Chapter 21

1.9K 91 0
                                    


"kamu gak pulang ke hotel tadi malam." seseorang bergabung sarapan tanpa di undang keesokan paginya. Aku mendongak dan mendapati gilang yang terlihat tak begitu senang. Aku rasa, dia masih ingat apa yang kukatakan tadi malam. Atau bagaimana aku membanting pintu di depan matanya.

Aku menaruh hape yang sedang kumainkan dan menyelesaikan roti bakarku. "so?"

Dia memakan suapan pertamanya. Tapi tak melepas pandangannya dariku. Ada apa cowok ini dengan pandangannya? Kenapa dia selalu memandangku seperti akan menelanku begitu saja? "seharusnya kamu sedikit punya otak buat sekedar sms kan?"

Sedikit punya otak untuk sekedar sms. "sms? Sms siapa?"

Dan gilang menyiramku dengan tatapan mautnya. Tatapan yang selalu diberikannya saat aku mengabaikan Hany atau saat aku menjawab anaknya dengan sarkatis. Tapi aku senang. Dia membuatku tak perlu mengkhawatirkan detak jantungku yang suka meliar saat dia tersenyum.

"gilang, kamu gak usah khawatir. Kita bakal balik dengan pesawat yang sama. Tapi sebelum itu, aku gak ngerasa kalau kamu perlu tahu aku sedang apa." Kali ini, gilang malah terlihat ingin menenggelamkanku ke dasar kolam renang di luar restoran hotel. Aku meminum kopiku sambil mengawasinya. Apa dia tak ada rencana dengan super model itu?

"oke, mungkin pak richard juga gak terlalu suka dengar anaknya pesta semalaman." Dia melihatku dari balik kacamatanya. Bagaimana orang bisa tahu urusan orang lain begitu mudah? Kenapa aku tak pernah tahu apa yang dilakukan seseorang sampai ada yang mengetuk pintu rumahku dan memberitahu secara detail. Sama seperti Diana. Aku rasa Gilang juga punya kemampuan yang sama.

"mungkin." Aku sungguh bangga dengan apa yang akan kukatakan. "Tapi apa Hany bakal senang kalau tahu dia bakal dapat mama baru dalam waktu dekat?" suapan gilang terhenti di tengah jalan dan memberiku tatapan tajam. Lihat, aku jelas patut berbangga dengan umpan balikku.

Aku mengaduk kopi dengan santai dan memberinya senyum manis. "what?"

Dia mengunyah sarapannya sambil memberitahu kami siap pulang sore ini.

***

The Journey of Miss What (completed)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang