Athala memutuskan untuk mengajak Dini mengobrol di sebuah restoran. Athala, Andra, dan Dini duduk di sebuah meja kayu, Athala memanggil pelayan restoran.
"Selamat siang, ini buku menunya"
Pelayan memberikan buku menu, Athala dan Andra sudah mulai memilih sedangkan Dini sama sekali belum membuka buku menu.
"Dini gak pesan?"
"Gak kak"
"Tenang aja kok kakak yang bayar kan kakak yang ngajak Dini, atau mau disamakan aja sama kakak?"
Dini menatap Athala lalu memberi jawaban dengan anggukan kepala.
"Jus alpukat 2,..."
"Jus alpukatnya 3 mbak"
"Ada lagi?"
"Chesee cake 2, lo apa Ndra?"
"Gue mah nasi goreng aja deh lapar"
Andra memberikan cengiran pada Athala, Athala hanya menggelengkan kepalanya.
"Udah mbak itu aja"
"Iya, silahkan di tunggu"
Pelayan itu menjauh dari meja Athala. Athala mulai menatap Dini yang dari tadi menundukkan kepalanya.
"Dini, kakak mau tanya tadi pagi ngapain Dini di depan ruang OSIS dan kebetulan juga tadi Andra lihat Dini bolak-bali di depan ruang OSIS?"
"Di...Dini sebenarnya Di..Dini"
"Ngomong aja"
"Dini yang ambil uang konsumsi"
Athala tersenyum pada Dini membuat Dini, juga Andra mengerutkan dahi.
"Tha lo kok senyum sih?"
"Kakak hargai kejujuran Dini, tapi apa alasan Dini ngambil uang konsumsi?"
"Ibu Dini masuk rumah sakit, Dini gak ada uang buat bayar rumah sakit, uang yang Dini ambil pun masih kurang buat bayar biaya Ibu di rumah sakit"
"Ibu Dini sakit apa?"
"Gagal ginjal"
"Oke gini uang yang kamu ambil udah kakak ganti, kakak gak akan bilang ke siapa pun soal ini"
Dini langsung melihat ke arah Andra, Athala tau maksud Dini melihat Andra, Andra mengerutkan dahinya merasa aneh di perhatikan.
"Kok ngelihat ke gue semua?"
Tiba-tiba pelayan datang membawa pesanan mereka.
"Lo harus janji?"
Athala mengangkat jari kelingkingnya di depan wajah Andra.
"Janji apa?"
"Jangan bilang siapa-siapa soal masalah Dini"
"Oh, oke deh"
Andra menautkan kelingkingnya dengan kelingking Athala. Athala ingin melepaskan, tapi Andra menahannya.
"Jari kelingking lo kecil banget ya? Imut-imut gitu kaya orangnya"
"Lepasin gak"
"Iya-iya"
"Dini makan dulu nanti habis makan kita lanjutin"
Setelah makan Athala menatap serius Dini, Andra tidak mau ikut campur masalah antara Athala dengan Dini. Maka dari itu, Andra memutuskan untuk bermain game di ponselnya.
"Dini, kakak punya rencana kita pura-pura menaruh uang yang kamu ambil di depan pintu dan ditulis surat seolah-olah Dini minta maaf ke mereka ga usah cantumin nama kok"
"Uangnya udah Dini pakai, lagi pula Dini gak mau nulis surat pasti mereka tau kalau itu tulisan Dini"
"Tenang aja kan ada...."
Athala merebut ponsel Andra dan menatap Andra serius begitu pun dengan Dini, Andra hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Apa?"
"Ndra lo nulis surat ya?"
"Surat apa? Surat cinta? Tanpa ditulis juga udah kelihatan gue cinta lo"
"Bukan Andra lo tuh ya ngeselin banget sumpah"
"Lah terus surat apa?"
"Surat permintaan maaf karena udah ngambil uang konsumsi"
"Kan Dini yang ngambil kenapa gue yang nulis?"
"Kalau Dini yang nulis nanti tulisannya dikenalin kalau lo kan gak, lagian lo beda sekolah sama kita, tulisan lo juga pasti jelek jadi gak akan ada yang tau kalau yang ngambil cewek"
"Yakin banget kalau tulisan gue jelek?"
"Lo kan rese, mau bantu gak?"
"Ada syaratnya"
"Apa?"
"Nanti malam jalan sama gue?"
"Gak mau"
"Ya udah tulis aja sendiri"
"Iya deh"
Andra tersenyum dan mengacak rambut Athala.
"Mana kertas sama pulpennya, kata-katanya dari lo ya?"
"Iya"
Untuk : OSIS
Maaf, karena saya sudah mengambil uang OSIS, saya punya alasan mengapa saya mengambil uang OSIS, tapi uang ini saya kembalikan. Sekali lagi saya minta maaf, dan terimakasih.
Andra memberikan surat itu pada Athala, Athala kagum akan tulisan Andra yang sangat bagus.
"Kenapa? Kagum ya sama tulisan gue?"
"Gak. Tapi, iya sih bagus. Kok bisa bagus sih?"
"Bisa dong gue gitu loh"
"Sombong amat"
Andra tertawa, Dini yang melihat kelakuan pasangan yang menurutnya aneh hanya tersenyum.
"Tinggal ngelanjutin rencana selanjutnya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Pasangan Aneh (END)
Genç Kurgu"Kalau gue menang tanding basket sama sekolah lo, lo harus mau jadi cewek gue dan gue gak menerima penolakan" "Siapa lo?" "Andra Ardiansyah calon pacarnya Athala Anastasya" "Gila" "Bye gue pergi dulu ya, jangan kangen nanti juga kita ketemu lagi k...
