Dering telepon mengagetkanku dan ummi.
"Hallo assalamu alaikum, apa benar ini keluarga Muhammad Kahfi" Ucapnya di sebrang sana siapa sebenarnya yang menghubungiku tapi ini nomer mas Kahfi.
"Iya benar, ini siapa kenapa ponselnya ada di anda?" Tanyaku karna aku tahu betul mas Kahfi tidak mungkin bertanya seperti itu
"Maaf kami dari pihak kepolisian, keluarga anda mengalami kecelakaan"
Deggggg
Bagai petir di siang bolong, mas Kahfi kecelakaan itu artinya Fafa hatiku hancur untuk kesekian kalinya kali ini lebih hancur aku menjatuhkan ponselku begitu saja air mataku terus mengalir dengan derasnya hatiku sesak begitu saja.
"Nak kamu kenapa? Siapa yang meghubungi kamu?"
"Mi, mas Kahfi"
"Kenapa nak? Kahfi kenapa?"
"Mi" Ucapku tak sanggup bahkan sekarang air mataku keluar begitu derasnya.
"Nak, kenapa sebenarnya apa yang terjadi nak?"
"Mas Kahfi kecelakaan mi, itu artinya Fafa mi" Rasanya untuk berucap lagipun lidahku sudah tidak sanggup.
"Astagfirullah," Ucap ummiku dan sama menangisnya sepertiku.
"Mi bagaimana dengan Fafa mi?" Aku tidak bisa membayangkan bagaimana Fafa sekarang.
Cobaan apalagi ini ya Rabb, kenapa rasanya hatiku tidak bisa merasakan senang sebentar saja kenapa hatiku terus merasakan sesak seperti ini.
"Nak kamu tahu gak sekarang Kahfi ada dimana?"
Aku menggelengkan kepalaku
Tak lama ponsel ummi berbunyi, ternyata itu mertuaku dan memberitahu alamat rumah sakit yang sekarang ada di pikiranku hanya Fafa, aku tidak peduli dengan keadaan mereka aku takut anakku kenapa-napa apalagi ku dengar kata ummi mobil mas Kahfi rusak sangat parah bagaimana kalau Fafa kenapa -napa bahkan aku tidak akan memaafkan diriku sendiri aku takut dia masih kecil tidak seharusnya dia mengalami hal seperti ini.
Aku dan ummi segera bergegas pergi kerumah sakit tempat dimana anakku berada.
***
Pukul 12 : 00 aku sampai di rumah sakit, tidak peduli sakit di kakiku aku berlari begitu cepat bahkan aku meninggalkan ummiku.
"Sus cepat sus dimana ruangan Muhammad Kahfi yang tadi kecelakaan mobil sus?"
"Sebentar saya cari dulu"
"Sus tolong cepat!" Ucapku terus menerus
"Nak kamu harus sabar"
"Mi bagaimana Safa sabar kalau anak Safa sekarang aja gak tahu kondisinya seperti apa, ummi ngertikan?" Ucapku lumayan meninggi karna aku begitu takut.
"Mereka ada di lantai atas bu"
Aku tidak memperdulikan ummiku, aku terus berlari sampai aku menemukan kedua mertuaku dan tunggu mereka menggendong Fafa.
"Fafa?" Ucapku sambil terisak
"Nak, kamu gapapa sayang?" Ucapku lagi
"Fafa, ini bunda sayang"
Aku langsung mengambil alih Fafa dari mertuaku.
"Nak tenang, entah ini kuasa Allah swt atau apa yang jelas tidak ada luka cukup parah pada Fafa, hanya lecet sedikit saja di bagian kaki bahkan luka dalam pun tidak ada" Ucap ibu menenangkanku
Subhanallah, sungguh besar kuasamu aku sangat beruntung ya Allah, anakku Fafa tidak terkena apapun hanya lecet sedikit saja pada bagian kaki akhirnya hatiku mulai lega mendengar perkataan ibu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Second Wife
SpiritualSafa Althaullah gadis polos yang tidak pernah memperdulikan hal sekitar kecuali ibunya. Cerita itu di mulai ketika Safa bertemu dengan Afifah dan Kahfi sepasang suami istri yang terlihat sangat harmonis tapi mereka memaksa Safa untuk melakukan renca...
