Hidup tentang mengingat dan melupakan.
Mengumpulkan apa yang tercecer,
melepaskan apa yang berontak ingin pergi.
Hidup tentang menjalani rutinitas,
menikmati momen dan melupakan
apa yang sedang dijalani.
Hidup tentang bergerak mengikuti detak
putaran jarum jam dan tunduk
pada pengaruh rotasi serta menetap pada
aturan gravitasi.
Hidup tentang berjuang dan menyenangkan
hati yang lain hingga lupa hakikat sendiri.
Hidup tentang sekedar hidup,
lalu lupa bagaimana menciptakan
esensi jiwa.
Melepaskan makna, terkurung
menunggu mati.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Monolog
PoesíaTeater kehidupan telah dimulai, dengan pelakon tunggal dan dialog bisu. Rencana berjalan, takdir melantai, di antara hati yang patah dan bujukan palsu. Maukah engkau menjadi pendengarku? Memahami potongan sketsa peran, menghakimi kenangan dan w...
