50. Please•

400 43 34
                                        

Athena tidak bisa tertidur.

Ia menangis, benar-benar sesenggukan dari baru sampai kamarnya hingga saat ini, hingga dini hari.

Bolak-balik ia mengecek handphone nya, berharap setidaknya Sultan membaca dan membalas rentetan pesannya. Namun, fakta yang membuat ia makin sakit, Sultan memblokir nomornya, akun ignya, semua akun sosial medianya, hingga Athena bingung harus menghubungi lelaki itu melalui apa.

Apakah Sultan sekecewa itu pada dirinya?

Demi apapun, Athena tidak bermaksud untuk mengakhiri semuanya sesuai apa yang ditangkap oleh Sultan. Athena tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan.

Athena menimang-nimang. Haruskah ia menelpon salah satu sahabat Sultan?

Athena mulai mengingat-ingat, dan mulai mencari satu persatu kontak sahabat Sultan di grup Keluarga Besar CIS.

Athena yang masih sedikit sesenggukan menggulir nomor-nomor yang ada disana.

Sadewa? Pasti sedang sibuk dan kelelahan karena menjadi pembina pendamping di olimpiade yang diikuti oleh Sophia.

Karsa? Pagi tadi di sekolah Jo memberi tahu bahwa ia dan Karsa akan mengadakan makan malam dua keluarga, jadi pasti sedang istirahat juga.

Candra? Entahlah, Athena tidak terlalu akrab.

Hmm.. Bara?

Jujur saja, dari ke 4 sahabat Sultan, Bara adalah seseorang yang terlihat paling ramah dan paling 'welcome'.

Athena sudah mendapatkan nomor Bara, namun ada sedikit rasa tidak enak di hatinya, karena-- mereka tidak sedekat itu, iya kan? Athena takut Bara merasa terganggu, apalagi di jam istirahat seperti ini.

Namun, karena rasa khawatirnya terhadap Sultan lebih besar daripada apapun, Athena akhirnya men-dial nomor Bara, sembari berharap semoga Bara tidak marah.

Kemudian Athena terperanjat kaget saat Bara mengangkat panggilannya kurang dari 1 menit, se gercep itu.

"Halo? Siapa ya? Kalo orang iseng gue isengin balik nih."

Menghembuskan nafas pelan, Athena mulai berucap. "K-kak Bara.. ini Athena."

"Queenza."

"Hah Athe-- siap-- Queen.. OHH KECINTAANNYA SULTAN?!"

Athena sedikit meringis saat Bara berucap dengan heboh.

"Iya kak."

Rupanya di seberang sana, Bara yang masih tidak menyangka akan dihubungi oleh Athena karena Sultan selalu menceritakan betapa cueknya gadis itu, mulai tersadar ada yang tidak beres. Apalagi saat ia mendengar lirihan Athena yang sedikit bergetar.

"Kenapa Athena? Sultan ada masalah?"

Athena rasanya ingin menangis. "Kak.. bisa nggak pastiin kalo Sultan lagi baik-baik aja? Aku-- aku khawatir banget, aku nggak bisa tidur."

"Hey hey hey Athena?" Bara mulai panik saat ia mendengar isak tangis dari seberang telepon. Sudah pasti tidak beres sih ini.

"Kenapa? Emang Sultan kenapa? Kamu nggak bisa hubungin dia?"

"Nomor aku diblokir kak. Please, aku minta tolong banget, tolong pastiin dia nggak lakuin hal aneh-aneh."

Bara mengerjap. Sultan? Yang kecintaan itu? Nge blokir kecintaannya? Masalah besar pasti udah terjadi.

Bara sekarang sudah ikut tertular khawatir. "Oke Athena, kamu tenang dulu ya? Aku sekarang mastiin kondisi Sultan dengan telepon dia. Kalo telepon aku nggak di angkat, aku bakal cari ke rumah dia. Udah ya? Kamu tenangin diri kamu dulu. Sultan orangnya bijak kok, yakin 100% mah dia nggak bakal nempuh jalur yang nggak baik."

CircleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang