Teater kehidupan telah dimulai,
dengan pelakon tunggal dan dialog bisu.
Rencana berjalan, takdir melantai,
di antara hati yang patah dan bujukan palsu.
Maukah engkau menjadi pendengarku?
Memahami potongan sketsa peran,
menghakimi kenangan dan w...
Wajah maskulin dengan kulit sewarna kayu manis serta wangi yang menyegarkan bagaikan hutan pinus selepas hujan.
Pemikiran bagaikan seorang alkemis muda dengan ide-ide menawan. Suaranya adalah nada-nada lembut yang mendengung pelan, menenangkan para pemilik hati yang patah.
Latar hidup, petualangan, serta kisah-kisah miliknya yang tak pernah terjadi padaku mampu membuat imajinasiku terpukau. Kekasih seperti dirinya tak ada bandingannya dengan mereka yang pernah mencuri hatiku.
Segala yang luka menjadi sembuh, segala stigma menjadi suci, segala yang terkubur kembali ke permukaan. Dunia yang mendung mendadak benderang.
Tak akan pernah dia sadar, hadirnya meninggalkan jejak impian serta jutaan syair di hari depanku. Tak akan pernah dia sadar, bahwa dirinya adalah syair bagi kekasihnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.