Kini mereka sudah berada ditempat tujuan Cikal yang baru terpikirkan dijalan sekitar 10 menit yang lalu. Cikal berdiri dengan senyuman lebar membuat aura menariknya semakin terpancar sedangkan Kinara menatap datar dengan mulut terbuka tak percaya. Mungkin jika 10 tahun yang lalu ia pergi ke tempat ini tak masalah, tapi sekarang umurnya sudah 28 tahun bahkan otw 29 tahun cuuyyy dan dibawa pergi sama bocah tengil bernama Cikal ke sebuah TimeZone yang diisi penuh oleh kebanyakan para remaja, adapun orang dewasa tapi mereka mengawasi anak mereka yang masih kecil tidak seperti dirinya.
Dengan tidak romantis Cikal menarik paksa tangan Kinara memasuki TimeZone dengan senyuman lebar tak peduli apapun selain bersenang-senang. Dihentikan langkahnya didepan sebuah mesin pencapit boneka yang selanjutnya Cikal menggesekkan kartu miliknya sebelum memulai permainan. Kinara yang berdiri tak percaya melihat tingkah laku Cikal.
Kalian bayangkan saja, seorang pria berbadan tinggi dengan postur tubuh lumayan berisi berstelan kemeja polos berwarna nude dipadukan dengan celana cino warna hitam serta sepatu sport berwarna broken white yang jika dilihat sekilas seperti pria berusia 25 thn sedang bermain dengan mesin pencapit boneka. Untung wajah Cikal menarik jadi tidak masalah, karna dalam kamus masyarakat yang tampan, cantik serta menarik itu tidak pernah salah jika melakukan hal yang memalukan.
"Gue balik," Ucap Kinara sambil melangkah meninggalkan Cikal.
Cikal acuh tetap fokus saat detik-detik ia hendak mendapatkan boneka yang ia inginkan. Dan hapm Cikal mendapatkan nya sambil tersenyum lebar mulai berjalan lebar menyusul Kinara dan menarik tangan Kinara hingga tubuhnya membalik berhadapan dengan Cikal persis seperti di drama korea. Orang-orang sekitar seketika menghentikan aktivitas dan menonton apa yang Cikal dan Kinara lakukan.
"Kenapa ga sabaran banget sih jadi orang? Kalo nanti gue direbut sama jodoh orang gimana?" ucap Cikal yang sengaja dengan nada sedikti ditinggikan agar lebih terdengar oleh sekitar.
"Apaan sih--"
"Gue kan cuma berusaha ngasih yang terbaik buat lo," potong Cikal sambil memberikan boneka yang berbentuk monokorobo yang hanya tinggal satu-satu nya lagi didalam mesin tadi.
"Tapi lo bukan anak kecil lagi yang mainin mesin pencapit boneka cuma buat dapetin yang ginian," balas Kinara dengan nada mulai kesal tak peduli sekitar.
"Lo tuh harus tau perjuangan. Mungkin diluaran sana banyak pria ngantri buat ngasih lo berbagai hadiah yang instan langsung beli ke toko dengan budget tak terhingga, tapi gue beda. Gue milih ngasih lo sebuah boneka yang gue dapat dengan jeri payah gue sendiri dengan bermain mesin pencapit. Mungkin kekanak-kanakan tapi lo harus tau perjuangannya, ga semua orang yang mainin mesin itu dapat boneka sama kaya lo, ga semua pria bisa dapetin lo dengan gampang. Semua perlu perjuangan dan proses, karna gue serius ke lo tanpa ada rasa bercanda dalam ikatan," Jelas Cikal membuat sekitar menatap takjub serta kagum, meski ada beberapa gadis patah hati.
"Lo---- Shit!" Kinara melepaskan pegangan tangan Cikal dan mulai berlari menjauh dari kerumunan.
Tanpa melirik sedikitpun kebelakang, Kinara terus berlari hingga keluar dari gedung dan menaiki taxi untuk segera pergi dari tempat itu. Sambil mengatur nafas Kinara memegang dada nya yang berdegup kencang.
Sialannya baru kali ini Kinara tidak merasa malu diperlakukan seperti tadi dimuka umum,Kinara berlari kabur karna merasa malu dengan deguban kencang pada dadanya yang takut terdengar nyaring oleh Cikal. Ini pertama kalinya Kinara merasa seperti benar-benar merasa dicintai meski oleh pria yang berumur lebih muda darinya.
"Ga mungkin kan gue ke pancing suka sama bocah tengil itu? Gak gak mungkin ga mungkin, ini deg-degan karna cape lari bukan terkesima oleh rayuannya," ujar Kinara dalam hati pada dirinya sendiri.
Sedangkan dilain tempat Cikal yang melihat Kinara berlalu begitu saja pun terdiam dan melangkah perlahan menuju kursi. Bukan karna malu tapi Cikal lelah berdiri sedari tadi, dan kini ia mulai mengeluarkan hp nya untuk menghubungi salah seorang sahabat setianya.
"Kamu dimana?" Tanya Cikal saat ia sudah terhubung pada panggilan telfon terhadap sahabatnya.
"........."
"Aku lagi ada di TimeZone biasa nih, bisa kesini ga temenin aku nanti aku traktir deh," ujar Cikala saat mendapat balasan dari sana.
"........"
"Aku tunggu 10 menit oke no lama lama tencuuuu bye," ujar Cikal terakhir kali sebelum mematikan panggilan sepihak.
Dengan senyumannya Cikal mulai berdiri kembali dan melangkah menuju sebuah permainan balapan motor dan mulai memainkan nya tak ingat waktu. Mungkin ada sekitar 15 menit Cikal tak sedikitpun pergi dari permainan itu hingga tak sadar salah seorang sudah berdiri dibelakannya sejak 3 menit yang lalu.
"Yaaaahh loser njing," umpat Cikal saat ia kalah dalam permainan.
Bugh.
"Aaww sakit," Cikal meringis dan melirik kebelakang saat merasakan sebuah pukulan pada pundaknya dari belakang.
"Umpatannya dijaga dong," ujar orang itu.
"Maaf Key esmosi abang hehe," balas Cikal pada orang itu.
"Udah 3 menit berdiri doang nih cape liatin kamu main sendirian," ucapnya.
"Maaf deh maaf , yu main sepuasnya nanti aku traktir makan di warteg okeh Keysa Cantika," usai berbicara Cikal menarik tangan Keysa dan mulai memainkan permainan di TimeZone sepuas mereka.
Seseorang yang Cikal panggil itu adalah Keysa Cantika, teman sekaligus sahabat Cikal sejak SMA yang bisa dibilang ce'es mamen. Dari banyaknya wanita di sekolahnya tapi Cikal hanya menerima pertemanan dari Keysa seorang karna menurut Cikal hanya Keysa yang tulus berteman dengannya tanpa mengharapkan hubungan lebih dari teman ataupun sahabat.
Sebenarnya Cikal pun banyak memiliki teman pria ,namun papahnya selalu melarang jika ia pergi kumpul dengan teman-temannya itu. Yah mungkin papah melarang karna melihat penampilan teman-temannya yang terlihat badboy badboy gitu apalagi hanya Cikal yang tidak suka minum minuman keras diantara yang lainnya.
Itu salah satu alasan mengapa Cikal lebih seringkali memanggil Keysa untuk menemaninya bermain TimeZone maupun hal-hal lainnya. Cikal terlalu nyamam hingga tidak sadar jika tidak ada yang namanya pertemanan ataupun persahabatan alami diantara pria dan wanita, meski Cikal tidak merasakan tapi ia tak tau apa yang Keysa rasakan bukan?
Dilain tempat Kinara hanya memikirkan perasaan Cikal padanya serta perjuangan remaja itu dalam mendapatkan nya tapi Kinara pun tak sadar jika ada kemungkinan Cikal lelah dan berhenti berjuang serta memilih seseorang yang mungkin telah lama mendambanya.
Mereka tidak tau seperti apa takdir tuhan, yang mereka lihat hanya kejadian yang mereka lihat didepan mata tanpa sadar apa rencana tuhan selaras dengan maksud dan keingin mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sssttt Mbak!
De TodoBELUM REVISI! TYPO BERTEBARAN NOTES! 🤞🙏 **************************************** Kinara Ayu (28thn), seorang sekretaris disebuah perusahaan swasta yang sedang berkembang. Anak tunggal yang jauh dari sanak saudara. Wanita yang manis, perfectsionis...
