Sesuai permintaannya tadi, Audrey menumpang Athena untuk pergi ke klinik kecantikan.
Athena benar-benar serius saat ia mengatakan bahwa Sultan lah yang akan menjadi 'nyamuk'.
Hal tersebut terbukti saat Athena malah duduk di kursi bagian belakang bersama Audrey, alih-alih menemani Sultan di depan.
Sultan awalnya cemberut akan keputusan Athena, namun apalah daya, Sultan kan calon-calon suami takut istri. Jadilah ia merelakan berperan sebagai supir hari ini.
"Berarti yang lain stay di mobil Yara ya?" Tanya Sultan, menatap ke arah Athena melalui spion mobil.
"Kayaknya nggak deh. Kebanyakan udah pada punya aktivitas masing-masing, nggak mungkin juga kan pake mobil Yara kesana-kesini." Sahut Athena.
"Berarti kalian ber-9 barengannya cuma pas mau masuk sekolah aja?"
"Iya, biasanya juga begitu."
Sultan mangut-mangut.
"Eh pak direktur dalam lubuk hati yang paling dalam nggak keberatan nih nganterin kita sore ini?" Audrey iseng bertanya pada Sultan. Karena selain untuk memecahkan suasana yang sedikit canggung, Audrey bertanya karena benar-benar penasaran. Masalahnya jarak tempuh dari sekolah-klinik kecantikan memakan waktu kurang lebih 1 jam, belum lagi termakan macet.
Sultan menggeleng. "Demi queen, saya tidak pernah merasa keberatan."
Audrey yang mendengarnya sedikit mual, apalagi melirik Athena yang saat ini malu-malu.
Duh, gini banget LDR. batin Audrey.
"Audrey lagi PDKT sama Elion ya?" Tanya Sultan, entah bertujuan basa-basi atau bagaimana.
Audrey sendiri yang ditanya seperti itu merasa agak terkejut.
"Mereka mah udah lebih dari sekedar PDKT."
Sultan mangut-mangut saat mendengar jawaban Athena.
"Berarti malem nanti ada rencana date nih pasti." Sultan berbicara dengan nada menggoda.
Audrey mengernyit. "Nanti malam?"
"Iya, kan Elion siang tadi landing. Dia tadi nge pap ke grup alumni."
"OHHH jadi ini alasan Audrey tertumben izin bimbel dan perawatan." Athena yang baru tahu pun ikut menggoda.
Sementara Audrey tetap diam, sembari buru-buru mengecek handphone nya.
Ia memeriksa roomchat dirinya bersama Elion.
Kosong.
Hari ini Elion sama sekali belum membalas pesannya.
"Drey?" Athena memanggil.
"Kita ada salah ngomong ya?" Ia melanjutkan, merasa sedikit tak enak saat melihat perubahan raut wajah Audrey.
Audrey kemudian menggeleng pelan. "Na, kalo belum ada status dalam suatu hubungan, wajar nggak marah kalo chat nya nggak dibales?"
Athena tertegun.
Audrey menghembuskan nafasnya kasar. "Gue yang bodoh sih."
Athena kemudian menggenggam kedua tangan Audrey saat dilihatnya gadis itu terlihat sedih. "Lo kenapa Drey? Ada masalah sama Elion?"
"Gue yang mutusin nggak mau menjalin hubungan, tapi kenapa gue harus sakit hati sama hal-hal kecil kayak gini? Gue emang bodoh banget."
"Jangan bilang gitu ih Drey. Lo buat keputusan kayak gitu pasti juga ada alasannya kan." Sahut Athena, tidak terima saat Audrey memberikan cap buruk terhadap dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Circle
Teen FictionFOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA! Untuk kaum pelajar yang bersekolah di SMA/SMK dan sejenisnya pasti sudah tidak asing dengan 'pembagian circle' pada tiap daerah sekolah mereka. Umumnya, circle-circle paling mendominasi dan cenderung ada di tiap sekola...
