Bab 38 Spidol Melayang

16.3K 617 2
                                        

Kau menyilaukanku di saat malam itu penuh dengan kegelapan 🍁

Hari ini Safa memutuskan untuk pergi ke Kampus karna harus memberikan beberapa tugas yang selama seminggu ini sudah tertinggal. Diapun mulai memberikannya pada dosen setelah semuanya selesai dia pergi ke kantin untuk menghampiri kedua temannya. Karna setelah kejadian itu tidak ada temannya satupun yang menanyakan keadaan dia apa temannya juga marah pada Safa dan menganggap Safalah dalang dari kekacauan rumah tangga dosennya itu. Oleh karena itu Safa datang ke Kantin untuk menjelaskan itu semua pada temannya kalau mereka sudah salah paham saat Safa menghampiri mereka bukannya malah pergi mereka justru langsung memeluk Safa begitu erat.

"Safa lu baik baik aja kan?" Tanya Mawar

"Iya Saf, gue khawatir banget sama lu soalnya belum masuk kuliah baru sekarang masuk dan maaf kita gak hubungin lu gue takut lu masih terpukul sama kejadian itu jadi gak gue hubungin dulu takut lu masih mau sendiri" Ucap Bella panjang lebar

"Aku gapapa ko, justru aku pikir kalian benci sama aku mangkanya gak ada yang mau hubungin aku selama aku di rumah" Ucapku

"Gak mungkinlah Safa, kan lu udah cerita yang sebenarnya sama kita jadi kita bakalan terus percaya sama lu kita gak mungkin kaya gitu Saf kita tau elu itu korban bukan pelaku yang kaya mereka tuduhkan. Sabar ya Safa" Ucap Bella lagi

Akupun menganggukkan kepalaku, senang rasanya kalau bertemu mereka serasa tidak ada beban di pundakku sama sekali aku bangga pada mereka yang selalu mau membantuku bahkan ummiku.

Hari ini aku harus bertemu dengan suamiku tapi kali ini berbeda dia akan mengajariku beberapa materi karena dialah memang dosenku. Tapi aku rasa dia akan biasa aja tidak akan menganggap aku ini sebagai istrinya melainkan sama dengan mahasiswa lain yang tidak ada spesial sama sekali buat dia.
Jam sudah menunjukan pukul 12 : 50 itu artinya sepuluh menit lagi mata kuliahku akan mulai akupun langsung pamit pada kedua temanku dan berlari memasuki kelas. Aku takut kelas aku tidak mau di hukum sama suamiku sendiri. Dan benar saja belum lama aku duduk dia sudah masuk dengan membawa beberapa buku yang dia pegang sungguh gagah dengan kemeja yang berwarna biru sangat tampan tidak apa-apa kan aku memuji suamiku sendiri bahkan aku sudah muhrim dengan dia.

Aku terus memperhatikan dia sampai spidol menyambar kepalaku.

"Aawwww" Ucapku karna sedikit kaget mendapatkan spidol ini

"Kalau lagi belajar jangan ngelamun, kalau kamu mau melamun silahkan keluar dari kelas saya!" Ucapnya sedikit emosi

"Maaf pak, saya tidak akan mengulanginya lagi" Ucapku

Akupun tidak akan memperhatikan dia sebegitunya lagi, bukan membuat dia terpesona justru dia malah melemparkan spidolnya ke kepalaku. Aku mulai mencatat semua materi yang aku anggap penting setelah mata kuliah selesai akupun memutuskan untuk pulang tapi tunggu kenapa dia belum keluar juga sedangkan mahasiswa saja sudah keluar semua, apa yang akan dia lakukan disini seharusnya dia sudah pulang.

"Saya mau bicara" Ucapnya sangat dingin, dasar pria es

"Bicara apa pak?" Tanyaku

"Saya udah izinin kamu selama 5 hari jadi rabu kita bisa langsung berangkat ke Bandung" Jelasnya

"Tapi pak, saya kan....."

"Tidak ada penolakan, lagian kamu sudah di beri izin keterangannya ada di saya biar saya yang simpan saya takut gadis ceroboh seperti kamu akan menghilangkan surat izin ini" Ucapnya kali ini membuat hatiku sesak langsung saja aku tinggalkan dia di kelas, biarkan saja aku tidak suka dia selalu dingin seperti itu. Padahal bisa saja kan dia basa-basi mengajakku pulang bersama tapi dia tidak padahal kita itu serumah aku memutuskan untuk berjalan kaki menuju Halte dan mulai memasuki bis kebetulan bis kali ini tidak ramai, dan aku memang sudah tahu harus naik yang mana kalau mau ke rumah suamiku. Aku memutuskan untuk membaca novel di dalam bis karna jalan ke rumah suamiku lumayan jauh di banding rumahku saat aku sedang asik dengan bacaan novelku aku di kagetkan dengan seseorang yang memegang pundakku ternyata itu adalah Kevin sahabat mas Kahfi tapi kenapa dia naik bis, bukannya dia selalu menggunakan mobil pribadi.

My Second WifeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang