Suara debur ombak yang menyatu dengan embusan angin, membuat siapapun yang mendengarnya pasti merasa rileks. Ditambah dengan pemandangan matahari terbit di ufuk timur yang begitu memanjakan panca indra.
Sepasang suami istri masih begelut di balik selimut tebal terusik dengan bunyi dering ponsel. Raya meraba nakas di samping kirinya, meraih ponselnya.
"Mamaaa! Kapan pulangnyaaa?" Suara bocah laki-laki lantas menyambut begitu Raya mengangkat panggilan dari ibunya, Rose.
"Baru juga sehari, Dek. Katanya kamu mau punya adik?" Itu bukan suara Raya. Melainkan laki-laki dewasa yang sejak tadi memeluk Raya dari belakang.
Saat ini, mereka sedang ada di salah satu resort di Bali. Selama 3 hari kedepan, keduanya akan stay di sini karena Dokter Cakra menjadi narasumber di sebuah acara seminar kedokteran.
Ya, hitung-hitung sambil honeymoon part 2.
"Lama sekali cari adiknya?"
Raya tertawa mendengar celotehan polos putranya. "Sabar. Mama di sini kan nemenin Papa kerja. Adek di sana dulu sama kakek nenek, sama Kakak Clara juga. Nanti Mama bawainn oleh-oleh."
"Mama mau oleh-oleh cucu baru, ya." Itu suara Rose.
Baru Raya akan menjawab, sosok pria yang sedang memeluknya menyahut, "Sesuai request, Ma."
🥑🥑🥑
Lain halnya dengan papa mamanya yang sedang dinas, di sudut bumi lainnya, Clara yang semula sedang sibuk menemani adiknya bermain di halaman rumah sang kakek terdiam.
Dia salah fokus saat melihat sosok anak perempuan dengan tinggi badan sedikit di atasnya yang begitu cantik. Aura sosok itu terasa begitu menyenangkan. Tanpa sadar, Clara membalas senyum sosok itu.
"Kakak!"
Mendengar suara adiknya, Clara menoleh. Semula dia mengira bahwa Rendra memanggilnya, tapi ternyata bocah laki-laki itu menatap ke arah yang sama seperti Clara.
"Kakak cantik," ucap Rendra lagi.
"Adek bisa lihat juga?" tanya Clara kepada adiknya.
Seolah tau maksud sang kakak, Rendra mengangguk. Dia kembali berkata, "Kakak," sambil menunjuk ke arah sosok anak perempuan yang kini mendekati mereka.
Sekarang, ketiganya berhadapan. Sosok itu masih tersenyum lebar ke arah Clara dan Rendra. Siapapun bisa menangkap binar di balik mata sosok itu.
"Hai, aku Lilac."
🥑🥑🥑
AKHIRNYA, RALILAC OFFICIALY END! YEAYYY!! 🥳🥳🥳
Terimakasih untuk kalian semua yang udah mampir, baca, vote, dan komen!
Apalagi buat kalian yang nungguin aku update, terima kasih banyak!
Sampai ketemu di ceritaku selanjutnya!
Love you, All ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
RALILAC
Horror"Ada yang bisa bikin kamu pergi dari aku nggak?" "Ada." "Apa?" "Kalau bola mataku ketemu." *** Ini kisah 'sederhana' antara Raya dan teman tak kasat matanya, Lilac. Si setan gemoy yang selalu ada di setiap momen dalam hidup Raya, meski Lilac sendiri...
