Memulai Kembali

2.7K 80 1
                                        

Sakit ketika mengingat perlakuanku dulu kepadamu yang begitu sangat menyakitkan sekali untukmu. Aku tahu maaf saja tak cukup untuk membuat sakitmu hilang.
~Andra Ardiansyah~

Andra melihat Athala yang sudah terduduk dibangunin sambil membaca buku lantas Andra melewati Athala bersama Beni dan dibangku mereka yang berada tepat dibelakang Athala.

"Pagi-pagi bau wangi"

Andra mengendus-ngendus mejanya lalu duduk diatas mejanya dan memegang rambut Athala yang dikunci dua.

"Dih pantas ada bau wangi ternyata rambutnya cewek cantik"

"Lepas gak?"

"Kalau gue gak mau gimana?"

"Gue pukul lo"

"Mau dong dipukul pakai hati"

"Parah lo pagi-pagi juga udah godain Athala aja"

"Bisa gak sih gak usah usil masih pagi tahu gak?"

"Oh berarti kalau udah siangan boleh gue usilin katanya Ben"

"Ih gak gitu"

Andra lantas menarik kedua tali rambut Athala hingga rambut Athala tetgerai. Hal tersebut membuat Athala bertambah emosi dipakai hari yang cerah.

"Andra"

Athala yang sudah geram berteriak tetapi dibalas dengan tawa menggelegar dari Andra dan Beni.

"Apa honey? Kangen? Rindu?"

"Balikin gak?"

"Balikan aja mau gak?"

"Balikin gak?"

"Balikan dulu yuk baru gue balikin"

"Wah parah lo Ndra minta balikan kek minta permen"

"Iyalah kan dia emang manis kaya permen"

Athala yang tadinya ingin berteriak lagi mendadak merona karena ucapan Andra.

"Cie pipinya lo warnain ya kok merah gitu?"

Athala bangkit dari duduknya lantas menjewer telinga Andra, Andra mengaduh kesakitan dan hal tersebut membuat seseorang yang baru datang meledek.

"Wih ada drama pagi-pagi gak salah gue kesini"

"Kok lo ada disini An?"

"Iyalah cowok gue kan ada disini, gue mau ngasih sarapan Beni"

Anjani memberikan kotak bekal pada Beni dan Anjani duduk disamping Beni tepatnya dibangku Andra.

"Tuh lihat jadi cewek mah pengertian ngasih sarapan bukan kaya lo ngasih jeweran pagi-pagi, untung gue sayang"

"Sayang pala lo peyang"

"Hush nanti kalau lo sayang gue mau kok gue tanggung jawab"

Athala lantas kembali duduk dibangkunya dan melanjutkan bacanya yang tertunda karena keusilan Andra.

"Serius banget sih lo, baca apa sih?"

Andra pindah duduk disamping Athala sambil menyangga kepalanya dengan tangannya dimeja.

"Kebiasaan gue tanya diam aja"

Tangan Andra yang tidak menyangga kepalanya menyatukan rambut Athala.

"Lepasin"

"Mau gue ikat gak, dulu juga kan gue pernah ikat rambut lo, ingat gak waktu beres-beres setelah acara ulang tahun SMA Merpati"

Athala hanya mengangkat kepalanya, Andra tersenyum melihatnya, lantas Andra mengambil satu ikat rambut milik Andra disaku celananya. Andra menyatukan rambut Athala lalu mengikatnya.

"Gimana udah gak gerah kan?"

"Hm"

"Tha gue mau ngomong"

"Dari tadi juga lo ngomong deh Ndra"

"Hehe iya sih, tapi ini omongan serius"

"Apa?"

"Hubungan kita gimana?"

"Gimana? Maksudnya?"

"Iya kita udahan atau gak?"

"Bukannya dulu lo lebih pilih Dini daripada gue?"

Andra lantas terdiam mendengar pertanyaan Athala yang tepat mengenai hatinya. Hatinya langsung sakit mengingat perlakuannya dulu ke Athala.

Pasangan Aneh (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang