Happy reading...
♡♡♡
Jo berjalan terburu-buru melewati lorong rumah sakit untuk menuju ruangan Aika. Ia bahkan sesekali akan berlari ketika ia merasa bahwa lorong ini terasa begitu panjang tak berujung.
Dari kejauhan ia bisa melihat Jessi yang juga tengah berjalan berlawanan arah dengannya dan Jo yakin Jessi pasti sudah menemui Aika. Langkahnya melambat ketika ia sudah mulai dekat dengan Jessi dan ia tertegun ketika melihat mata Jessi yang memerah seperti habis menangis.
"Jess! Kau—"
Plak!
Jo tertegun ketika satu tamparan ia terima dari Jessi. Ia pun segera menoleh dan mendapati Jessi yang tengah menatapnya penuh permusuhan, apa salahnya kali ini?
"Kau puas?" tandas Jessi dengan air mata yang menetes perlahan di pipinya yang membuat Jo semakin bingung.
"Ada apa sebenarnya?" tanya bingung.
"Kau masih bertanya? Gara-gara perbuatanmu. Aika ... dia ...."
"Apa yang terjadi? Katakan Aika baik-baik saja 'kan?" tanya Jo mulai panik memotong ucapan Jessi begitu saja. Perasaannya mengatakan bahwa ada yang tidak beres.
"Bagaimana mungkin Aika baik-baik saja setelah apa yang kau lakukan!?" seru Jessi dengan emosinya.
Perasaan Jo semakin kacau melihat Jessi yang seperti ini. Pasti sudah terjadi sesuatu terhadap Aika, dan karena itulah tanpa menghiraukan Jessi ia pun mulai melangkah hendak menemui Aika secara langsung. Namun, langkahnya seketika terhenti ketika ia mendengar seruan Jessi yang mampu membuat tubuhnya seolah mati rasa.
"Dia pergi, Aika sudah pergi."
Jantung Jo berdetak dengan cepatnya ketika mendengar kata pergi yang Jessi ucapkan, pergi? Jo kembali berbalik dan memegang kedua bahu Jessi.
"Apa maksudmu? Katakan dengan jelas!" teriak Jo yang sudah habis kesabarannya sambil mengguncang bahu Jessi keras-keras.
"Aika pergi. Dia hanya meninggalkan ini di kamarnya," isak Jessi sambil menyodorkan sebuah kertas yang sudah terbuka.
Dengan tangan gemetar Jo meraih kertas tersebut dan membaca tulisan yang tertera di sana. Tulisan yang sangat singkat namun mampu menghancurkan hati Jo yang memang sudah kacau.
Aku pergi, jangan mencariku.
"Tidak ... kau berbohong," gumam Jo tidak percaya. Jo meremas kertas tersebut sampai tak berbentuk, sebelum akhirnya ia pun berlari menuju tempat Aika dirawat sebelumnya. Ia ingin memastikan sendiri bahwa Aika masih ada di sana tengah duduk di ranjangnya sambil membaca buku, kemudian Aika pasti akan menunjukkan wajah takut ketika melihat kedatangannya seperti hari-hari sebelumnya. Sungguh, ia lebih baik melihat Aika yang takut terhadapnya di banding Aika yang pergi darinya.
Jo semakin mempercepat langkahnya ketika ia melihat pintu ruang rawat Aika semakin dekat. Ketika sampai di depan pintu untuk sesaat Jo terdiam ragu, ia belum siap untuk kenyataan yang paling buruk. Jo melirik ke arah jendela yang kali ini tirainya tertutup rapat hingga membuatnya tidak bisa melihat keadaan di dalam seperti biasa.
Jo menghembuskan nafasnya yang terasa sesak sebelum akhirnya ia pun membuka pintu dan berjalan masuk secara perlahan, di saat itulah ia melihat keadaan kamar.
Kosong.
Tidak ada apa pun dan siapa pun, hanya ada satu ranjang yang sudah dalam keadaan rapi dan bersih seolah tempat ini tidak pernah di gunakan sebelumnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Return (Completed✔)
RomanceHighest rank #5 Romance Aika, Gadis cantik yang dulu memiliki sifat yang ceria, percaya diri, berasal dari keluarga kaya dan populer di sekolahnya kini kehidupannya berubah 180 derajat karena semua hal itu terenggut darinya dalam waktu yang hampir b...