Hal yang sangat menyenangkan dari mencintai, salah satunya melihat dia tersenyum
"Aku tahu, ada rasa yang seharusnya dipendam saja. Itu lebih baik, ketika harus ngucapin cinta pada orang yang mencintai orang lain"
* * *
Melan dan Kolis sudah berada di sebuah warung kecil, tidak mewah tapi bersih. Bakmi pak Min, bakmi kesukaan Melan. Ia sengaja mengajak Kolis kesini, karena ia tahu bahwa Kolis sangat menyukai Bakmi sama sepertinya. Punya kesukaan yang sama dengan seseorang, sepertinya menyenangkan.
"Gimana? Bandingin sama yang di sekolah, enakan mana?", tanya Melan sambil menyantap semangkuk bakmi di depannya.
"Emm, yang ini lebih berasa. Pantesan saja kak Melan rekomendasikan ini, makasih ya kak udah ngajak makan bakmi", jawab Kolis. Ia mencoba memberi pendapat.
"Pokoknya pilihanku gak salah deh, dijamin halal" Melan tersenyum. "By the way, kok bisa ya kedua orang tua kita punya kisah yang indah kayak gitu, aku pikir zaman dulu gak ada namanya suka-sukaan sama teman kelas", tambah Melan.
"Iya kak, sepertinya kisah mereka seru ya, sampai harus menikah dua sahabat yang dulunya gak sepaham. Satunya hobi belajar, satunya lagi hobi musik, dan santai banget jalanin hidupnya. Sekarang turun ke aku sifat mama", jelas Kolis. Orang tua Kolis memang sangat harmonis, meskipun berbeda hobi, sifat dan kesukaan. Tapi mereka bisa memahami satu sama lain.
"Masa sih? Kok bisa saling ngertiin ya? Hebat", puji Melan.
"Begitulah kak, aku aja ampe heran", seru Kolis.
"Iya Lis, hubungan memang gak cukup cuma saling suka. Tapi lebih dari itu harus saling memahami, biar awet", ujar Melan. Dia salut dengan kedua orang Kolis dan juga orang tuanya. Tidak beda jauh dengan kedua orang tuanya, perbedaan kepribadian yang ada pada mereka, tidak membuat mereka berselisih. Bahkan mereka bisa sangat saling mengerti kebutuhan masing-masing.
"Setuju kak, kak Melan benar. Kunci dari hubungan memang itu. Jika hal itu tak ada lagi, mungkin hubungan itu tak lagi harmonis. Semoga saja keluarga kita selalu menjaga hubungan baik", kata Kolis melempar senyum. Menatap sesekali wajah Melan yang memperhatikannya cara makan bakmi.
"Aamiin, kita doakan yang terbaik" ucap Melan. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, nada lagu Beautiful in white terdengar dari ponselnya. Sebuah panggilan masuk dari Kayla. Melan kemudian menggeser icon terima di ponselnya, dia berpamitan sebentar sama Kolis untuk berbicara dengan Kayla. Biasanya, Kayla menelpon tidak lama, hanya untuk mengingatkan makan dan tidak begadang.
"Hallo Kay"
"Hallo, uda makan? Jaga kesehatan, jangan begadang ya"
"Iya Kay, kamu juga"
"Aku kangen"
"Aku juga, jangan banyak. Nanti gak bisa tidur", Melan terkekeh.
"Kenapa emang? Tanggung jawab, siapa suruh bikin pacarnya kangen", Kayla membalas dengan terkekeh juga. Dia selalu bersikap manja jika sama Melan, hatinya bahagia tidak terhingga.
"Yaudah, biar kangennya berkurang. Aku kasih kata-kata ya"
"Apa"
"Di luar gelap, hening, sepi. Tapi aku tahu, kamu ada, ada di pikiranku, selalu dan selalu"
"Makasih sayang, aku suka kata-katanya, yaudah. See you"
"See you too, bye"
KAMU SEDANG MEMBACA
MELAN & KOLIS
Teen FictionHigh School Series #1 Part masih utuh, jangan lupa membaca sampai bab 3, baru beri vomentnya ya. "Karena tanpa kamu sadari, mencintaimu adalah hal yang paling menyenangkan" ~~~ Bagi cewek sepopuler dan secantik Kolis, mungkin hal aneh jika dia hanya...
