Tonton dulu video trailernya ya, ... :)
* * *
Masalah besar terjadi lagi sama Kolis di kantin sekolah, sekarang bukan Mora pembuat masalah untuknya, siapa lagi kalau bukan Dirga. Mantan kekasihnya, sudah lama Kolis tidak bertemu dengan Dirga. Karena dia selalu saja menghindari kehadiran Dirga, namun tidak untuk hari ini. Sepertinya Dirga sudah punya niat buruk lagi terhadap Kolis, seperti sebelum-sebelumnya. Apalagi dia mengetahui kabar bahwa dia dekat dengan Melan, Dirga semakin geram dan sangat marah.
Kebencian terhadap nama Melan semakin meningkat, ingin rasanya dia memukul wajah Melan sampai babak belur, hanya saja dia tidak mampu mengalahkan Melan jika berkelahi satu lawan satu. Dia menghampiri Kolis yang sedang asyik menikmati bakmi bersama Mendi.
"Hallo mantan pacarku yang cantik. Sekarang kamu gak bisa kemana-kemana lagi, mau sehebat apapun kamu menghindar, kamu tidak akan bisa lepas dari aku. Dirga," ucap Dirga seraya menepuk-nepuk dadanya penuh kesombongan.
Mendi berhenti seketika memakan bakmi di depannya. Begitu pula dengan Kolis, wajahnya langsung menatap tajam ke arah Dirga yang berdecak pinggang di hadapannya.
"Pembuat masalah hadir lagi, aku gak pernah takut sama kamu Ga, jangan bikin mood makan aku hilang," ancam Kolis.
"Terus? Mau nonjok? Atau mau teriak-teriak manggilin pahlawan kesiangan kamu itu, silahkan...! Aku gak takut," ujar Dirga dengan nada sombong seraya tersenyum mengejek terpampang di wajahnya.
"Mau kamu apa sih Ga? Berhentilah ngejar-ngejar aku! Aku gak suka sama kamu, ngerti!" tegas Kolis.
Ucapan Kolis membuat hati Dirga sakit, ia semakin emosi. Kemudian dia memukul meja tepat di depan Kolis.
"Aku udah pernah bilang sama kamu, aku gak kan ngebiarin siapapun deketin kamu. Sekalipun ada, dia akan mendapat masalah besar, ingat itu...!!!" Ancam Dirga. Ia kemudian melanjutkan perkataannya, "Kamu tetap punya aku, siapapun yang deketin kamu bakal masuk rumah sakit," Dirga coba mengancam Kolis lagi. Sementara kolis semakin takut dengan perkataan Dirga.
Kolis tahu bahwa ucapan Dirga tidak pernah berbohong, dia akan melakukan apapun yang dia ucapkan. Dia hanya khawatir dengan Melan, jika sampai Dirga membuat Melan bermasalah.
Dalam hitungan detik setelah ucapan Dirga, Melan muncul di hadapan Dirga dan menatap Dirga tajam. Kolis sudah mulai deg-degan, ia takut terjadi keributan diantara keduanya. Kemudian Kolis bangkit dan berusaha menenangkan Melan yang sudah terpancing oleh kesombongan Dirga.
"Kenapa, kamu bakal mukul aku jika aku jagain Kolis dari cowok brengsek kayak kamu," ketus Melan seketika.
"Ingat ya Lan, Kolis itu punya aku. Jangan sekali-kali ganggu dia ataupun deketin dia jika kamu tidak mau bermasalah dengan aku," ancam Dirga lagi.
"Dirga, Dirga, kapan kamu mau sadar. Kolis itu sudah dijodohkan sama aku, jadi udah kewajiban aku untuk jagain dia dari siapapun yang akan menyakitinya, termasuk kamu," ucap Melan menunjuk Dirga. Melan melanjutkan lagi, "Jadi mendingan kamu jauh-jauh dari Kolis, karena aku tidak mau dia kenapa-kenapa. Ngerti...!" Titah Melan.
Dia meletakkan kedua tangannya di meja dan mendekatkan wajahnya ke arah Dirga dengan tatapan sinis.
"Kamu akan menyesal Lan sudah berkata demikian," ucap Dirga dan melakukan hal sama seperti Melan, tatapan mereka beradu dalam kebencian. Dirga semakin geram ketika dia tahu bahwa Kolis telah dijodohkan dengan Melan.
Mereka sudah siap untuk saling memukul, emosinya sudah memuncak ke tingkat paling tinggi. Namun Kolis segera mungkin menghentikan niat mereka, dia tidak ingin ada masalah lagi di tempat ini karena dia.
"Hentikan..! Kak Melan...! Dirga...! Hentikan..! Kalian seperti anak kecil, kalau mau berkelahi di kantor polisi aja, biar sekalian masuk penjara, jangan di sekolah. Tolong jangan buat aku pusing," teriak Kolis.
Dia takut jika kejadian lama terjadi lagi, dia takut Dirga berbuat tidak-tidak kepada Melan, karena dia tahu bahwa Dirga orang paling nekat yang pernah dia kenal.
Dengan tatapan kemaharan, Dirga langsung bergegas meninggalkan kantin. Dia ingin sekali membuat Melan celaka, dia seperti merencanakan sesuatu untuk mencelakakan Melan, hanya saja dia belum kepikiran seperti apa rencananya.
"Terima kasih kak, seharusnya kak Melan gak perlu meladeni omongannya. Aku hanya takut kak Melan kenapa-kenapa," ujar Kolis dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"Kamu tenang aja, aku gak bakal kenapa-napa Lis,"
"Tapi kak...,"
"Udah gak usah mikirin aku, nanti kamu galau," ucap Melan berusaha membuat hati Kolis tenang.
"Iya, sekali lagi makasih selalu ada buat aku tiap kali ku bermasalah," ucap Kolis tersenyum tipis.
"Sama-sama, yaudah habisin tuh bakminya. Mubazir,"
"Uda ilang nafsu kak,"
"Liatin aku aja, biar semangat makannya," guraunya.
"Apaan sih kak, Garing deh,"
"Bye, aku balik ke kelas dulu,"
"Iya kak," jawab Kolis seraya melambaikan tangannya.
Perasaannya senang bercampur khawatir, ucapan Dirga tadi sedikit membuat pikirannya terganggu. Sekalipun Melan sudah berusaha membuatnya yakin, tapi tetap saja dia masih mengkhawatirkan keselamatan Melan.
Kolis hanya tidak ingin terjadi hal buruk kepada Melan. Tidak bisa memilikinya, bukan berarti tidak lagi peduli. Bagi Kolis saat ini, ia hanya ingin melihat Melan baik-baik saja. Hanya itu.
* * *
Jangan lupa vomentnya ya jika suka cerita ini. Thank you.
Salam cinta dari Melan dan Kolis
Happy reading ya guys, jangan lupa baca cerita lainnya juga ya. See you
IG: satriawan_heri
KAMU SEDANG MEMBACA
MELAN & KOLIS
Fiksi RemajaHigh School Series #1 Part masih utuh, jangan lupa membaca sampai bab 3, baru beri vomentnya ya. "Karena tanpa kamu sadari, mencintaimu adalah hal yang paling menyenangkan" ~~~ Bagi cewek sepopuler dan secantik Kolis, mungkin hal aneh jika dia hanya...
