Punya pacar itu kayak Melan aja, biar tiap hari dipuitisin
"Jangan sakit lagi, soalnya aku bosen gak denger bawel kamu"
***
Setelah mengantarkan Kolis ke bengkel terdekat, ia pun harus terpisah karena mereka memiliki keperluan yang berbeda. Melan dan Acy mengunjungi Kayla di rumahnya, sementara Kolis kembali ke sekolahnya.
"Kak, kamu gak bosen kan sama sifat Kayla yang keras kepala?", tanya Acy sambil memainkan ponselnya.
"Gak kok Cy, emang kenapa? Sejauh ini aku fine-fine aja kok hadapi sifat Kayla yang harus selalu dingertiin", jawab Melan sesekali melirik Acy, sesekali fokus ke jalanan.
"Dia tu sayang banget sama kak Melan, mungkin dia kayak gitu karena dia takut kehilangan kak Melan", ujar Acy coba meyakinkan Melan.
Melan tersenyum mendengar hal itu, Acy tahu bahwa selama ini Melan sangat sabar menghadapi Kayla dan juga sifatnya. Mungkin jika cowok lain, tidak akan bisa sesabar Melan. Banyak kali dia harus mengalah untuk bisa membuat Kayla senang, Acy tahu persis segala kejadian dan masalah mereka. Karena apapun yang terjadi sama mereka, Acy akan selalu berusaha menyelesaikannya. Untungnya, dia selalu berhasil membujuk Melan untuk menyapa bahkan meminta maaf duluan agar masalah selesai.
"Iya Cy, aku tahu itu. Dan itu adalah salah satu alasan kenapa hatiku masih sangat menyayanginya. Lagi pula, tanpa masalah, gak asyik. Iya kan?", Melan menyungging senyumnya.
"Kayla beruntung banget ya punya cowok sebaik kak Melan", pujinya.
"Kamu ada-ada aja Cy, yang beruntung tu aku. Miliki dia yang perhatian banget. Eh, uda sampai", seru Melan.
Dia memarkirkan Mobilnya, kemudian mereka melangkahkan kaki menuju pintu yang telah terbuka, Melan dan Acy disambut ramah oleh Yesi, mama dari Kayla. Yesi sudah sangat mengenal Melan dan Acy, Yesi juga tahu Melan adalah pacar putrinya. Dia telah menyetujui hubungan mereka sejak lama, dia percaya Melan bisa menjaga putrinya dengan baik.
"Eh Melan, Acy. Ayok masuk, langsung ke kamar Kayla aja. Dia lagi baring-baring", sapa Yesi tersenyum.
"Iya tante, aku khawatir sama Kayla", jawab Melan. Yesi tersenyum melihat ekspresi Melan, dia sangat menyayangi putrinya. Dia tahu, selama ini begitu sabar menghadapi Kayla yang manja dan keras kepala. Dia merasa Melan cowok yang cocok untuk Kayla. Melan dan Acy langsung menuju kamar Kayla di lantai dua.
"Kamu baik-baik kan Kay?", tanya Melan yang duduk di sebelahnya, sesekali menyentuh keningnya untuk memastikan keadaan Kayla sudah benar-benar membaik.
"Aku baik-baik aja Lan, jangan khawatir. Okey", jawab Kayla memegang tangan Melan.
Dia masih tetap di posisi baringnya. Mata mereka saling menatap, seolah ada kekhawatiran yang dalam dari Melan. Ia memang tidak pernah ingin melihat Kayla terbaring lemah seperti ini, namun sakit adalah pemberian Tuhan yang harus disyukuri.
"Jangan sakit lagi, soalnya aku bosan gak denger bawel kamu", ucap Melan sambil mencubit pipi cubby Kayla. Melan memang paling suka melakukan itu, bisa dibilang itu salah satu cara ia menunjukan kasih sayangnya kepada Kayla.
"Nyebelin deh, dah tahu pacarnya sakit. Masih aja dicubitin pipinya", ujar Kayla manja.
"Biarin, karena hal itu bikin aku seneng. Ngebahagiain pacar itu kan baik. Iya kan Cy?" tanya Melan melirik Acy. "tuh Acy aja setuju kok," lanjut Melan melebarkan senyumnya, melihat Acy mengiyakan perkataannya.
"Iya bener tu, manja banget jadi orang. Sakit sedikit aja, gak ke sekolah", ledek Acy.
"Tuh kan, gak belain kita, ditraktir apa sama Melan, ampe belain Melan", Kayla memanyunkan bibirnya. Terlihat dia begitu cantik di mata Melan, salah satu hal yang sangat dia sukai.
KAMU SEDANG MEMBACA
MELAN & KOLIS
Teen FictionHigh School Series #1 Part masih utuh, jangan lupa membaca sampai bab 3, baru beri vomentnya ya. "Karena tanpa kamu sadari, mencintaimu adalah hal yang paling menyenangkan" ~~~ Bagi cewek sepopuler dan secantik Kolis, mungkin hal aneh jika dia hanya...
