**~*~**~**~*~*~**~*~*~~*~*~~*~*~
"Sepertinya tante hanya bisa menemani kalian sampai disini saja, karena tante ada urusan sebentar." ujar Mama Vio kepada fayra, lerina dan laras.
Laras melihat Mama Vio dan mengangguk, "baik tan, lagipula masih ada yang kami lihat." ujarnya pada Mama Vio.
mama Vio tersenyum dan meninggalkan mereka berdua di lab yang berbeda daru sebelumnya.
"sekarang kita ada di lab 05, gue penasaran ada berapa lab di mansion berkedok Istana teknologi ini?" ujar Lerina yang disambut dengan terbukanya pintu lab 05.
Fayra, Lerina, dan Laras berhenti bergerak saat melihat pemandangan pertama kali untuk lab 05.
Mereka bertiga melangkah pelan dan ragu untuk menyentuh alat yang berada di sekeliling mereka sekarang.
"apa yang terjadi? kenapa Lab ini diisi dengan para manusia yang terlihat seperti mayat." ujar Lerina.
Laras berbalik dan melihat nama Lab dari belakang pintu Lab yang tertulis 'Krionika'.
"Lab pembekuan tubuh." gumam Laras yang masih bisa didengar oleh Fayra dan Lerina.
"Jadi, apakah semua manusia disini adalah mayat..." Gumam Fayra yang berjalam mendekat ke salah satu tabung.
Fayra melihat tabung tersebut dan segera mundur dengan mata yang terbelalak, "ada apa, fay?" tanya Lerina yang segera mendekati fayra.
Laras ikut mendekat dan melihat orang dalam tabung, tubuhnya menegang, bibir bergetar dengan mata yang tidak bisa teralihkan dari hal lain, "Axel.." Lirih Laras.
Seorang anak laki-laki terlihat berbaring dengan wajah pucat, rambut apel dengan warna merah serta alis yang juga merah.
Lerina dan fayra terdiam melihat Laras yang sepertinya menangis, mereka menenangkan Laras dan melirik kearah seorang anak laki-laki yang berbaring didalam benda aneh.
'Axel?.... sepertinya itu anak yang buat melissa bertengkar dengan Galen..' batin Lerina.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Axel..." lirih Laras yang masih bisa di dengar oleh Lerina.
"Apa yang sedang kalian lakukan." Lerina dan fayra berbalik melihat seseorang yang baru saja masuk dengan jas putih dan nametag 'Riansyah Alira'.
Rian melihat mereka dan beroh ria sebelum Fayra dan Lerina menjelaskan, "Kalian pasti sahabat Nyonya Melissa?" tanya Rian yanng diangguki oleh keduanya.
Rian mengangguk mengerti dan melihat pada Laras yang tidak mengalihkan pandangan dari Axel, "Sepertinya kalian kenal pada anak laki-laki ini." ujar Rian berjalan mendekat.
"Hidup anak ini sungguh malang, Hidup yang harusnya dia jalani dengan bermain dan kerja keras harus tertunda karena racun yang ada dalam tubuhnya." ujar Rian yang memperlihatkan Hologram tubuh Axel.
Laras segera melihat Rian tajam, "Racun? siapa? siapa yang melakukannya!.." Tanya Laras dengan amarah, fayra dan lerina mendekat dan menenangkan Laras.
"Seseorang dari keluarga Wijaya berhasil meracuninya dengan racun Sanguis Venari yang sampai sekarang penawarnya masih kami kembangkan agar tidak terjadi kegagalan." ujar Rian.
Fayra mengerutkan alis saat pertama kalinya dia mendengar racun Sanguis Venari, "Sanguis Venari? pertama kalinya gue dengar racun dengan nama yang unik." gumam Fayra.
"Sanguis Venari? apakah itu Racun baru?" tanya Lerina yang dijawab dengan gelengan kepala Rian.
Rian menunjukkan hologram tubuh Axel dan terdapat titik aliran yang dapat disimpulkan adalah Racun yang belum menyebaar.
"racun ini sudah cukup lama, hanya saja jarang diketahui oleh orang lain, ini adalah racun sintetis yang mengikat sel darah merah dan menyebar melalui sistem peredaran darah." ujar Rian.
Lerina dan Laras mendengarkan dengan seksama, berbeda dengan Fayra yang melamun dengan pikiran kalau racun dalam tubuh axel menari dan terhenti karena di bekukan.
Rian melihat mereka bertiga dan tersenyum kecil, "Pelakunya adalah Nyonya Melissa." Ujarnya yang mengagetkan ketiga gadis tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melissa
De Todoperpindahan jiwa / transmigrasi Lerina yang awalnya mencari udara di taman, namun saat lagi asyik nya melamun, kepalanya malah dihantam sesuatu membuat nya transmigrasi ke tubuh seorang wanita antagonis beranak 1. ******...
