"Bencilah aku sepuas hatimu, tapi tolong biarkan aku tetap berada di sekitarmu sepuas hatiku juga."
Happy Reading!♡♡♡
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore ketika Aika akhirnya diizinkan oleh lelaki itu keluar dari ruangannya. Berada satu ruangan dengan Jo selama dua jam entah kenapa waktu terasa berjalan lambat serasa berjam jam lamanya. Setelah pembicaraan mereka yang berakhir dengan Aika yang menyetujui semua persyaratan Jo, laki-laki itu pun mengusirnya begitu saja yang membuat Aika hanya bisa menghela nafasnya pasrah.
Aika kini sedang berdiri di depan pintu lift yang akan membawanya ke lantai satu yang belum terbuka juga. Dalam diamnya Aika kembali memikirkan pembicaraannya dengan Jo.
Beberapa saat yang lalu....
"Ingat Aika, aku melakukan ini bukan karena aku ingin memaafkanmu begitu saja, seperti yang kita tahu apa yang terjadi pada kita berdua dan apa yang sudah kau lakukan ..."
"Aku bisa menjelaskannya Jo," sela Aika dan kata katanya berhenti begitu saja ketika Jo mengangkat tangannya meminta Aika untuk berhenti bicara.
"Bukan penjelasan yang aku butuh kan saat ini. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya mempermainkan seseorang seperti apa yang kau lakukan padaku, bukankah itu impas, Ai?"
Aika hanya terdiam.
"Kau tidak pernah tahu apa yang aku rasakan, bagaimana hancurnya aku di permalukan di depan umum. Apa kau tidak pernah memikirkannya ketika melakukan hal itu padaku Ai?" tanya Jo dengan tatapan kosongnya yang membuat Aika semakin terdiam dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
Aika tahu. Aika sangat tahu apa yang Jo rasakan karena ia pun turut merasakannya. Tapi dengan egoisnya ia tetap melakukan apa yang si brengsek Alex perintahkan dan juga karena ada suatu hal yang juga memaksanya untuk melakukan hal memalukan itu.
"Jo."
"Pergilah, dan anggaplah ini sebagai hukumanmu karena telah mengotori jas mahalku," gumam Jo dengan nada mengusir karena ia sudah mulai tidak bisa mengontrol perasaannya sendiri.
♡
Sekali lagi Aika menghela napasnya untuk ke sekian kalinya. Air matanya pun sudah menggenang siap untuk dikeluarkan namun ia segera menghapusnya. Ia tidak boleh menangis lagi, setidaknya Jo masih sudi berbicara dengannya.
Tidak lama kemudian pintu lift pun terbuka ketika dirinya hendak masuk di saat bersamaan ada seorang wanita cantik yang keluar dari lift tersebut membuatnya tanpa sengaja menabrak wanita itu yang sepertinya tengah terburu-buru.
"Maaf Nona, Anda tidak apa-apa?" tnya Aika tidak enak hati. Astaga... kenapa ia suka sekali menabrak orang belakangan ini.
"Ya, aku baik-baik saja," jawab wanita itu seraya memperhatikan Aika dengan pandangan meneliti hingga.
"Tunggu! kau pelayan cafe yang menabrak Jonathan tempo hari, iya kan?" sergah wanita itu setelah berhasil mengingat Aika yang menurutnya sangat familier.
Mendengar itu Aika segera mendongakkan kepalanya dan ia pun turut terkejut melihat wanita itu. Wanita yang sama yang kemarin bersama Jo di cafe.
"I-ya" jawab Aika gugup.
Melihat kegugupan Aika malah membuat wanita itu terkekeh. "Kau tidak perlu gugup seperti itu aku tidak akan memakanmu. Tapi ngomong-ngomong kenapa kau ada di sini? Ah... apa bocah sialan itu meminta ganti rugi padamu?" tebak wanita itu dengan sedikit nada jengkel di sana.

KAMU SEDANG MEMBACA
Return (Completed✔)
RomantikHighest rank #5 Romance Aika, Gadis cantik yang dulu memiliki sifat yang ceria, percaya diri, berasal dari keluarga kaya dan populer di sekolahnya kini kehidupannya berubah 180 derajat karena semua hal itu terenggut darinya dalam waktu yang hampir b...