Apa ini yang namanya cinta?

309 34 11
                                        

Kadang ada banyak hal yang dilakukan oleh orang yang sedang jatuh cinta diam-diam. Salah satunya, suka mandang dari jauh, tanpa berani mendekat.

"Masih betah suka diam-diam. Hati itu unik ya, gak bisa baca harus suka sama siapa biar senang"

* * *

Bel pulang lagi-lagi memecah keheningan kelas, para siswa sedang sibuk mengerjakan salah satu soal olimpiade matematika. Gurunya sengaja memberi tiga soal olimpiade, untuk menguji sejauh mana pemahaman mereka mengenai materi yang diajarkan. Bisa dipastikan tidak ada satupun yang mampu mengerjakan soal itu, karena terlalu sulit penyelesaiannya. Bisa jadi lebih sulit dari mendefinisikan hati yang sedang jatuh cinta.

Wajah semua siswa melemas, tidak bersemangat saat mengumpulkan lembar jawabannya ke guru matematika itu. Hampir seluruh penjuru Indonesia, matematika adalah pelajaran yang mematikan. Setelah semua lembaran itu terkumpul, ketua kelas memimpin doa pulang. Kemudian mereka menyalami gurunya secara bergiliran.

Kolis keluar kelas bersama Mendi, selalu bersama. Kemanapun Kolis pergi dia selalu bersama, kecuali ke kamar mandi. Karena berbeda jenis. Mereka melangkahkan kakinya menuju parkiran sekolah, mobil mereka selalu berdampingan. Seperti parkiran milik sendiri saja, selalu di posisi yang sama.

Terlihat jazz merah masih terparkir di tempatnya sejak tadi pagi, artinya Melan masih sekolah. Kolis dan Mendi masih berbicara di parkiran, mereka berniat beranjak dari sekolah.

Tidak lama berselang, ditengah percakapannya yang seru. Muncul Melan dan Kayla menuju parkiran tempat jazz merah itu berada, sudah jelas mereka akan bersiap-siap untuk pulang. Melan dan Kayla, masuk mobil dan kemudian mulai menyalahkan mobilnya.

Pandangan Kolis tidak berubah, tertuju pada mobil itu, entah Melan juga memperhatikan Kolis atau tidak. Kaca mobil Melan tidak bisa melihat orang didalamnya, mobil itu perlahan mulai melaju pelan, melewati mereka yang bersandar di mobilnya. Kemudian mobil Melan semakin jauh dari pandangan Kolis.

"Sampai kapan Kolis? Kamu melihat pemandangan yang menyedihkan ini. Sabar ya hati", batin Kolis seraya membuka pintu mobil dan berniat masuk. Tapi ucapan Mendi menghentikan niatnya.

"Masih betah suka diam-diam. Hati itu unik ya, gak bisa baca harus suka sama siapa biar gak patah hati", ucap Mendi sambil melipatkan tangannya di atap mobilnya. Kolis menoleh dengan wajah haru.

"Sampai hati aku lelah, dan pamit dengan sendirinya. Entah sampai kapan dia bertahan, aku bahagia", Kolis mencoba memberi senyum, bibirnya terlihat memaksa membentuk lengkungan itu.

"Jangan mengalah terus sama perasaan, dia juga butuh kenyamanan. Kalo kamu sakit, lepasin aja. Jangan pura-pura kuat", tegas Mendi membalas senyum Kolis.

Kolis kemudian masuk mobil, ia menyalahkan mobilnya dan menginjak gas bersamaan menginjak kopling dan menimbulkan bunyi khas dari mobil sportnya. Mendi melajukan mobilnya pelan, seraya melambaikan tangan bertanda ia beranjak lebih dulu.

Kolis masih saja melamun, dengan tatapan datar. Sisi lain dia ingin menjadi Kayla yang bisa mendapat perhatian Melan setiap hari. Sisi lain, dia juga bahagia melihat Melan bahagia dengan orang yang dia cintai. Kemudian dia masuk mobilnya, ia mulai melaju pelan hingga gerbang sekolah. Ia menghela napas, dan kemudian berucap pelan.

"Aku tidak pernah mengenal yang namanya jatuh cinta, tapi kenapa melihatmu hatiku seolah terluka. Apa ini yang namanya cinta?" batinnya.

* * *

Gimana keadaanmu? Uda mendingan Kay?" tanya Melan. Mereka dalam perjalanan menuju ke rumah Kayla. Melan harus memastikan keadaan Kayla seharian ini.

"Aku baik-baik aja Lan. Jangan khawatir", jawab Kayla menoleh ke arah Melan.

"Syukurlah. Tetap makan yang teratur dan rajin belajar", ujar Melan.

"Iya Lan. Makasih ya", jawab Kayla. Melan tersenyum dan mengangguk. Dia kembali memfokuskan pandangannya ke jalan, dia merasa tenang melihat Kayla membaik. Suasana menjadi hening, Kayla sepertinya lelah hari ini. Ia menyandarkan kepalanya di punggung kursi mobil mencari posisi nyaman, ia perlahan terlelap.

Melan sesekali memandangi Kayla yang terlelap. Dia tersenyum melihat Kayla dengan ekspresi yang tidak pernah dia lihat sebelumnya, baginya Kayla lucu kalau sedang tidur. Melan kemudian mengusap kepala Kayla dengan lembut sambil tangan kanannya tetap memegang stir mobilnya.

"Kay, kamu itu bahagiaku yang paling nyata. Entah, sampai kapanpun aku tetap sayang sama kamu", ujarnya pelan.

Tidak lama kemudian, mereka sampai di rumah Kayla. Kemudian Melan memegang lengan Kayla dan mencoba membangunnya, Kayla pun terbangun.

"Uda sampai ya Lan?", tanya Kayla mengusap-usap matanya. Sepertinya tidurnya sangat lelap, sampai dia tidak menyadari sudah sampai dirumahnya.

"Uda Kay, kamu jaga kesehatan. Besok aku jemput ya", ucap Melan sambil mencubit pelan pipi Kayla.

"Iya Lan. Makasih ya uda sempatin waktu buat aku, aku sayang kamu Lan", ucap Kayla dengan tatapan sendu, kemudian dia menggenggam tangan Melan. Seolah ia tidak ingin Melan pergi dari hidupnya.

"Iya Kay, liat kamu bahagia. Aku akan sangat bahagia", jawab Melan tersenyum.

Melan memang sangat mencintai Kayla, dia selalu barusaha membuat Kayla tersenyum sekalipun dengan kata-kata sederhana yang menghibur. "Kay...!" panggil Melan saat Kay akan membuka pintu mobil.

Kayla menoleh. Kemudian Melan melanjutkan ucapannya, "Aku suka senyum kamu, biarin aku jagain senyum itu setiap hari," ucap Melan.

Kayla melemparkan senyumnya, sangat indah. Melan sangat menyukai senyum itu, dari dulu hingga sekarang. Kayla kemudian keluar dari mobil, dan melambaikan tangan saat Melan melajukan Mobilnya.

"Semoga, perasaanmu akan tetap sama Lan. Sekalipun ada yang berubah dariku suatu saat nanti," ujar Kayla pelan seraya menatap mobil itu yang semakin menjauh dari penglihatannya.

Kayla percaya sama Melan, bahwa perasaannya tulus. Dia yakin, Melan akan selalu mencintainya dalam keadaan apapun. Hanya saja, dia belum bisa mengatakan apapun kepada Melan saat ini. Dia berpikir, saat ini bukan waktu yang tepat untuk dia jujur yang sebenarnya kepada Melan. Seperti orang bilang, cinta sejati akan selalu menerima apapun kekurangan pasangannya. Karena cinta bukan hanya soal kebersamaan, tapi juga ketulusan dalam mencintainya.

* * *

* * *

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


TBC...

Melan selalu berusaha membuat Kayla bahagia meskipun dengan kalimat sederhana, karena begitulah Melan mencintai Kayla.

Bagaimana dengan perasaan Kolis? Jika kamu jadi Kolis, apakah kamu akan melakukan hal yang sama?

Jangan lupa komennya ya, yang dukung Kolis mana nih?

See you

MELAN & KOLISTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang