Bab 47

991 71 78
                                        

"ANJING, ABHIZAR!" Bentakan Raja menggema memenuhi ruangan. "Kalau masuk rumah orang itu ketuk pintu dulu!" Sambungnya dengan geram.

Sementara Abhizar yang baru saja masuk hanya berjalan lurus menuju sofa.

Bruk

Abhizar langsung menjatuhkan tubuh besarnya tepat disofa yang berseberangan dengan yang ditempati oleh Raja dan seorang wanita yang masih terkejut dengan kehadiran Abhizar. Penampilan Abhizar bisa dikatakan jauh dari kata baik baik saja. Acak-acakan. Kusut. Wajahnya lelah. Rambutnya semakin berantakan dari biasanya.

Raja melotot tidak percaya. Lalu menoleh ke arah wanita yang masih duduk di pangkuannya.

"Kamu bilang nggak ada orang lain di apartemen ini!" Ucap sang wanita.

"Memang nggak ada!" Balas Raja kesal.

"Lalu itu siapa?!" Tanya sang wanita sambil menunjuk kearah Abhizar.

"Itu bukan orang. Itu setan." Jawab Raja.

Abhizar sama sekali tidak menggubris perdebatan kedua pasang manusia didepannya. Ia hanya menyandarkan kepala ke belakang sambil memejamkan mata.

Raja menghela napas panjang. Mengerti bahwa aktifitas panasnya dengan wanita yang baru saja dirinya temui beberapa jam lalu di bar tidak dapat dilanjutkan lagi, karena kehadiran makhluk menyebalkan yang harus dirinya akui sebagai salah satu sahabat baiknya.

"Mending kamu pulang aja deh." Usir Raja pada wanita dipangkuannya.

Dengan kesal wanita itu langsung berdiri.

"Aku juga mau pergi." Ucap wanita itu sambil merapikan pakaiannya dan berlalu meninggalkan apartemen Raja.

Pintu apartemen tertutup menyisakan dua lelaki dalam kesunyian.

Raja berdiri dengan kedua tangan bertolak pinggang. Tatapannya menyorot sahabatnya dari ujung kepala sampai kaki.

"Jadi..." Hening. "Lo mau jelasin kenapa tiba-tiba nongol jam diapartemen gue dan ngerusak momen romantis gue?" Sambung Raja.

Tidak ada jawaban. Abhizar tetap diam. Raja mengerutkan dahi. Biasanya meski suasana hati Abhizar buruk, lelaki itu tetap membalas dengan sinis. Tapi sekarang tidak. Yang ada justru wajah kosong. Dan itu jauh lebih mengkhawatirkan menurut Raja.

"Lo habis bunuh orang?"

Diam.

"Rumah sakit bangkrut?"

Diam.

"Zahra kabur?"

Abhizar langsung membuka mata. Raja mengangkat alis.

"Nah. Berarti masih soal bini."

Abhizar mengusap wajah kasar. Dirinya lelah. Sangat lelah.

"Raja." Panggil Abhizar.

"Hm?" Jawab Raja dengan malas.

"Pernah nggak,, lo ngerasa, hidup lo selama ini ternyata bohong?" Tanya Abhizar.

Raja berkedip. Lalu tertawa.

"Setiap hari." Jawab Raja dengan asal.

"Gue serius." Tegas Abhizar dengan wajah datar.

Melihat ekspresi sahabatnya, Raja akhirnya tahu bahwa saat ini Abhizar tengah menghadapi masalah yang begitu serius, meski dirinya belum tahu masalah apa yang dihadapi sang sahabat.

"Cerita" Ucap Raja.

Abhizar terdiam beberapa saat bingung harus memulai dari mana. Dari Zahra?Dari anak yang sedang dikandung istrinya itu? Dari kenyataan bahwa Mita ternyata ibu kandungnya? Atau dari fakta bahwa lelaki yang selama ini ia hormati dan benci ternyata merampas dirinya dari seorang ibu yang menangis memohon agar anaknya tidak dibawa pergi? Kepalanya terasa penuh.

💞💞
Stay tuned💃🏻💃🏻

Aku yang kau paksa hancurCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang