Bab 30

1.9K 59 12
                                        

Mobil pajero hitam milik Abhizar memasuki pekarangan rumah megah dengan cat berwarna putih. Memarkirkan kendaraannya, Abhizar dan Zahra lalu keluar dari mobil. Mereka disambut dengan nuansa dekorasi yang begitu mewah. Halaman luas itu disulap menjadi taman bermain. Balon balon mulai dari ukuran kecil sampai yang besar disebar diberbagai titik. Ada perosotan kecil, ayunan gantung, dan tenda mainan penuh warna yang membuat suasana tampak seperti karnaval mini.

Terdapat panggung mungil dengan tirai biru dan lampu sorot yang berkelap-kelip. Di sekitarnya, beberapa orang dewasa mengenakan kostum binatang: panda besar dengan kepala bulat yang menggemaskan, kelinci putih bertelinga panjang, dan singa berambut surai lebat namun berwajah jenaka. Mereka berjalan ke sana kemari, melambai-lambai sambil menghibur anak-anak tamu yang berlarian riang.

Di tengah taman berdiri meja panjang berlapis taplak putih elegan, penuh dengan jajanan manis seperti cupcake berwarna pastel, kue berlapis fondant berbentuk kastil, hingga cokelat batangan yang ditata seperti menara. Dan tentu saja, kue ulang tahun Uwais berdiri megah dengan tiga tingkat di ujung meja, dihiasi figura kecil berbentuk roller coaster dan balon warna-warni di atasnya yang terbuat dari cokelat.

Ada banyak anak anak dan orang dewasa yang menghadiri pesta ulang tahun super megah itu. Meski memiliki keterbelakangan mental, namun Zaki Albirru tidak pernah malu memperkenalkan Uwais kepada setiap koleganya. Bahkan Uwais menempuh pendidikan disekolah international yang telah dipastikan Zaki sekolah itu bebas dari perundungan. Uwais terlihat begitu akrab berinteraksi dengan anak anak normal lainnya, meski jika dilihat terdapat perbedaan yang begitu jauh diantara bentuk tubuh sang adik dengan anak anak yang lain.

Sorak tawa anak-anak bercampur dengan musik ceria dari pengeras suara. Balon sabun beterbangan, menciptakan kilau pelangi kecil setiap kali terkena sinar matahari. Semua orang tampak larut dalam kemeriahan, seolah berada di dunia fantasi yang indah.

Namun di balik semua itu, Abhizar berdiri dengan wajah datar sedikit kaku. Matanya mengikuti Uwais yang tertawa riang bersama badut berkostum panda, dan untuk sesaat ada cahaya hangat yang muncul di matanya. Sayangnya, senyum itu hanya menggantung sebentar, tenggelam kembali di balik dinding yang ia bangun sendiri.

Disamping Abhizar, ada Zahra yang dari awal kedatangannya menatap sekeliling dengan takjub. Jujur, ini pertama kali untuk Zahra datang kerumah orang tua Abhizar. Meski sudah tau orang tua Abhizar adalah orang yang sangat berada, namun menyaksikan secara langsung bukti kekayaan mereka membuat Zahra tidak dapat berkata apa apa. Selain rumah yang begitu megah dan besar, kira kira berapa banyak uang yang dikeluarkan mereka untuk membuat pesta sebesar ini hanya untuk acara ulang tahun. Untuk dirinya yang merupakan kalangan menengah kebawah tentu akan berpendapat itu adalah perbuatan menghamburkan uang. Namun untuk kalangan seperti Abhizar dan keluarganya itu pasti hal yang biasa dan terkesan tidak seberapa.

Saat Zahra menoleh kearah Abhizar, Zahra merasa ada yang aneh. Gelagat Abhizar terkesan sangat dingin dan datar untuk orang yang akan bertemu dengan keluarganya. Tapi bukankah lelaki itu memang kaku, jadi Zahra hanya mengabaikan perasaannya itu. Suara riang membuat Zahra menoleh. Seorang pemuda berambut keriting seleher, sedang berlari kearah mereka, kearah Abhizar tepatnya. Memeluk tubuh Abhizar, senyum diwajahnya mengembang sangat lebar.

"Abhi datang, yeeyy" Ucap Uwais.

Abhizar kaku sejenak, tatapannya menunduk, seakan ingin menyembunyikan gelombang emosi di dadanya. Jujur, dirinya teramat ingin membalas pelukan sang adik. Namun perasaan tak pantas merajai pikirannya. Alhasil kedua tangannya hanya diam di sisi tubuhnya.

“Selamat ulang tahun” kalimat pendek itulah yang Abhizar ucapkan. Datar dan kaku. Dengan tangan kanannya yang menyodorkan sebuah paper bag besar tanda hadiah darinya dan Zahra.

Aku yang kau paksa hancurCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang