Bab 8 Ajakan Afifah

18.5K 805 4
                                        

"Ko mukanya di tekuk gitu si Safa?" Tanya salah satu temanku

"Kalian gak tau kalau di kelasku ada dosen baru?"

"Siapa Saf namanya? Ganteng atau cantik?" Tanya mereka secara bersamaan.

"Gak ganteng tapi ju.des!" Aku menekankan kata judes. Karna hari ini aku sangat kesal dengan dia. Bagaimana tidak dia memperlakukanku seperti itu.

"Ko gitu Safa, baru kali ini kamu sekesal itu sama dosen emangnya ada masalah apa Safa?"

"Asal kalian tau saja aku di keluarkan dari kelas gara-gara dia" Jawabku geram

"APAAAA?" Ucap mereka keras sampai semua orang yang sedang makan di kantin melirik ke arah kami.

"Ih kalian bisa pelan-pelan gak si ngomongnya"

"Iya iya maaf, tapi ko bisa bisanya seorang Safa di keluarkan dari kelas?"

"Elu gak main-main kan selama di kelas?" Ucap Bella

"Atau elu ngelakuin yang aneh aneh gak selama mata kuliah berlangsung Saf?" Ucap Mawar kali ini

Akupun mulai menceritakan kepada mereka berdua dari awal aku kenal dengan pria itu dan sampai tadi aku di permalukan di kelas oleh lelaki itu. Tapi aku tidak bilang kalau aku mulai tertarik dengan pria itu nanti apa kata temanku kalau aku menyukai pria yang sudah beristri, gawat
Bisa-bisa aku di nasehati mereka sampai malam sampai lupa waktu shalat makan bahkan tidur.

Aku mendengar adzan dari arah mushola kampus rasanya sangat merdu dan akupun mengajak kedua temanku untuk shalat berjamaah disana kebetulan kami sedang tidak ada kelas. Saat mengambil wudhu aku di buat kagum karna yang baru saja mengumandangkan adzan adalah pria itu, segitu cepatkah rasa kesalku hilang buktinya sekarang aku sudah memujinya lagi dan kamipun langsung melaksanakan shalat dzuhur berjamaah.

Dan akhirnya semua mata pelajaranku hari ini selesai saat aku ingin menaiki bis, bunyi getar di saku bajuku membuatku kaget nomornya asing bagiku tapi kalau tidak di angkat takut teman lamaku atau ummi pake nomer lain. Akupun langsung mengangkatnya.

"Hallo assalamu alaikum" Ucapku

"Wa alaikum salam" Ucapnya di sebrang sana

"Maaf ini siapa ya, Soalnya nomernya gak ada di kontak Safa?" Tanyaku

"Aku Afifah, kamu Safa kan?"

"Oh mba, iya saya Safa maaf ada apa ya mba menelpon saya?" Tanyaku

"Tidak, aku hanya ingin mengajak kamu dan Ummi makan malam di rumahku, bagaimana bisa tidak?"

"Hari ini mba?" Tanyaku

"Iya Safa, aku si maunya malam ini kalian datang kerumahku untuk makan malam, gimana Safa kamu sibuk enggak?"

"Sebelumnya saya minta maaf mba, saya sangat mau makan malam bersama mba tapi masalahnya saya baru naik bis untuk pulang jadi bagimana kalau besok saja, kebetulan saya hanya ada satu kelas besok?" Usulku

"Ah baiklah kalau begitu berarti besok jam 7 aku tunggu ya, kamu sudah tahu kan alamat rumahku? Kan ada di kartu nama suami saya" Ucapnya sangat halus

"Iya saya tahu mba, baik mba besok saya usahain datang dengan Ummi mudahan aja gak ada halangan ya mba"

Setelah mengucap salam akupun langsung menutup teleponnya dan segera menaiki bis, hari ini aku kebagian duduk lagi baguslah aku tidak perlu pegal karna berdiri terlalu lama.

Aku langsung membaringkan tubuhku di kasur. Hari ini sangat lelah di tambah tadi pagi hal yang sangat menjengkelkan bisa-bisanya aku di hukum oleh pria itu, memikirkannya saja membuat jantungku berdegup lebih cepat apalagi memandanginya secara lama, astagfirullah.

Akupun memasuki kamar Ummi yang kebetulan masih terbuka dan menceritakan bahwa besok malam kita di undang makan malam bersama dengan keluarga mba Afifah dan ummipun menjawab dengan antusias. Ya semenjak mereka kesini Ummi selalu membahas mereka, banyak saran dari Ummi dari mulai berpenampilan seperti mba Afifah yang anggun dewasa, shalehah dan memiliki suami baik seperti mas Kahfi, menurut Ummi lelaki itu sungguh hebat di usianya yang baru 27 tahun dia bisa mengembangkan usahanya menjadi beberapa cabang dan menjadikan istrinya wanita satu-satunya yang harus ia jaga setiap waktunya, baby sister kali wkwk.


****

Kahfi pov

Sesampainya di rumah aku langsung menuju meja kerjaku karna banyak sekali laporan yang belum aku tandatangani karna tadi aku harus mengajar. Padahal aku tidak berminat mengajar dulu aku pernah mengajar di salah satu kampus itupun hanya berlangsung satu tahun dan aku memutuskan mendirikan perusahaan bergerak di daerah Jakarta yakni banking syariah dan sekarang mengajar lagi karna di suruh istri, kata istriku aku harus mendapatkan karyawan yang bagus dari mahasiswa-mahasiswi yang siap dan mampu bertanggung jawab di perusahaan. Jadilah aku mengikuti saran dia dan karena kebetulan temanku cuti 1 bulan di Universitas itu akupun menggantikannya dan mulai mengajar ekonomi syariah mulai hari ini.

Aku memikirkan hal tadi saat aku menghukum gadis itu dia terlihat sangat polos, apalagi waktu jatuh di hadapanku wajahnya seperti tanpa dosa dan membuatku melupakan semua laporanku ah perasaan apa ini kenapa aku memikirkan dia,. Entahlah akhir akhir ini dia selalu ada dalam pikiranku dan mengganggu kinerja otakku.
Saat aku ingin bangun dari kursiku tiba-tiba suara ketukan pintu mengagetkanku.

"Mas kamu belum selesai?"

"Udah sayang, sebentar lagi mas turun ya"

"Cepet ya mas, takut masakannya keburu dingin"

"Iya sayang"

Akupun langsung menuruni anak tangga karna memang ruang kerjaku berada di lantai atas dan menghampiri istriku tercinta, pastinya istriku mengambilkan nasi dan ikan untukku, hari ini dia memasak ikan pepes dan rendang daging dua makanan yang memang sangat aku suka saat sedang asik-asiknya makan, istriku malah berkata.

"Mas aku mau bicara, besok aku undang Safa makan disini sebagai tanda perkenalanku dengan dia"

"Uhuk uhuk uhuk" Tiba tiba saja aku tersedak

"Kenapa mas, pelan-pelan dong makannya, ini minum dulu"

Aku langsung meleguk air putih sampai habis, aku sangat terkejut dengan perkataan istriku apa ini kenapa harus mengundang gadis itu kesini apa dia bener-bener ingin aku menikah dengan gadis itu sungguh di luar dugaan istriku mulai dekat dengan dia. Bahkan dia bergerak sangat cepat bagaimana kalau dia serius dengan ucapannya tempo hari yang menginginkan aku menikahi gadis itu, jangan sampai semuanya terjadi karna aku tidak akan membagi cintaku untuk siapapun termasuk gadis itu.

"Mas ko kamu bengong, kamu enggak suka sama rencana aku?" Tanyanya

"Ah tidak sayang mas juga tertarik, jam berapa sayang acara makan malamnya"

"Jam 7, mas jangan pulang telat ya safa juga sudah bilang kalau ia akan datang dengan umminya"

"Iya sayang aku usahakan demi kamu ya, mudahan aja gak ada pekerjaan mendadak"

Setelah selesai makan malam, akupun langsung menuju kamar bersama istriku, untuk tidur tentunya karna hari ini aku sangat lelah. Lelah dengan pekerjaan, lelah juga dengan pikiranku.

Tanpa kahfi duga afifah bergerak jauh lebih cepat

Trimakasih buat yang udah vote dan coment 😊

My Second WifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang