Return 3

14.3K 978 17
                                    


Happy Reading..

♡♡♡♡

Seorang pria baru saja memarkirkan mobilnya di basemen gedung apartemen tempatnya tinggal. Namun, untuk beberapa saat pria itu belum juga turun dari mobilnya. Sosok pria yang tidak lain Jo tengah menyenderkan kepala di sandaran kursi mobil sambil menutup matanya.

Pikirannya benar-benar kalut saat ini. Setelah beberapa kali menghela napasnya. Ia pun turun dari mobil dan berjalan menuju lift dan memencet angka 5 tempat apartemennya berada. Selama menunggu pintu lift Jo hanya terdiam dengan wajah yang terkesan datar namun dinginnya yang malah dikagumi oleh banyak wanita, termasuk beberapa wanita yang kini berada satu lift dengannya yang beberapa kali mencuri pandang ke arah Jo sambil berbisik satu sama lain mengagumi ketampanan lelaki itu.

Namun Jo sama sekali tidak terganggu, atau lebih tepatnya tidak peduli dengan tatapan kagum yang mereka tunjukan. Ia sudah terbiasa dengan semua itu. Baginya semua perempuan sama saja, mereka hanya memandang seorang laki-laki hanya dari segi fisik dan kekayaan. Maka dari itu selama 6 tahun ini ia tidak pernah serius menjalin hubungan dengan yang namanya perempuan. Bukan, bukan trauma. Ia hanya tidak mau kembali jatuh ke lubang yang sama, itu saja.

Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya lantai yang ia tuju pun sampai dan pintu lift secara otomatis terbuka. Dengan tenang Jo berjalan menyusuri lorong menuju pintu apartemennya yang berada tepat di ujung lorong.

Suasana dingin dan gelap langsung menyapa ketika Jo sudah ada di dalam apartemen mewahnya yang bernuansa modern. Apartemen yang baru ia tempati sekitar 1 bulan yang lalu. Selama ini ia memang tinggal di London lebih tepatnya sejak 6 tahun lalu.

Jo langsung membanting tubuh lelahnya ke sofa yang ada di ruang tengah. Karena sejak hari ini dirinya sudah resmi menjadi seorang CEO menggantikan ayahnya di perusahaan. Tidak terlalu banyak yang hari ini ia kerjakan memang. Namun ... entaklah.

Sejak pertemuannya dengan gadis itu siang tadi dan beberapa saat yang lalu, ia merasa lelah secara pikiran. Jo benar-benar kalut dengan perasaan marah yang mendominasi. Gadis itu, gadis yang menjadi awal kehancurannya 6 tahun yang lalu. Ia tidak menyangka bisa di pertemukan lagi dengan gadis yang ingin sekali ia hindari.

Dengan kemunculan Aika kembali ke dalam hidupnya, mau tidak mau ia harus mengingat kembali kejadian menyedihkan yang membuatnya merasa jijik terhadap dirinya sendiri. Dirinya yang tidak berdaya, dirinya yang hanya diam ketika di perlakukan semena-mena. Dirinya yang dengan bodohnya berpura-pura menjadi siswa dari kelas rendahan hanya karena ia ingin memiliki seseorang yang mencintainya tanpa memandang siapa dirinya dan menerima ia apa adanya. Namun apa yang ia dapatkan? Cinta? Bulshit!

Kasihan sekali si Jo!

Jonathan benar benar terlihat seperti pecundang sekarang.

Dia memang pecundang bukan.

Dan masih banyak lagi bisikan-bisikan yang tiba-tiba saja berkelebatan dalam pikirannya. Yang membuat Jonathan mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Nafasnya mulai tak beraturan dan dadanya yang terasa sesak. Keringat dingin pun mulai muncul di dahinya dan seketika ia pun membuka matanya yang sejak tadi tertutup.

"Arrggh! Brengsek!" teriaknya seraya menggebrak meja yang ada di hadapannya dengan nafas yang tersengal-sengal. Dulu, jika sudah seperti ini biasanya ia akan melampiaskannya dengan melempar apa pun yang ada di hadapannya. Tapi tidak untuk sekarang, ia sudah sembuh. Ia tidak boleh kembali lemah seperti beberapa tahun belakangan. Dirinya sudah bisa mengendalikan emosinya dan sekarang pun ia juga harus bisa melakukannya.

Dengan pemikiran itu ia pun memutuskan untuk bangkit dan berjalan menuju dapur. Sepertinya air dingin bisa sedikit untuk mengurangi emosinya.

"kau harus tenang Jo! tidak ada lagi yang boleh mempermainkan emosimu, tidak boleh," gumam Jo pada dirinya sendiri setelah ia meneguk habis segelas air dingin. Untuk sesaat Jo memejamkan matanya untuk menenangkan diri. Dan ketika ia membuka mata, tatapannya langsung tertuju pada jas miliknya yang sudah kotor karena ulah gadis itu.

Return (Completed✔)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang