14-Sweety Night

1.5K 107 1
                                        

Jadi tolong maafkan aku yang telat update hehe.

Tolong ya voment jangan lupa. Ya minimal vote kalau males berkomentar hehe.

Okay enjor your time guys ..

———

Hari sudah semakin larut. Tapi Sana tetap pada posisinya yang kini masih betah berdiam diri ditaman yang mulai sepi itu.

Beberapa kali ia menghela napas. Sebenarnya Sana bingung memikirkan dimana malam ini ia tidur.

Kerumah Ayahnya? Mati saja Sana disini. Ia akan sendirian dirumah besarnya itu. Ugh,itu menakutkan.

Kembali kedorm? Tidak mungkin. Harga dirinya bisa runtuh seruntuh-runtuhnya. Ish,itu memalukan.

Menginap di hotel? Bisa saja. Tapi ia tak membawa gold card yang diberi kakak sepupunya itu. Argh,sialan luar biasa.

Sana menghela napas lagi dan lagi. Menundukkan kepalanya melihat sneakers yang ia pakai. Ini dingin dan sedikit menakutkan, mungkin.

Tiba-tiba saja rintik hujan mulai turun,terasa sekali dipaha polosnya itu. Dengan cepat ia berlari dari sana dan menghampiri toko minimarket yang masih buka.

"Ugh, menyebalkan sekali. Untung tidak basah kan" gerutunya dengan mengusap-usapkan pahanya yang tadi sempat terkena air hujan.

———

"Kau mau kemana?" Tanya lelaki yang melihat temannya itu sudah rapi dengan pakaian hangat dan masker juga topi yang melekat pada wajah dan kepalanya.

Lelaki itu menoleh, "Aku akan menginap diapartemen untuk malam ini" ujarnya dan merapikan penampilannya lewat pantulan cermin.

"Astaga! Tapi diluar sedang hujan. Jangan gila kau Choi Seungchoel!" Ujarnya mengingatkan pada lelaki yang dipanggil Choi Seungchoel itu.

Seungchoel menoleh dan menurunkan maskernya, "Tidak deras. Jangan khawatir" ujarnya dan menaikan kembali maskernya.

"Lalu kau mau pakai apa kesana? Mobilmu kan ada diapartemen" lagi. Lelaki itu mengingatkan lagi. Tapi mungkin lebih terkesan untuk mencegah.

"Terbang" jawabnya asal.

Lelaki itu geram bukan kepalang, "Bercandamu tidak lucu bodoh. Aku serius"

Seungchoel duduk memakai sneakers nya, "Aku beribu-ribu dan berjuta-juta rius, Yoon Jeong Han" ujar nya tersenyum dan berdiri dari duduknya.

Jeonghan ingin sekali memotong lidah si bayi tua yang ada didepannya ini, "Dasar sinting" gumamnya menggelengkan kepalanya.

Seungchoel tersenyum, "Terserah mu saja. Aku pergi" ujarnya dan pergi tanpa menghiraukan perkataan Jeonghan yang mencoba menahannya.

Masa bodoh dengan Jeonghan. Sebenarnya ia keluar ingin mencari Sana juga. Jujur saja, ini sudah lewat pukul 9 malam. Bahkan hampir pukul 10 malam. Dia itu wanita. Bagaimana jika ada yang menyakitinya?

Ah tidak-tidak. Diakan berani. Berhenti berfikiran negatif Choi. Ayo cari Sana dan ajak dia untuk pulang.

———

"Astaga! Kumohon berhentilah mengguyur bumi untuk beberapa menit. Aku harus pulang. Aku kedinginan YaTuhan!" Gerutunya yang masih setia berdiri tepat didepan toko minimarket itu.

Ia menyandarkan punggungnya pada kaca toko itu,dan memejamkan matanya erat. Sungguh! Kali ini ia kedinginan.

"Uang ku tak cukup untuk menyewa hotel atau penginapan. Apa yang harus ku lakukan?" Lirihnya dengan masih mata yang terpejam.

The Protect BrotherCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang