[Sedingin-dinginnya Melan, ia tidak pernah lupa memperhatikan pacarnya]
"Terkadang cinta memang harus menerima kekurangan, sekalipun itu sedikit dipaksa"
***
Setelah bel istirahat berbunyi, semua siswa berlarian keluar kelas seperti ada gempa. Mungkin saja mereka sangat lapar atau sedang latihan penyerangan ala prajurit cina kuno. Seperti apapun itu, tidaklah penting, yang pastinya, kantin sekolah akan penuh oleh siswa kelas 10 hingga kelas 11.
Namun, Melan lebih memilih berkunjung ke kelas Kayla. 11 IPA 2, tidak jauh dari kelasnya. Ia melangkahkan kakinya melewati lorong, kemudian dia sampai di depan jendela, ia melihat Kayla masih sibuk dengan catatannya. Mungkin hari ini dia akan ulangan harian matematika, karena kebiasaannya jika berhubungan dengan matematika. Melan kini telah ada dihadapan Kayla.
"Selamat siang cubby, gak keluar?" tanya Melan yang duduk di depannya.
"Melan...!" jawabnya heran. Dia sama sekali tidak tahu kapan Melan masuk ke kelasnya.
"Iya, Memangnya Dilan? Dia cuma ada di film," Melan terkekeh. "Lagi belajar?" lanjutnya.
"Ada ada aja, belajar matematika. Ada ulangan," jawab Kayla sambil sesekali melihat catatannya.
"Yaudah, kamu lanjut aja. Aku cuma mau ngasih ini," dia mengeluarkan sesuatu yang dari tadi dia sembunyikan di belakangnya.
Melan tahu kesukaan Kayla, Bolu kukus kantin sekolah. Dia menyempatkan membelinya tadi pagi, karena dia tidak suka keramaian kantin, berdesak-desakan jika ia membelinya setelah bel istirahat. Tidak lupa juga, setiap dia memberi sesuatu kepada Kayla, akan selalu ada kata-kata di kertas kecil yang dia selipkan. Dia bukan cowok yang romantis, tapi dia bisa lebih romantis jika menulis.
"Bolu kukus? Yeahhhh.... Makasih. Kamu gak pernah lupa kesukaan aku," jawabnya kegirangan.
Kayla spontan mengangkat kedua tangannya bersamaan dengan ucapannya "Yeahhh" barusan. Ia tersenyum seolah hatinya sangat bahagia, tentunya sangat bahagia memiliki cowok seperti Melan. Kaku tapi perhatian level tinggi.
"Sama-sama, aku balik dulu. Nanti aku ada rapat lagi, gak lama. Hanya mendengar kesiapan perlengkapan kegiatan," ujarnya.
"Iya, aku tunggu," jawab Kayla.
"Jangan nunggu, tapi kalo mau gak apa-apa, aku malah ngarep," jawabnya seraya memperlihatan senyumnya. Kata-katanya sedikit membuat pipi Kayla merona.
"Jangan lama ya," ucap Kayla.
" Iya, dah cubby," Melan berlalu setelah mencubit pelan kedua pipi Kayla. Melan memang menyukai hal itu, pipinya yang cubby sedikit membuatnya terlihat manis.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pagi ini aku senang, tau kenapa?
ingat kamu terus. Susah hilanginnya. Biarin saja, soalnya aku suka
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bibir Kayla membuat garis lengkung ke atas, meskipun Melan tidak seromantis cowok keren lainnya. Tapi kata-kata sederhananya mampu membuat Kayla senang. Benar orang bilang, terkadang cinta susah didefinisi, tapi tahu cara mengungkapkannya. Kayla memang beruntung memiliki cowok seperti Melan, hanya saja egonya kadang membuatnya lupa bahwa Melan sangat menyayanginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
MELAN & KOLIS
Fiksi RemajaHigh School Series #1 Part masih utuh, jangan lupa membaca sampai bab 3, baru beri vomentnya ya. "Karena tanpa kamu sadari, mencintaimu adalah hal yang paling menyenangkan" ~~~ Bagi cewek sepopuler dan secantik Kolis, mungkin hal aneh jika dia hanya...
