Cinta memang harus diperjuangkan jika memang dia layak untuk diperjuangin
"Cinta tidak pernah memintamu jadi siapapun, karena setiap kali bersamamu, aku tahu kamu selalu menjadi apa yang ku mau"
* * *
Melan sudah tiba di rumah sakit, dia menemani Kayla yang masih dirawat disana. Tiap kali dia masuk ruangan ini, ada rasa yang membuat hatinya ingin menangis, ia ingin Kayla bisa bersemangat lagi seperti dulu. Penyakitnya ternyata telah membuatnya sama sekali tak berdaya, Kayla masih merasakan badannya semakin tidak kuasa untuk bangkit. Melan masih duduk di sebelah Kayla yang berbaring, ia menatap kekasihnya seraya mengelus rambutnya.
"Kay, jangan menyerah ya. Aku bawain kamu bolu kukus kesukaanmu, mau aku suapin?" ucap Melan, matanya menggenang. Hatinya ingin sekali menangis melihat kondisi Kayla seperti ini, tapi dia tahu bahwa Kayla bukanlah cewek yang lemah. Dia masih yakin bahwa Kayla akan sembuh.
"Makasih ya Lan, kamu tidak pernah bosan nemenin aku disini. Apa kamu tidak capek Lan ngurusin pacar yang lemah kayak aku," ujar Kayla, seraya memberi senyum tipis.
"Aku gak kan pernah capek nemenin kamu, karena itu janji aku dulu. Aku gak peduli, bagaimanapun kamu sekarang, kamu tetap cewek yang terbaik di hati aku. Sekarang maupun nanti," tegas Melan, ia selalu berusaha untuk membuat pikiran Kayla tenang, diam-diam dia selalu menyelipkan doanya tiap kali berdoa kepada Tuhan. Dia selalu percaya hal itu, keajaiban akan selalu ada.
"Tapi aku belum bisa jadi cewek terbaik buat kamu, malah ngerepotin kamu mulu," ucapnya sendu, wajahnya lagi-lagi mencuat sendu. Matanya kembali berkaca, seraya kesedihannya tak tertahan lagi. Namun Melan berusaha membuatnya optimis, dia tidak ingin Kayla terus-terusan dalam kesedihannya, dia ingin Kayla tahu bahwa dalam keadaan sakit ataupun sehat ia selalu mencintai Kayla.
"Cinta tidak pernah memintamu jadi siapapun, karena setiap kali bersamamu, aku tahu kamu selalu menjadi apa yang ku mau, jangan mikir aneh-aneh, kamu pasti sembuh," ucap Melan memegang erat tangan Kayla.
"Aku takut Lan, aku merasa aku gak bakal lama lagi," ujar Kayla, tak terbendung lagi air mata yang dari tadi menggenangi kelopak matanya, kini mengalir deras membasahi pipinya. Melan kemudian menghapus air mata itu, ia berusaha untuk tetap tegar melihat Kayla, sekalipun dia sendiri ingin rasanya menangis.
"Jangan bicara kayak gitu, jangan menyerah, kamu masih punya kesempatan Kay. Kamu harus berjuang, demi mama, demi aku dan demi cinta kita, jangan nangis pliss," pinta Melan.
Melan mencium tangan Kayla, Kayla pun tak kuasa menahan kesedihan yang sejak tadi terpendam. Lelehan air matanya membasahi punggung tangan Kayla, ia menatap Kayla, tatapannya begitu hangat, ada banyak harapan di tatapan mata itu. Senyum pun melekat di wajahnya menatap kekasihnya itu.
"Aku akan berusaha Lan, untuk berjuang melawan sakit ini. Besok sore ajak aku liatin taman ya, aku sudah lama tidak menghirup udara bebas, mau kan temenin aku?" tanya Kayla.
"Iya Kay, aku bakal temenin kamu lagi besok. Sekarang kamu makan bolunya dulu ya, biar aku suapin," Melan mengambil bungkusan yang ada di meja, kemudian mengambil satu bolu kukus kesukaan Kayla.
Melan kemudian dia menyuapi Kayla, ia tersenyum melihat Kayla merasa senang, sekalipun dia tahu, dia masih takut menghadapi kenyataan yang harus dia jalani saat ini. Melan selalu berusaha membuat Kayla optimis menghadapi hidupnya, karena hanya dia dan mamanya yang Kayla punya saat ini.
"Makasih ya Lan, sekarang aku punya alasan untuk bertahan hidup. Sekalipun aku gak pernah tahu sampai kapan umurku, tapi sekarang aku ingin di sisa hidupku, aku bisa menjadi pacar terbaik buat kamu, terima kasih telah setia," ujar Kayla.
KAMU SEDANG MEMBACA
MELAN & KOLIS
Teen FictionHigh School Series #1 Part masih utuh, jangan lupa membaca sampai bab 3, baru beri vomentnya ya. "Karena tanpa kamu sadari, mencintaimu adalah hal yang paling menyenangkan" ~~~ Bagi cewek sepopuler dan secantik Kolis, mungkin hal aneh jika dia hanya...
