Empat Puluh Sembilan

1.3K 51 1
                                        

Setelah banyak perdebatan, akhirnya mereka terpaksa dempet empat menggunakan motor PCX milik papah Andra. Meski sangat sulit, dengan posisi Andra didepan, Hafidz dibelakangnya menyetir, Cikal dibelakang Hafidz dengan berpeluk pada pinggangnya erat, sedangkan Riki diposisi paling belakang dengan segala umpatan yang keluar setiap kali ia hendak terjatuh setiap melewati polisi tidur , jalan belubang ataupun belokan.

Butuh waktu 45 menit untuk sampai disalah satu kedai yang buka hingga tengah malam, untungnya tempat ini menjual apa yang Cikal inginkan. Yaitu, sate Dragon. Yaps , untung otak Riki bekerja dan mencari disosial media ada yang penjual sate dengan nama "Sate Dragon" , yang penting sate dragon kan? Cikal tidak meminta spesifik daging apa sate dragon itu, benar?

Lihatlah, sekarang Cikal sedang menunggu dengan binar mata memuja. Sate ayam taichan asin pedas 30 tusuk yang Cikal tunggu akhirnya datang, ia memakannya dengan lahap berbeda dengan ketiga temannya yang hanya tersenyum kikuk seraya memakan sate miliknya.

"Udah ye sate dragonnya kecumponan," Ujar Andra seraya memakan sate miliknya.

Cikal mengangguk antusias. "Makasih banget kaliaaaaan~"

Hafidz dan Riki sudah bergidik ngeri, sedangkan Andra hanya melongo. "Gila," Ujar mereka pelan bersamaan.

***

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan ke-empat pria dengan raut wajah berbeda-beda sedang berdiri didepan rumah. Cikal dengan raut wajah merajuk ingin ke-tiga sahabatnya menginap, namun ke-tiga nya enggan untuk menginap. Bukan apa-apa nih, mereka ga masalah jika hanya menginap seperti biasa, tapi ini luar binasa gaes. Cikal meminta mereka menginap dan tidur menggunakan daster milik Kinara. Gila. Satu kata mewakilkan segalanya saat ini.

Ceklek.

Pintu rumah terbuka, Kinara keluar dengan raut wajah datar melihat mereka ber-empat. Sebenarnya, ia sudah tau sejak kehadiran motor dipekarangan rumah. Hanya saja, ia mencoba diam dulu dan lihat apa yang dilakukan suaminya itu, yang ternyata sungguh membuat Kinara yang menguping dari dalam pun ikut dongkol.

"Cikal Farizky," Panggil Kinara datar. "Masuk, atau ga usah masuk sekalian,"

Raut wajah Cikal semakin masam. "Sayang~" Cikal menghampiri Kinara dan memeluknya, menyembunyikan kepala diceruk leher sang istri. "Mereka jahat, ga mau nginep sini hiks,"

Oke, Kinara memutar bola matanya malas. Drama dimulai, lagi. Ujar Hafidz, Andra, dan Riki dalam hati.

"Mbak, bukan apa-apa nih ya, tapi suami mbak kayanya udah gila deh harus dibawa ke rumah sakit jiwa," Ujar Andra.

"Tadi tantrum pingin sate dragon," Sambung Hafidz.

"Terus naek motor dempet empat," Sambung Riki.

"Sekarang apa lagi?" Tanya Andra pada Hafidz dan Riki. "Nginep dan tidur pake DASTER MBAK KINARA!" jawab nya bersamaan.

"Gila!" 

"Ga mau!"

"Yang bener aja!"

Andra, Hafidz, dan Riki berujar bersamaan. 

"Maafin ya, kaya nya emang besok harus dibawa kedokter," Ujar Kinara dengan nada tak enak.

Cikal yang mendengar perkataan Kinara langsung melepaskan pelukannya, menatap Kinara dengan air mata yang hampir jatuh dipelupuk mata. Dengan sesenggukan Cikal berjongkok dan memeluk kaki Kinara. "Sayaaang jahaaaatt~" Rengek Cikal.

Kinara yang gemas bercampur kesal pun semakin menjadi, menggerakkan kaki nya yang dipeluk Cikal. "Lepasin! Saya ga suka punya suami gampang nangis," ujar nya.

Sssttt Mbak!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang