Penjelasan

8.2K 1.8K 107
                                        















"Jadi, ini pacar baru?"

"Halo,"

Suga sedikit mengucapkan salam sopan, Taehyung memperhatikan sambil ngunyah keripik kentangnya berantakan. Jimin mengalihkan pandangan, kok kesal ya rasanya.

"Biru-biru yang manis? Tipe lo tinggi juga,"

"Diem bangsat,"

"Hahahahaha,"

Tau? Itu ketawa Taehyung yang paling menyebalkan ditelinga Jimin saat ini. Suga beralih menghadap pacarnya, lalu senyum sedikit karena Jimin keliatan kesal.

"Dia mabuk?" Pertanyaan gamblang, Jimin reflek menoleh kearah Suga,

"Apa?"

"Temenmu mabuk? Coba cek,"

Jimin mengernyit tapi beralih nurut juga, memperhatikan Taehyung yang sama sekali gak fokus sama kantong keripiknya sendiri, bahkan ketawa gak jelas karena apa.

Mukanya juga merah total, dan Jimin menggeram frustasi. Suga ketawa memperhatikan,

"Tunggu sebentar," Jimin bangun dari duduknya, sedikit lari kearah dapur. Dan Suga masih duduk rapi perhatiin Taehyung yang mulai menatap dia balik,

"Jimin mana?" Datar, pandangannya lurus. Wow, Suga nyaris mengaku Taehyung lebih tampan begini.

"Dapur, mungkin ambil air,"

"Ho, jadi pacarnya berapa hari?"

"Baru sehari kemarin, lo mabuk kan?"

"Gak, masih setengah sadar,"

Suga manggut sekilas dan Jimin datang dari arah dapur dengan segelas air, duduk dihadapan Taehyung rapi,

"Minum dulu, terus lo pergi dari sini. Jangan kerumah orang tapi mabuk,"

"Ck, sombongnya sama pacar baru,"

"Ya, ganggu lo."

Taehyung terkekeh ambil segelas air dan diminum dua kali teguk.

Suga benerin posisinya, duduk menyender rapi dibawah sofa. Satu hal baru; Jimin ternyata orang yang luar biasa peduli sama sang teman.
















;

"Ada badai ya tadi,"

"Bukan badai bagiku,"

Suga menggeleng datar, sementara Jimin menyelipkan tangan lagi dipinggangnya. Peluk badannya halus dan bahkan ini masih didekat pintu keluar,

Taehyung baru saja ditendang keluar sama Jimin; ya dalam artian minta pulang sendiri. Katanya gak mau ganggu yang pacaran, padahal memang ganggu total daritadi.


"Jimin," Suga beralih pegang sedikit lengan baju Jimin dibagian bisep,

"Apa?"

"Jam sebelas malam aku pulang,"

"Ya,"

Iya tapi pelukan Jimin dipinggangnya semakin erat, Suga memilih diam. Rasanya Jimin gak akan lepas pelukannya kalo memang bukan dia yang minta,

"Kapan-kapan ikut aku ke studio," Jimin berujar setelah suasana hening sejenak,

"ㅡoke? Nanti ganggu,"

"Suga kan? Gak ada kata ganggu,"

"Terserahmu."

"Terserahku? Sekarang?"

Jimin sedikit melonggarkan pelukan, Suga balik menatap. Tanda tanya, "Iya?"

"Oke, coba tutup matanya,"

"Mau ngapain?"

"Tutup aja, retorik."

"Nggak, bilang mau ngapain,"

"Berisik,"

Jimin mengalah, beralih tangannya tangkup pipi putih pucat tirus itu halus, Suga sedikit mengerjap, belum loading tapi Jimin bahkan mendekat lagi,

Ciuman pertama, sehari setelah pacaran.













Bangsat mau mati, ㅡhati Park Jimin jam 10.45 pm


























ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
Ciuman juga akhirnya lo berdua.
Mau bobo lagi.
alahu.

Charm ㅡpjm x mygCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang