Teater kehidupan telah dimulai,
dengan pelakon tunggal dan dialog bisu.
Rencana berjalan, takdir melantai,
di antara hati yang patah dan bujukan palsu.
Maukah engkau menjadi pendengarku?
Memahami potongan sketsa peran,
menghakimi kenangan dan w...
Langkah sang perempuan terhenti Dia sudah tak pulang ke rumah berhari-hari Sibuk mengejar mimpi Kejut sang lelaki terasa kuat akan langkah tanpa bunyi Tak sempat ditepis sisa aroma yang pekat Tak sempat lenyap bekas gincu yang melekat Pelan-pelan sang perempuan berbisik kaku 'Sayang, bibir siapa yang tadi bertamu?'
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.