"Ohㅡhai? Baru pulang?"
Suga melangkah mendekati orang asing, Jimin bahkan mendelik sedikit bingung. Terlihat akrab, tapi siapa?
"Iya, pesawat delay dua jam,"
"Kasihan,"
Rambut hitam legam, disibak kebelakang dan tertutup snapback. Tas gitar disampirkan dibahu kiri. Wajah oriental yang khas, nyaris seperti Jimin.
Beda dibagian bibir.
Jimin berjalan, mendekati Suganya dan orang asing terlihat menatap kearahnya. Memasang senyuman ramah dan menunduk sedikit. Salam sopan, dan Suga menoleh,
"Ini Jimin,"
"Halo," Jimin balas menunduk sekilas memasang senyuman ramah,
"Halo, teman Suga? Kwon Hyuk disini."
"Ehmㅡ"
"Ya, teman dekat."
Wah, Suga lantas menyambar omongan. Tangan melingkar dilengan Jimin halus, meskipun katanya teman dekat. Dan orang asing itu menaikkan sebelah alisnya.
"Teman dekat?"
Jimin mengedikkan bahu, beralih tangannya masuk kedalam kantong mantel. Rasanya dalam hati ada yang menusuk, jauh lebih tertohok dibanding kata-kata rasa saya persenannya berkurang.
Jelaslah.
Suga tersenyum sedikit, canggung mengeratkan pelukan tangannya di lengan Jimin. Kwon hyuk, sedikit mengangguk sekilas tanda mengerti.
"Okelah. Besok aku mampir ke cafe. Lo ada kan?" tersenyum tipis, Suga reflek wajahnya cerah sekali. Senyumnya berubah lebar,
"Jam? Sedia dari pagi,"
"Pagi? Sekalian ambil bfast. Hotel bfastnya kurang enak."
"Siap, bawa uang lebih."
"Yaaa,"
Asik sekali, Jimin merasa susah masuk kedalam obrolan. Bahkan orang asing itu menepuk kepala Suganya halus, sebelum mereka berpisah.
;
"Tadi siapa?"
Jimin tanya langsung bahkan masih dijalanan, sebentar lagi masuk kedalam gedung apartemen. Jarak masih sekitar beberapa meter.
Suga memiringkan kepala, "Cinta pertama,"
Ada yang menohok rasanya, tapi Jimin lantas terkekeh, tidak anggap serius. Sudah biasa,
"Itu yang katanya mantan?" Sedikit mendorong bahu Suga sampai cowok itu minggir sedikit dari jarak mereka. Lengannya betah dipeluk sedari tadi, percaya Suga begini?
"Bukan mantan," Suga mendekat lagi, gestur gak mau jauh. Entah, Jimin gemas dalam hati.
"Lalu?"
"Teman lama. Pisah karena dia debut,"
Jimin manggut tanda mengerti, "Orang ketiga selalu teman lama ya."
"Kenapa orang ketiga?"
"Ada bau biruku direbut."
Suga mengernyit, Jimin beralih senyum tipis. Menatap birunya santai sambil menghembuskan asap rokok, "Apa? Salah aku ngomong?"
"Cemburu?"
