Masalah

7.7K 1.6K 294
                                        













"Gak enak?"

Sibuk melamun, Suga menoleh jadi jawaban. Jimin disampingnya, pegang jagung bakar setengah habis. Bahkan ini malam hari, setelah tutup cafe lebih awal.

Dan Jimin datang tanpa kontak, berdiri didepan pintu cafe setelah mereka tanpa kontak nyaris dua puluh empat jam.

Mau tanya? Gengsi.

Berakhir Jimin membuka pertanyaan duluan, Suga beralih diam gak tahu jawab apa.

"Suga,"

"Ah, iya?"

"Kenapa? Jangan melamun,"

"Gak, bukan melamun,"

"Apa dipikir?" Jimin membuang batang jagungnya kedalam tempat sampah didekat mereka berdiri.

Ya, kencan malam lagi.

"Jujur atau bohong?"

"Jangan bohong sama Jimin,"

"Kenapa semalam gak ada chat?"

Jimin lantas tersenyum tipis, "Habisin jagung bakarnya dulu, nanti aku cerita,"

"Cerita sekarang. Ada masalah?"

"Nanti,"

"Aku pacarmu, Jimin,"

"Belum sayang kan?"

Suga bungkam, mengalihkan pandangan lagi lalu gigit jagungnya sendiri. Gak ada jawaban, hati rasanya mencelos tapi reaksi datar, seperti biasa.

Jimin mengedikkan bahu, ambil sebatang rokok. Dan hembusan asap tambah aroma bohem jadi teman kencan malam hari ini.




















;

"Cerita, udah habis jagungnya." Suga beralih mendekati Jimin lagi, duduk disamping Jimin yang duduk diatas pinggiran jembatan.

Jimin tatap intens, asap terhembus sekali lagi, "Cerita apa?"

Paha dicubit dan Jimin reflek meringis, "Sakit tau, jangan galak."

"Cerita, semalam kenapa? Pulang cafe gak ada kontak,"

"Ah, kangen?"

"Bukanㅡ"

"Ohya, lupa kamu belum sayang,"

"Memang kamu sudah?"

Jimin lantas terdiam lalu menjulurkan lidah, "Tebak."

"Gak," Suga mencebik dan kaki tendang kaki sebelahnya, "Belum sayang,"

Jimin menjepit rokok dikedua jari, merapatkan badan dan tangan beralih ambil tangan pucat yang diam rapi diatas paha Suga,

"Yasudah, anggap aku mulai sayang Suga."

"Gak bisa, kamu belum sayang, Jimin."

"Bisain, kamu juga belum,"

"Pacaran tanpa saling sayang berarti?"

Pertanyaan Suga lantas membuat suasana hening, rambut biru kesukaannya dibelai angin. Pemandangan malam hari dibelakang Suga karena penerangan lampu jalanan terlihat seni.

Suga itu seni. Makanya Jimin suka. Bukan gitu?

"Kalo iya?" Jimin sedikit memiringkan kepala, tatap intens Suganya. Mereka saling tatap, waktunya cukup lama.

Gak ada jawaban, perasaan Suga ragu, tapi biasa saja. Belum tahu rasanya bagaimana, bukan sakit hati, bukan merasa dipermainkan.

Jimin hari ini dibalut hoodie putih tanpa syal, Suga memperhatikan sebenarnya. Memutuskan kontak duluan lalu melepas syal merahnya sendiri.

Mendekat dan melingkarkan syal dileher Jimin, yang empunya leher sedikit terdiam. Mengerjap matanya, lalu tersenyum sekilas karena Suga beralih memeluk halus badannya.

"Bercanda ya, hoodie polos dimusim dingin begini,"

"Haha, lupa. Tadi terlanjur kangen," Jimin membiarkan Suga memeluk halus lehernya,

"Makanya kenapa gak kontak? Aplikasi chatting?"

"Habis kuota."

"Wifi gratis dimana-mana, Park,"

"Entah, gak ada mood pegang handphone. Yang di chat belum sayang,"

"Gitu aja?"

"Ya,"


Terkekeh keduanya, tanpa bilang sayang. Malam ini berakhir, hanya pelukan halus jadi pelengkap. Suga betah peluk. Badan Jimin gak keras dan kekar maupun tinggi seperti cowok lain.

Kurus, tapi berbentuk ditiap lekukan, pundak cukup sempit tapi nyaman. Apalagi ketika Jimin membalas pelukan, elus sebentar belakang kepalanya,

Hati Suga berdesir.

"Belum sayang kamu, Jimin."

"Iya, tau."
























ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
belum sayang, belum sayang.
Belum sayang belum sayang.
Beli nugget mcd yuk :(

Charm ㅡpjm x mygCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang