Happy reading..
♡♡♡
"Astaga!"
Teriakan Jessi memecah keheningan pagi itu, ketika tatapannya tertuju pada dua orang lelaki yang masih tertidur pulas di ruang keluarga. Namun bukan itu yang membuat Jessi terkejut sekaligus kesal. Hingga tidak lama kemudian seruan Aika yang baru saja turun dari anak tangga menyadarkan keterkejutan Jessi.
"Jess! kau melihat Jo?" tanya Aika yang sudah panik ketika ia membuka mata tidak ada Jo di sisinya.
Jessi melirik Aika kesal. "Lihat! dia masih tidur dengan enaknya tanpa peduli sekitar!" gerutu Jessi sambil menunjuk ke arah di mana Jo dan Arya yang tertidur di karpet berbulu yang ada di ruang keluarga.
Aika pun mengikuti arah telunjuk Jessi, dan seketika saja ia membelalakkan matanya seraya menutup mulutnya terkejut.
Bagaimana tidak? Jika yang ia lihat saat ini adalah Jo dan Arya yang tertidur pulas dengan sampah yang ada di sekitar mereka. Beberapa sampah plastik makanan ringan, dan ada beberapa kaleng minuman bersoda yang sudah kosong tergeletak begitu saja. Jangan lupakan stick ps yang juga masih berantakan. Pantas Jessi bisa kesal seperti ini.
"Dasar laki-laki cuma bisa membuat kekacauan tanpa bertanggung jawab!" gerutu Jessi yang sudah mengambil satu persatu sampah yang ada di sana. Jessi bahkan sempat menendang kaki Jo yang menghalangi langkahnya.
Aika yang melihat itu pun mendekat sambil meringis tidak enak, dan membantu membereskan kekacauan yang dibuat oleh adiknya dan Jo. Astaga ... sebenarnya apa yang mereka lakukan semalaman.
"Berikan padaku. Biar aku yang membuangnya. Kau duduk saja, Ai. Ibu hamil tidak boleh lelah," ujar Jessi sambil mengambil sampah-sampah di tangan Aika, dan menuntun Aika duduk di sofa.
Aika memutar bola matanya merasa heran. Tidak Jo, tidak Jessi sama protektifnya. "Aku tidak akan lelah hanya karena mengambil sampah, Jessi!" gerutu Aika.
"Tapi tetap saja kau sedang hamil. Kalau kau butuh apa-apa kau minta tolong saja sama Bik Aminah di belakang," tutur Jessi sambil berlalu dari hadapan Aika.
Aika tidak menjawab apa pun, dan kembali mengalihkan tatapannya pada Jo dan Arya. Aika terkekeh geli ketika ia baru menyadari posisi Jo dan Arya yang sangat mesra. Di mana Jo tidur dengan posisi terlentang sedangkan Arya yang memeluk tubuh Jo seperti bantal guling dengan lengan Jo sebagai bantalan kepala Arya. Sepertinya mereka habis bersenang-senang semalam dan Aika bersyukur akan hal itu, karena itu berarti Jo dan Arya sudah kembali akur. Meskipun begitu ia sedikit kesal Jo tidak menuruti ucapannya.
Aika mengambil dua bantal sofa dan mendekati Jo dan Arya. Ia lalu meraih kepala Jo sehati-hati mungkin, dan menyelipkan bantal tersebut di kepala Jo yang semula tidak memakai alas apa pun.
Aika lalu beralih kepada Arya, dan melakukan hal yang sama dengan memberi adiknya bantal tanpa mengubah posisi Arya yang memeluk Jo. Entah kenapa dirinya suka melihat keduanya bisa sedekat ini, lucu.
"Nona, Anda butuh bantuan?" tanya seorang wanita paruh baya yang muncul tiba-tiba di belakang Aika yang membuat Aika sedikit terkejut.
Aika memperhatikan wanita paruh baya dengan wajah yang keibuan dengan celemek yang menempel di tubuhnya. Mungkin ini yang namanya bik Aminah. "Emm... apa saya boleh minta tolong ambilkan selimut untuk mereka?" tanya Aika sesopan mungkin sedikit ragu sekaligus tidak enak.
Bik Aminah terkekeh kecil melihat keengganan di wajah wanita cantik di hadapannya ini. "Siap nona! jika Anda membutuhkan sesuatu saya siap membantu. Kalau begitu saya akan mengambil selimutnya dulu," ujar bik Aminah dengan logatnya khas orang Jawa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Return (Completed✔)
RomanceHighest rank #5 Romance Aika, Gadis cantik yang dulu memiliki sifat yang ceria, percaya diri, berasal dari keluarga kaya dan populer di sekolahnya kini kehidupannya berubah 180 derajat karena semua hal itu terenggut darinya dalam waktu yang hampir b...