Dua hati yang saling mencintai, tidak akan membiarkan pasangannya sendiri
"Banyak waktu yang kita lewati, aku percaya kamu orang terbaik yang ada di hatiku. Tolong jangan biarkan aku sendiri"
***
Baru saja Melan akan meninggalkan tempat balapan itu, tiba-tiba ponselnya berbunyi bertanda seseorang menelponnya. Terlihat dilayar ponselnya "Bunda Kayla". Dia merasa heran, kenapa mamanya Kayla menelponnya, kemudian dia mengangkat panggilan itu dengan tanda tanya yang masih menghinggapi pikirannya.
Hallo bun
Iya Lan, Kayla masuk rumah sakit
Kenapa bun? Kayla kambuh lagi?
Iya Lan, kamu bisa kesini sebentar
Iya bun, saya kesana sekarang
Telponnya langsung tertutup secara sepihak. Melan bergegas melajukan mobilny menuju rumah sakit tempat Kayla dirawat, hatinya sangat sedih mendengar berita itu.
"Kay, kamu kuat ya. Aku akan selalu bersamamu", ucap seraya melajukan mobilnya dengan kecepatan lebih cepat dari biasanya. Rasanya dia ingin menangis, tapi tidak bisa.
Tidak lama menyusuri jalanan yang tidak macet. Dia tiba dan langsung menghampiri Kayla di ruangan tempat dia dirawat. Kayla masih dalam keadaan lemas, badannya seperti tidak bertulang, sangat lemah. Bunda Kayla yang menemaninya dari tadi kemudian bangkit saat melihat Melan yang baru saja masuk. Bundanya Kayla langsung menghampiri Melan dan mengajaknya berbicara empat mata.
"Lan, kamu sudah tahu keadaan Kayla kan? Apa kamu masih mau sama dia dengan kondisi kayak gitu", tanya Bunda Kayla.
"Aku mencintai Kayla dengan tulus bun, bagaimanapun keadaannya, aku akan selalu menyayanginya. Aku gak tega liat keadaannya bun, boleh aku temenin dia sampai besok pagi", pinta Melan menatap Bunda Kayla dengan bola mata yang mulai berkaca-kaca. Ingin rasanya ia menumpahkan air matanya yang sejak tadi ingin keluar.
"Iya, bunda ijinin. Terima kasih telah mencintai dan selalu membahagiakan Kayla selama ini. Jangan tinggalin dia ya Lan, dia butuh kamu", ujar bunda Kayla, air matanya tidak lagi bisa dibendung. Matanya berenang dengan air mata.
"Bunda jangan khawatir. Aku akan selalu menemaninya, apapun yang terjadi aku akan selalu bersamanya. Yauda, bunda istirahat aja. Bunda pasti lelah", saran Melan. Ia melihat wajah bunda Kayla sangat letih, begitulah seorang ibu. Saat anaknya sakit, dia pun seolah ikut merasakan apa yang dirasakan oleh anaknya.
"Iya Lan, bunda akan pulang sebentar, mau mengambil perlengkapan dan sebagainya. Kamu jagain Kayla ya", pinta Bunda Kayla.
"Iya bun, hati-hati di jalan"
Setelah Bunda Kayla berlalu, ia menghampiri Kayla yang masih terbaring lemah. Melan duduk di tepi tempat tidurnya, kemudian menatap wajah Kayla seraya memegang tangan kanannya Kayla.
"Kay, kamu cepat sembuh ya, nanti kita jalan-jalan, aku bakal ngajak kamu kemanapun kamu mau", ujar Melan tersenyum. Sekalipun wajah itu terlihat tersenyum. Tapi hatinya sangat sedih melihat kondisi Kayla seperti saat ini.
"Lan, aku minta maaf merepotkanmu. Kamu sudah kasih tau tante, kamu nginap disini", tanya Kayla.
"Uda Kay, tadi sempat telpon mama", jawab Melan.
"Syukurlah. Lan, banyak waktu yang kita lewati. Aku percaya kamu orang terbaik yang ada di hati aku, jangan biarkanku sendiri, temani aku", pinta Kayla. Air mata mengalir dari sudut mata, meleleh membasahi bantalnya.
"Aku janji, aku akan selalu menemanimu Kay, karena buat aku, kamu adalah alasan aku bahagia. Jangan sedih, aku ingin setiap hari bisa menjadi bahagiamu, aku selalu disini untukmu", ujar Melan seraya menghapus air mata Kayla. Dua hati yang saling mencintai, tidak akan membiarkan pasangannya sendiri. Rasa sayang Melan ke Kayla tidak pernah berubah hingga saat ini.
"Makasih Lan, makasih uda menerima semua aku yang tidak sempurna", ucap Kayla sendu.
"Iya Kay. Kamu jangan banyak pikiran. Yakinlah kamu pasti sembuh, kamu harus kuat", Melan memberi motivasi kepada Kayla, kemudian mencium punggung tangannya. Rasa putus asa Kayla semakin membuatnya terpuruk. Untung saja Melan tidak pernah berniat untuk pergi dari hidupnya, entah sampai kapan Kayla akan bertahan dengan penyakitnya, Melan tidak pernah peduli hal itu, karena baginya, selama apapun waktu yang Kayla punya untuk hidup, selama itu juga Melan akan mencintai dengan sangat dalam. Dia menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi Melan mencoba mencintai Kayla dengan sangat sempurna.
***
Kolis sudah tiba di rumhnya, ia langsung menghampiri Monika yang ada di ruang keluarga, mamanya sedang menonton TV. Kemudia Kolis duduk di samping mamanya.
"Ma, tau gak hari ini aku bahagia banget", sapa Kolis. Mamanya tidak menggubris, karena Monika sedang sibuk dengan acara televisi yang dia tonton. " Mamaaaa", teriaknya.
"Apaan sih sayang?", tanya Monika.
"Kolis mau cerita sama mama", serunya.
"Paling soal Melan, tadi Melan kesini", ucap Monika.
"Terus, nyariin aku gak?", tanya Kolis penasaran.
"Gak, Melan nganterin bolu pesenan mama. Bukannya dia udah samperin kamu tadi", Monika tersenyum menatap Kolis.
"Kok mama tau?", tanya Kolis penasaran.
"Aduh anak mama yang cantik, mama tuh tau gimana kamu, terus tadi ngobrol apaan sama Melan?", tanya Monika menyelidik. Dia ingin tahu perkembangan rencananya dan Reina.
"Gak banyak, dia cuma nitip salam sama Mama, dia juga marahin aku gara-gara pakaianku gak cocok", jawab Kolis memanyunkan bibirnya.
"Bagus dong. Artinya dia merhatiin kamu, buktinya dia tahu mana yang cocok atau gak sama kamu. Kamu harus ingat ya sayang, menyatuhkan dua kepribadian yang berbeda gak gampang, butuh waktu dan perjuangan. Gimana kalian bisa saling memahami dan menghargai kelebihan dan kekurangan masing-masing, terus pada akhirnya akan saling melengkapi. Kayak mama dan papamu, sifat kita beda banget. Tapi sejauh mana kalian bisa saling menghargai, itu hal terpenting", jelas Monika.
"Mama romantis banget, aku suka kata-kata mama", ejek Kolis.
"Satu lagi, cinta itu menghargai dan memahami, bukan sekedar suka doang. Okey, mending kamu istirahat, besok sekolah", ujar Monika.
"Siap ma, makasih ya untuk motivasi hari ini, Aku sayang mama", Kolis memeluk mamanya sebelum dia beranjak ke kamarnya.
"Iya sayang, mama juga sayang kamu", jawan Monika.
Setelah itu, Kolis beranjak menuju kamarnya, dia merasa lega mendengar nasihat dari mamanya. Hari ini adalah hari menyenangkan untuknya, sekalipun sempat ada masalah yang dia hadapi di saat balapan, tapi dia senang karena Melan masih saja menjadi seseorang yang selalu ada saat dia bermasalah. Hingga saat ini, ia masih menjaga rasa itu kepada Melan. Entah sampai kapan dia bertahan, dia tidak pernah peduli. Yang dia tahu, dia bahagia. Itu saja.
TBC...
Hai readers, maaf ya baru bisa update ceritanya. Semoga bab ini bisa membuat kalian senang.
Salam cinta dari Melan dan Kolis.
(Cerita sangu dan winis adalah seri kedua dari kepribadian)
KAMU SEDANG MEMBACA
MELAN & KOLIS
टीन फिक्शनHigh School Series #1 Part masih utuh, jangan lupa membaca sampai bab 3, baru beri vomentnya ya. "Karena tanpa kamu sadari, mencintaimu adalah hal yang paling menyenangkan" ~~~ Bagi cewek sepopuler dan secantik Kolis, mungkin hal aneh jika dia hanya...
