Lima Puluh (END)

2.3K 49 4
                                        

Seperti ucapannya tadi , kini Cikal dan Kinara sedang duduk berhadapan disebuah cafe dengan nuansa outdoor menyejukkan mata. Langit? Sudah jelas diungsikan terlebih dahulu kerumah orang tua nya oleh Cikal, apalagi jika bukan untuk menghabiskan waktu berduaan dengan sang istri. Licik memang, tapi bukan Cikal namanya jika tidak memiliki berbagai pikiran diluar nalar, lagian Langit pun sepertinya paham dengan keinginan Cikal hingga mau mau saja dititipkan dengan iming akan diajak jalan-jalan oleh sang nenek.

Cikal menggenggam jemari tangan kiri Kinara diatas meja, dengan senyum merekah Cikal tersenyum lebar membuat Kinara mengerutkan keningnya. "Kenapa senyum-senyum kaya gitu?" tanya Kinara.

Cikal menggeleng kepala pelan. "Ga apa-apa, cuma seneng aja rasanya lagi pacaran hehe,"

Kinara terkekeh ringan, astaga kenapa suaminya itu menggemaskan? ah, jangan bosan-bosan mendengar Kinara berucap seperti itu. Nyatanya kini Kinara sudah terbuai akan pesona seorang Cikal Farizky, yang kini berstatus sebagai suaminya. Tak berselang lama, pelayan datang membawa pesanan mereka.

"Udah sekarang makan dulu ya," Kinara menarik tangan kiri nya dan mengambil gelas berisi jus alpukat serta meminumnya sedikit sebelum mulai menarik piring dan menyantap makanannya.

Sedangkan Cikal memasang wajah sedikit masam melihat Kinara menarik tangan yang sedang asik Cikal mainkan serta elus itu, tapi tak urung ikut mulai menyantap makanannya.

Sekitar 15 menit akhir nya semua pesanan mereka telah tandas, dan kebanyakan dihabiskan oleh Cikal sedangkan Kinara menyantap semampunya ditambah kondisinya yang hamil muda berusaha menahan rasa mual dari perutnya.

"Udah bereskan? Ayo aku mau ajak kesuatu tempat," Kinara berdiri dari duduknya dan menarik tangan Cikal untuk mengikutinya.

Mereka berdua berjalan keluar dan menaiki motor Cikal yang dikemudikan oleh Kinara, sudah jelas Cikal menolak namun sang istri memaksa membuat Cikal mengalah. Rasa nya gemas juga dibonceng oleh istri yang badannya lebih kecil darinya, entah perasaannya atau memang kini terasa sekali perbedaan tinggi antara Cikal dan Kinara. Rasa-rasanya kini Kinara lebih pendek dari awal-awal mereka bertemu beberapa tahun silam, atau dirinya yang semakin tinggi??!

Cikal mengerutkan dahi nya kala Kinara berhenti diparkiran khusus motor salah satu Rumah Bersalin yang sedikit besar, Cikal tersadar dari lamunannya kala Kinara kembali menarik tangannya dan berjalan memasuki kawasan Rumah Bersalin itu hingga mereka berdua berhenti didepan sebuah pintu.

Tok Tok Tok. Terdengar sautan mempersilahkan masuk dari dalam, hingga Kinara membuka pintu perlahan dan kembali menarik tangan Cikal untuk mengikutinya memasuki ruangan.

"Siang dokter," Ujar Kinara menyapa seorang wanita dengan jas putih yang sedang duduk dibalik meja.

"Siang, panggil saja saya Dokter Agnes, silahkan duduk," Ujar seorang dokter wanita yang cikal perkirakan usianya tak jauh dengan usia sang ibu.

"Saya Kinara dan ini suami saya Cikal, sesuai dengan yang saya ucapkan ditelfon saat reservasi ingin memastikan sesuatu," Ujar Kinara membuat Cikal memiringkan kepalanya sedikit menatap Kinara, Kinara yang sadar pun mengangkat jari telunjuknya dan meletakkan tepat dibibir Cikal, "Ssttt jangan banyak tanya, liat aja nanti apa yang bakal kita dapat," Senyum Kinara semakin mengembang.

"Mari ikut saya bu, berbaring diatas brangkar dan angkat sedikit baju nya ya bu," Kinara menganggukkan kepala, berjalan menuju brangkar meninggalkan Cikal yang masih diam terduduk dikursi.

Dokter Agnes membalurkan gel diatas perut Kinara dan mulai menggerakkan alat pada beberapa bagian perut Kinara, tak lama dokter itu menunjukkan raut wajah yang sangat excited. "Wooaaahh liat bu, this is a triplets baby,"

Sssttt Mbak!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang