Tidak mudah buat Melan membahagiakan hatinya setelah kehilangan orang terindah dalam hidupnya, tapi seiring waktu Melan akan mengerti
"Hal yang paling indah dalam hidupku adalah dicintai kamu dengan tulus, terima kasih"
* * *
Sebulan telah berlalu, ada banyak cerita yang terlewati oleh Melan, salah satunya tentang Kayla yang telah pergi selama-lamanya dari hidupnya. Bahkan hingga saat ini, Melan belum menyadari bahwa mata yang ada bersamanya saat ini adalah mata Kayla yang didonorkan untuknya. Keluarganya telah berjanji kepada Yesi untuk tidak memberitahukan hal itu kepada Melan, dia hanya tidak ingin Melan bersedih sangat dalam tiap kali melihat mata yang dia gunakan untuk melihat saat ini.
Nomor whatsapp Kayla pun kini tidak aktif lagi, Melan berkali-kali menghubungi Kayla tidak pernah bisa masuk, ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah Kayla untuk memastikan Kayla baik-baik saja. Ia sengaja mengajak Kolis untuk menemaninya ke rumah Kayla, Kolis sekarang telah menjadi teman baik untuknya, karena selama ia sadarkan diri hanya Kolis yang menemaninya di rumah sakit. Kolis juga sengaja tidak memberitahukan tentang Kayla kepada Melan, itu juga karena permintaan Kayla saat itu. Dia juga telah berjanji untuk menjadi hal terindah buat Melan setelah Kayla pergi.
Tidak lama Melan dan Kolis telah berada di rumah Kayla. Namun kedatangannya hanya disambut oleh Yesi, sementara ia sama sekali tidak melihat kehadiran Kayla, tidak seperti biasanya Kayla tidak muncul menyambut kedatangannya. Kemudian dia menanyakan hal itu kepada Yesi.
"Bun, Kayla dimana? Tumben gak langsung temuin aku, padahal udah lama gak ketemu," Melan mengerutkan dahinya penuh dengan tanda tanya besar. Yesi tidak menjawab apapun dari pertanyaan Melan, ia pun tidak tahu harus berkata apa kepada Melan tentang Kayla. Kolis pun hanya diam, dia sebenarnya sangat sedih melihat Melan, jika dia tahu bahwa orang yang dia cintai telah pergi untuk selama-lamanya dari dunia ini.
"Lan, ada hal yang harus bunda kasih tahu sama kamu," Yesi menjedakan ucapannya, karena ia tidak mampu mengatakan yang sebenarnya, bagaimanapun ia sangat terpukul dengan kepergian Kayla. Ia menatap Melan yang masih menunggu jawabannya.
"Apa bun? Kayla kenapa? Apa terjadi sesuatu sama dia?" tanya Melan semakin penasaran. Ada hal yang menjanggal dari apa yang dia rasakan saat ini.
"Kayla, sebenarnya Kayla sudah meninggalkan kita semua Lan, meninggalkan bunda, meninggalkan kamu, dan meninggalkan semua orang yang menyayanginya. Saat kamu koma saat itu, kondisinya tiba-tiba melemah, kemudian di rumah sakit dia tidak mampu lagi menahan rasa sakit yang dia derita selama ini," jelas Yesi, dia kembali menangis, air matanya bercucuran tanpa bisa dibendung lagi. Melan juga, mendengar penjelasan Yesi tersebut, ia langsung histeris, ia seolah tidak percaya bahwa kekasih telah pergi selamanya tanpa sedikitpun ia sempat bertemu Kayla untuk terakhir kalinya. Deraian air mata pun kembali terjadi di ruangan itu, Melan benar-benar merasakan kesedihan paling dalam untuk pertama kali dalam hidupnya. Ia kemudian menutup wajahnya sendiri, berharap semuanya tidak benar-benar terjadi, tapi itulah kenyataan yang harus Melan jalani, kehilangan orang yang benar-benar dia sayangi.
"Kenapa secepat itu kamu pergi Kay, kenapa? Bahkan aku belum sempat memenuhi permintaanmu untuk jalan-jalan keliling taman, liat matahari sore. Kenapa Tuhan tidak mengijinkan aku nemenin kamu di masa-masa terakhirmu, kenapa?" Melan sangat terpukul dengan kepergian Kayla tersebut, namun Kolis yang juga ikut menangis berusaha untuk menenangkannya. Yesi pun menghampirinya dan memeluk Melan, ia berusaha meyakinkan Melan bahwa setiap yang terjadi dalam hidup adalah sebuah hal terbaik dari sang pencipta.
"Kamu tenang ya kak, Kayla pergi karena Tuhan sangat menyayanginya. Selama ini, dia telah berjuang dengan sakitnya, berusaha bahagia bersamamu, berusaha tersenyum untuk membuatmu selalu bahagia kak. Dan sekarang dia telah tenang disana, dia tidak lagi merasakan sakitnya, percayalah bahwa Kayla akan baik-baik saja disamping Tuhan," ujar Kolis, seraya mengelus lengan Melan. Melan tak kuasa menahan kesedihannya, sangat dalam bahkan terlalu dalam rasa cintanya kepada Kayla.
KAMU SEDANG MEMBACA
MELAN & KOLIS
Novela JuvenilHigh School Series #1 Part masih utuh, jangan lupa membaca sampai bab 3, baru beri vomentnya ya. "Karena tanpa kamu sadari, mencintaimu adalah hal yang paling menyenangkan" ~~~ Bagi cewek sepopuler dan secantik Kolis, mungkin hal aneh jika dia hanya...
