Dengan jarum suntik berkilau di tangan Rian, Lerina yang meronta makin panik, Tangannya ditahan oleh dua boneka manusia yang telah dikuasai ramuan.
Matanya menyiratkan ketakutan, tapi dia tetap mencoba menendang atau menggeliat semampunya.
Rian mendekat ke leher Lerina sambil tertawa kecil, "Kau tahu, tubuhmu ini sangat cocok untuk eksperimen lanjutan. Kamu punya ketahanan genetik yang cukup langka... hampir seperti-"
Bruk!!
Seketika cahaya biru menyambar dari arah samping. Rian terlempar ke belakang, jarum suntiknya terjatuh dan menggelinding. Salah satu boneka yang memegang Lerina ikut terjatuh.
Dari pintu masuk Lab 05 yang kini terbuka karena override sistem, berdirilah Melissa dengan telapak tangannya masih menyala menunjukkan perangkat plasma di sarung tangan biosuitnya. Di belakangnya Galen dan Gevon berdiri yang sudah siap bertarung.
"Aku muak dengan permainanmu, Rian," ujar Melissa dingin, matanya menyala penuh dendam yang telah terpendam selama tujuh tahun.
Rian tersenyum sinis dan bangkit lalu berjalan mendekat ke Melissa, Segera Galen Gevon menghadang Rian dan melindungi wanita tersayang mereka.
"Permainan? hahaha.... benar permainan ini harusnya sudah selesai! setelah menghancurkan kejayaan keluarga Wijaya!"
Melissa tersenyum kecil dan perlahan berjalan mendekat ke Rian.
"Rian, permainan balas dendammu itu tidak ada gunanya."
DEG
Setelah penuturan Melissa yang terdengar meremehkan membuatnya menatap tajam Melissa.
"lalu kenapa? yang aku inginkan hanya agar Mireya kembali di sisiku lagi."
"Gevon!" panggil Melissa pada Gevon yang mendekati Melissa dan memberikan sebuah Flashdisk yang terlihat berdebu.
"apa yang kau lakukan? berhenti bercanda dan menyerahlah."
Melissa tidak menghiraukan perkataan Rian dan berjalan ke sebuah layar besar dengan banyaknya tombol.
Melissa menaruh flashdisk di sebuah kolom kecil, seketika kolom itu tertutup.
Rekaman dimulai, dari seorang Mireya yang diambil 8 tahun lalu.
DEG
Rian tertegun dan berbalik menatap layar besar didepannya, pupil matanya mengecil melihat wajah yang paling dirindukan berada di rekaman tersebut.
'apakah sudah mulai? oke, tes tes..
uuhupp-hah, Hello Rian. ini aku Mireya, kamu pasti bingung mengapa aku sekarang terlihat lebih jelek kan, dan lemah..
Rian, aku merekam diriku sebagai salah satu kenangan yang bisa kuberikan untukmu. karena aku tau hidupku tidak bisa selama yang aku perkirakan.
Rian, aku menderita kanker paru-paru karena kesalahan pada penelitian... dan sekarang sudah memasuki akhir dari kanker ini.
Rian, 5 tahun kebersamaan. maaf aku tidak bisa melanjutkannya lagi, maaf.... aku ingin memberitahu mu mengenai kanker ku tapi aku belum siap... karena aku tidak mau kamu dalam bahaya hanya karena diriku...
Rian, setelah kebersamaan yang telah kita lewati aku harap kamu bisa melepaskanku. kamu tenang saja, walaupun aku telah tiada aku akan tetap di sisimu walaupun tidak terlihat.
aku bahagia dan senang melewati masa-masa terakhir bersamamu, melewati rintangan yang berat, melewati masa yang penuh tawa dan canda.
aku bahagia dan selalu bahagia.... setelah kepergianku, aku harap kamu bisa melupakanku dan menjalani hidup mu dengan baik tanpa adanya rasa tekanan.
karena cinta sejati adalah saat orang mencintai itu rela melihat orang dicintai bahagia.
Dan juga... Rian, aku harap kamu tidak terjerumus ke jalan yang salah... aku harap kamu tidak terhasut akan hal yang belum pasti..
kamu Taukan aku paling benci pada pengkhianat, karena keluarga hancur karena adanya pengkhianatan. tapi walaupun begitu, ada sebuah keluarga baru yang membawa ke jalan yang luas akan pengetahuan dan teknologi.
Saat aku berusia 10 tahun, aku di angkat oleh keluarga Wijaya sebagai salah satu peneliti muda. disitu aku merasa senang karena mimpiku menjadi orang yang berguna akan dunia akan terwujud.
aku menghabiskan waktu di mansion Wijaya, membuat penelitian baru, teknologi baru dan mempelajari apa yang belum ku kuasai..
aku tidak tertekan, melainkan aku senang karena disana para peneliti betul-betul seperti manusia yang berhati suci. mereka tidak peduli aku anak kecil atau lebih muda dari mereka, Mereka memperlakukan aku layaknya manusia lain.
12 tahun terus belajar dan belajar, aku akhirnya ingin berlibur sehari diluar Wijaya, dan disitulah pertemuan pertama kita..
aku merasa itu lucu, karena saat itu kita dipertemukan karena Melissa yang terjatuh ke selokan... aku masih mengingat bagaimana gaya jatuh Melissa.
dan saat mata kita bertemu, disitu aku perlahan mengerti mengapa Melissa begitu mengejar Galen secara Bar-bar, itu karena dihatinya tertanam cinta yang besar.
dan aku juga sama, aku mencintai sampai aku tidak kuat untuk mengatakan hal yang dapat menyakitimu, aku tidak bisa.
Rian... aku menyayangi keluarga Wijaya, aku menyayangi Melissa dan fayra, dan yang lebih penting aku mencintaimu Rian...
jadi kuharap kamu tetap di jalan yang benar dan jangan mengecewakan aku seperti keluarga asliku yang telah menghancurkan kepercayaan ku... aku benci itu sangatlah benci.
aku sudah cukup banyak bicara, ini adalah suara terakhir ku yang kamu dengar. aku akan memberikan rekaman ini kepada Melissa terlebih dahulu, karena aku mau kamu melihat rekaman ini dihari Anniversary kita..
oh iya, kalau soal kesalahpahaman yang terjadi itu. aku sengaja karena jika kamu melihat ku begini pasti itu akan membuatmu curiga itulah mengapa aku terus menghindar
dan satu hal penting, kumohon jangan pernah dekati Lucian sedikitpun... kumohon... baiklah, ini sudah cukup banyak..
Rian aku mencintaimu...
Selamat Anniversary Sayangku...
aku akan selalu mencintaimu...'
Rekaman berakhir
Melissa mengambil kembali flashdisk yang ada dalam kolom dan berbalik melihat wajah Rian yang sudah basah akan air mata.
"tidak mungkin... ini editan! ini EDITAN KAN?!!" teriak Rian di depan Melissa yang tidak takut sedikitpun.
"cek sendiri." ucap Melissa melemparkan flashdisk kepadanya.
segera Rian mengambilnya dan mengeceknya dengan sebuah alat canggih sistem yang mengeluarkan cahaya hologram yang mengecek isi flashdisk.
Pemeriksaan selesai.
usia: 8 tahun 4 bulan
rekaman yang dilakukan dilaptop A***L
sang perekam: Mireya
untuk kekasih: Rian
nomor rekaman isn: 0**SKCRNL7479**
{ REKAMAN ASLI DARI MIREYA }
seketika tubuh Rian jatuh berlutut setelah pemeriksaan telah selesai, Rian melihat flashdisk tersebut dan menangis penuh penyesalan.
"AKHHH!!!" teriaknya seraya menggenggam erat flashdisk tersebut di jantungnya.
hancur...
semuanya hancur...
cahaya hidupnya telah hancur...
kehancuran yang membuat dirinya terasa pudar..
KAMU SEDANG MEMBACA
Melissa
عشوائيperpindahan jiwa / transmigrasi Lerina yang awalnya mencari udara di taman, namun saat lagi asyik nya melamun, kepalanya malah dihantam sesuatu membuat nya transmigrasi ke tubuh seorang wanita antagonis beranak 1. ******...
