Harap bijak, part ini mengandung konten dewasa. Disarankan yang dibawah umur untuk skip part ini demi kenyamanan.
--------------------------------------------------------
Cikal dan Kinara berciuman begitu lembut, perlahan tapi mereka sangat menikmati setiap ciuman itu. Hingga Cikal melepaskan ciuman itu saat terasa Kinara mulai kehabisan nafas, ditatapnya wajah Kinara yang sungguh membuat Cikal semakin jatuh Cinta.
"Kinara," Cikal mengelus lembut rambut Kinara yang terurai. "Apa boleh aku lanjutkan?"
Kinara mengangguk pelan, bertanda setuju. Cikal tersenyum, memulai kembali aksi nya.
Dicium nya kening Kinara, lalu kedua pipi, hidung, dan terakhir bibir Kinara yang sedikit membengkak. Dihisap pelan bibir bawah Kinara, lidah nya masuk mengabsen setiap sudut mulut Kinara.
Dengan mudah Cikal mengangkat Kinara dan menggendongnya, sedangkan Kinara refleks mengalungkan kedua tangannya pada leher Cikal. Mereka pindah ke kasur dengan mulut masih saling membalas ciuman, dengan perlahan Cikal menidurkan Kinara diatas kasur yang dipenuhi bunga mawar merah.
Cikal membuka satu persatu kancing kemeja miliknya dan melempar asal, lalu membuka celana jeans miliknya yang juga dilempar asal menyisakan celana dalam berwarna hitam yang masih ia pakai.
"Cikal," Kinara menutup wajah nya menggunakan kedua tangan. Sungguh kini Kinara sangat malu melihat sesuatu yang begitu menonjol besar dibalik celana dalam Cikal, sedangkan Cikal terkekeh gemas melihat tingkah Kinara.
Tanpa membuang waktu, Cikal mencium leher putih Kinara. Tercium jelas wangi cokelat yang khas ditubuh Kinara membuat Cikal semakin terangsang, dihisapnya leher Kinara membuat sang empunya melenguh lembut.
Selagi Kinara menikmati hisapan di lehernya , Cikal dengan sigap melepaskan satu persatu kancing kemeja Kinara hingga terbuka semua. Tangannya memainkan payudara Kinara dengan perlahan, meski sudah menyusi Langit selama 2 tahun tapi percaya lah payudara Kinara masih cukup kencang bahkan besar. Membuat Cikal betah memainkannya.
Ciuman Cikal turun ke payudara yang tadi dimainkan oleh tangannya, dihisap dengan sesekali dimainkan oleh lidah membuat Kinara semakin melenguh.
"Eeung.. Ci.. Kaall," Ujar Kinara sembari menarik-narik rambut Cikal.
Sedangkan Cikal semakin kuat menghisap payudara Kinara bergiliran, dari kanan kekiri dan kiri kekanan begitu terus. Jangan lupakan tangan nakalnya yang kini sudah memasuki celana Kinara dan memainkan bagian klitoris dengan perlahan.
"Eungghh... Cii.. Kaaall," Tubuh Kinara kini mulai begerak tak karuan, membuat Cikal semakin menjadi.
"Panggil aku sayang, maka akan aku buat semakin nikmat," Ujar Cikal sebelum mencium bibir Kinara.
Cikal menurunkan celana Kinara dengan lihai, tanpa melepaskan ciumannya. Seperti seorang yang pro, dengan mudah Cikal membuat Kinara sudah setengah telanjang menyisakan bra yang masih terpakai namun posisi nya sudah turun menyumbulkan gunung kembarnya, dan celana dalam yang sudah mulai basah.
"Kinara," Panggil Cikal dengan suara yang sudah semakin berat, membuat Kinara menatap Cikal dan mengangguk pelan.
Kinara tau maksud panggilan Cikal, pria itu meminta izin untuk melanjutkan ke tahap yang lebih intim.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sssttt Mbak!
AcakBELUM REVISI! TYPO BERTEBARAN NOTES! 🤞🙏 **************************************** Kinara Ayu (28thn), seorang sekretaris disebuah perusahaan swasta yang sedang berkembang. Anak tunggal yang jauh dari sanak saudara. Wanita yang manis, perfectsionis...
