Bab 26

1.9K 72 11
                                        

Wanita yang usianya sudah tidak muda itu tengah berdiri didepan pintu kamar putra tercintanya dengan tangan membawa nampan berisi sepiring nasi dan lauk pauknya. Menghembuskan nafas sekali dan membuangnya, serta tidak lupa mengucapkan bismillah, memohon pertolongan kepada yang maha kuasa untuk memberinya kekuatan. Secara perlahan umi Lya membuka pintu kamar tersebut yang kemudian menampilkan pemandangan yang menyayat hatinya. Disana, didepan jendela, buah hatinya duduk dikursi roda dengan wajah termenung.

"Alzam" Seru umi Lya dengan nada ceria untuk menarik perhatian sang putra. "Umi bawakan makan siang untuk kamu. Hari ini umi sengaja masakin masakan kesukaan kamu. Ada soto ayam sama sambal udang balado. Makan dulu yuk nak" Sambung umi Lya yang saat ini sudah mengambil posisi duduk disamping Alzam.

Tidak ada respon dari Alzam, putranya itu masih saja termenung dengan tatapan kosong. Siapapun yang melihat keadaan Alzam saat ini pasti akan sangat merasa prihatin. Bagaimana tidak, tubuh yang dulunya gagah dan tegap, kini kurus dan tak bertenaga. Kelopak mata bagian bawahnya terlihat menggelap, pertanda bahwa lelaki kurang tidur. Belum lagi wajah yang dulunya bersih, sekarang dipenuhi rambut didaerah atas bibir dan dagunya. Umi Lya, abah Malik dan Mala selalu berusaha untuk membersihkan daerah wajah Alzam, namun lelaki itu selalu memberontak dan berteriak marah. Alhasil lelaki itu terlihat seperti tidak terawat.

"Mau sampai kapan kamu seperti ini zam?. Umi nggak sanggup lihat kamu seperti ini terus. Umi mau anak umi yang dulu" Ucap umi Lya dengan isak tangis yang sekali lagi tidak bisa ia bendung. Ibu mana yang tidak sedih melihat anak kesayangannya harus berada dikursi roda, tidak bisa berjalan bahkan tidak memiliki semangat untuk hidup. Kalau bisa umi Lya ingin menggantikan posisi putranya itu. Biar dia saja yang mengalami penderitaan itu, jangan putranya.

"Umi" Ucap Alzam dengan pelan membuat umi Lya yang mendengar bersemangat merespon lantaran jarangnya sang putra berbicara.

"Iya nak ini umi. Alzam mau makan? Atau mau minum?" Tanya umi Lya secara beruntun dengan wajah berbinar hangat.

"Zahra" Jawab Alzam yang berhasil menghilangkan binar pada wajah wanita tua itu. "Alzam mau ketemu Zahra umi" Sambung Alzam, kedua tangannya perlahan menyentuh tangan wanita yang sudah melahirkannya itu.

Wajah Alzam penuh harap setiap kali mengutarakan keinginannya untuk bertemu dengan wanita pujaan hatinya. Bukan baru pertama kali Alzam membahas Zahra, melainkan ini sudah kesekian kalinya. Dan umi Lya hafal betul respon yang akan ditunjukkan Alzam jika jawaban ibunya tidak sesuai dengan keinginannya.

"Nanti ya zam, Alzam makan dulu. Nanti umi telfon Zahra, suruh dia kemari. Yang penting Alzam makan dulu, ya" Jelas umi Lya, yang sekali lagi mengarahkan sendok kemulut Alzam. Namun seperti dugaannya diawal, bukannya menerima suapan sang ibu. Sendok yang berada didepan mulutnya justru ditampik dan jatuh. Membuat makanan yang seharusnya masuk kedalam mulut malah berakhir berantakan di lantai.

"UMI BOHONG!! Dari kemarin umi bilang mau telfon Zahra. MANA!! MANA UMI MANA!! KALAU UMI UDAH TELFON ZAHRA, PASTI ZAHRA AKAN DATANG. ALZAM MAU KETEMU ZAHRA UMI!!!. Bentak Alzam yang membuat umi Lya tersentak kaget. Betapa sakit hati umi Lya mendapatkan perlakuan kasar dari putra kesayangannya.

"Zahra sudah menikah zam. Dia udah ninggalin kamu, dia lebih memilih nikah sama laki laki kaya raya, dibanding sama kamu yang cuma karyawan bank" Ucap umi Lya yang sudah tidak tahan melihat Alzam yang selalu menanyakan keberadaan Zahra.

Alzam yang mendengar penjelasan dari umi Lya mengamuk meraung memanggil nama Zahra. Lelaki itu bahkan berusaha berdiri dari kursi rodanya. Namun lantaran kakinya yang tidak bisa bergerak, alhasil membuatnya terjatuh dan terkapar dilantai.

"Alzam!!" Teriak umi Lya saat melihat putranya terjatuh dan langsung tergesa hendak membantu Alzam. Kedua tangannya terulur untuk membantu Alzam kembali kekursi roda. Namun justru ditampik oleh Alzam, membuat umi Lya yang tidak siap justru jatuh tersungkur.

Aku yang kau paksa hancurCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang