Bab 31

1K 57 11
                                        

Sorak riang terdengar ketika MC mulai mengumumkan sesi tiup lilin yang akan dilakukan oleh Uwais. Semua anak anak berkumpul untuk menyaksikan. Alunan musik 'selamat ulang tahun' pun menambah meriah suasana dengan para badut yang berjoget. Papa Zaki berdiri disamping kiri Uwais, sementara disamping kanan diisi oleh mama Mita dan Abhizar. Tadinya Abhizar hanya ingin menyaksikan proses tiup lilin sambil duduk dimeja tamu bersama sang istri. Namun, Uwais yang merengek ingin sang abang juga ada disampingnya terpaksa membuat Abhizar mengalah. Alhasil disinilah dia sekarang, dengan wajah datar dan tangan yang bertepuk mengikuti musik dengan kaku. Sementara Zahra duduk menyaksikan dari meja tamu tepat dibagian depan. Mama Mita sempat meminta sang menantu ikut maju kedepan, namun Zahra menolak dengan alasan malu. Mama Mita lantas maklum dengan sikap Zahra yang mungkin merasa tidak nyaman dengan sikap abai sang suami.

Sebelum meniup lilin, MC meminta Uwais untuk berdoa terlebih dahulu. Dengan polos Uwais menadahkan tangan sambil bibirnya berucap lirih "Ya Allah… makasih udah kasih Uwais umur panjang sampai hari ini. Semoga Mama selalu sehat, Papa juga panjang umur. Semoga Abang sama Kak Zahra selalu bahagia, nggak pernah ninggalin Uwais. Uwais juga mau jadi anak yang pinter, biar bisa bikin semuanya seneng. Aamiin.” Setelahnya lilin pun ditiup, para tamu bertepuk tangan menyaksikan.

MC meminta Uwais untuk memotong kue dan menyuapkan kepada papa Zaki, mama Mita dan Abhizar. Zaki menerima suapan dengan wajah senyum, tidak lupa lelaki paruh baya itu mencium kepala sang putra. Pun sama dengan mama Mita, wanita paruh baya itu bahkan meneteskan air mata saat menerima suapan dari Uwais. Meski bukan lahir dari rahimnya, namun Mita sudah menganggap Uwais seperti anak kandungnya sendiri, terlebih Uwais berpikir bahwa memang Mita lah ibunya. Dirinya masih ingat saat pertama kali Zaki membawa pulang Uwais setelah dirawat dirumah sakit untuk proses pemulihan. Dalam gendongan Zaki, tubuh mungil itu terlihat kurus dengan perban dikepala yang belum dibuka. Ketika mata kecil itu bersitatap dengan dirinya, tiba tiba saja Uwais kecil mengangkat tangan dan memanggil mama. Tentu hal itu membuat dirinya terkejut, terlebih saat bocah itu mulai menangis dan meronta memanggil kearah dirinya. Dengan naluri keibuan yang sempat dirampas dari dirinya, Mita lantas berjalan mendekati Zaki yang sedang berusaha menenangkan Uwais. Mengulurkan tangan dan mengambil alih Uwais dari lelaki itu. Uwais yang berada dalam gendongan Mita perlahan tenang dan tertidur. Zaki yang menyaksikan sama sekali tidak berkata apa apa. Uwais tidak bisa lepas dari Mita, sementara Mita seakan mendapat kesempatan untuk menjadi seorang ibu yang pernah dirinya rasakan dulu. Meski foto Jihan terpampang nyata disetiap sudut rumah besar itu, anehnya Uwais sama sekali tidak pernah bertanya siapa wanita itu.

Tiba saat Uwais memberikan suapan untuk saudara laki lakinya yaitu Abhizar. Dengan canggung Abhizar menerima suapan dari pemuda yang selalu memiliki tatapan polos serta raut ceria bak seorang anak berusia 3 tahun itu. Entah takdir yang terlalu kejam atau memang dirinyalah sumber kesengsaraan yang terjadi pada mereka, pikir Abhizar. Kalau waktu itu dirinya mengikuti perkataan sang bunda untuk tetap menunggu dibangku taman bersama sang adik Uwais, Uwais tidak mungkin berlari kejalan yang mengakibatkan kecelakaan itu terjadi. Merenggut nyawa bunda mereka sekaligus membuat Uwais cacat seperti sekarang.

**

Saat ini para tamu tengah menikmati pesta. Para anak anak yang merupakam teman teman Uwais sedang bermain wahana, ada juga yang menyaksikan atraksi para badut, termasuk Uwais.

Di tengah suasana meriah itu, Zahra melihat beberapa sosok memasuki halaman pesta. Tiga lelaki dengan gaya santai namun tetap rapi: Fadlan, Azlee, dan Raja. Mereka tersenyum begitu menemukan Abhizar di kerumunan dan berjalan menuju tempat Abhizar dan Zahra duduk.

"Kenapa kalian bisa ada disini?" Tanya Abhizar kepada ketiga sahabatnya itu.

"Kita diundang sama tante Mita. Of course, kita datang" Jawab Raja.

Aku yang kau paksa hancurCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang