Teater kehidupan telah dimulai,
dengan pelakon tunggal dan dialog bisu.
Rencana berjalan, takdir melantai,
di antara hati yang patah dan bujukan palsu.
Maukah engkau menjadi pendengarku?
Memahami potongan sketsa peran,
menghakimi kenangan dan w...
Raup rindumu nanti. Kecup malamku nanti. Rengkuh cintaku berulang kali. Namun, cukuplah saat ini beradu dalam mimpi. Kukatakan padamu berulang kali. Maaf, sementara baiknya kita jalan sendiri.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.