58. About 'Him'

208 34 13
                                        

Rencana dan strategi yang sebelumnya sudah disepakati oleh geng CEBU kini mulai dijalankan. Mereka serempak tidak keluar rumah dan akan dengan sengaja membuat pelaku kebingungan.

Namun, ada seorang gadis yang kini malah ikut kebingungan.

Ia adalah Wanda.

Kalian masih ingat kan perihal Wanda yang menyuruh Candra untuk membuktikan 'keseriusan' pria itu?

Nah! Tadi pagi Candra menghubungi Wanda kalau malam nanti ia akan berkunjung ke rumah Wanda untuk menemui kedua orang tua gadis tersebut.

Wanda tidak ingin gerik kecil tersebut tertangkap oleh Pak Qen yang kemudian akan digunakan sebagai alat untuk merugikan Wanda dan Candra di kemudian hari.

"Kalo menurut gue sih lo bilang apa adanya aja ke Kak Candra, biar dia ngerti." Itu saran dari Jo. Karena hanya gadis itulah satu-satunya yang selalu tahu update dari kedua sejoli itu.

"Tapi kata detektif Frey kan dia bahaya, Jo."

Namun di sisi lain, Wanda tidak ingin Candra mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh geng CEBU. Bagaimanapun, seperti kata Selina, mereka tidak boleh memercayai siapapun untuk saat ini.

Dan akhirnya setelah memikirkan segalanya dengan hati-hati, Wanda akhirnya menemukan kata-kata yang pas untuk diucapkan kepada Candra.

Wanda pun kembali menghubungi Candra.

"Iya halo Wanda?" Suara Candra dari seberang sana terdengar lembut.

"Kak, Kak Candra nanti malem jadi kan ke rumah Wanda?" Tanya Wanda, sekali lagi memastikan.

"Jadi dong. Kenapa emangnya? Wanda keberatan? Atau orang tuanya Wanda nggak setuju?" Candra disana sudah terdengar was-was.

"Bukan kak. Semuanya fine kok. Cuman Wanda boleh minta satu hal nggak? Ini sebenarnya demi keamanan kita bersama sih hehe." Ujar Wanda.

"Iya, Wanda mau minta apa dan gimana?"

"Kak, deket rumah Kak Candra ada alfamart atau apa gitu?"

Candra sebenarnya sedikit kebingungan dengan pertanyaan Wanda, namun ia tetap menjawab. "Keluar dari komplek perumahan sekitar 600 meter ada sih Wan. Kenapa? Mau nitip sesuatu?"

"Bukan."

"Terus?"

"Anu.. Wanda boleh nggak minta Kak Candra nggak usah bawa mobil pribadi atau motor pribadi juga jangan deh. Nanti Kak Candra tunggu di depan alfamart atau mart apa gitu di deket rumah Kak Candra, nanti Wanda suruh sopir pribadi Wanda untuk jemput."

Candra yang mendengar itu terdiam sejenak, kemudian tertawa pelan. "Wan.. am I too dangerous in your POV?"

Wanda yang mendengar pertanyaan itu langsung panik. "IH BUKAN GITU MAKSUD WANDA, KAK CANDRA JANGAN TERSINGGUNG DULU DONG!"

Candra semakin tertawa saat ia mendengar ujaran panik dari Wanda.

"KAK, BENERAN! MAKSUD WANDA TUH, WANDA MAU NAN--

"Iya iya Kakak ngerti kok, Wan. Udah udah jangan klarifikasi lagi."

"Huh, syukur deh kalo Kak Candra ngerti."

"Tapi Wanda nggak usah repot-repot nyuruh sopirnya jemput kakak ya."

Wanda mengerjap. "Hm?"

"Iya nggak usah ya, kakak punya cara tersendiri kok biar publik, musuh, nggak ada yang tau kunjungan kakak hari ini."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 06 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CircleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang