Tepat saat pintu lift terbuka, Kyung Soo berpapasan dengan Chanyeol.
"Cih, Brengsek ini lagi." Chanyeol membuang muka, muak harus dipertemukan setiap saat.
"Mau apa kau kemari, hah?" Chanyeol mendekati Kyung Soo. Lalu membenarkan kerah baju Kyung Soo yang tidak kenapa-kenapa.
Kyung Soo menepis kasar kedua tangan Chanyeol. "Bukan urusanmu." ucapnya kemudian.
"Karena ini rumah sakit, Kau benar." Chanyeol memasukkan kedua tangannya ke saku celana sambil memandang Kyung Soo serius. "Aku tahu-"
"Kalian berdua!" suara Min Seok mengintrupsi Chanyeol. Pria itu bersama Oh Sehun berjalan cepat menghampiri dua mahluk bertolak belakang itu. Mereka khawatir jika Tom&Jerry itu berbuat kerusuhan di tempat ini.
"Ada apa? Kanapa kalian semua ke mari?" Chanyeol bingung akan kedatangan dua anggota F4 yang lain.
"Kuharap kalian tahu ini rumah sakit." Min Seok sampai di dekat mereka dan bersiaga mengambil tempat di tengah-tengah mereka.
"Kau pikir Aku bodoh, huh!" suara Chanyeol melengking.
"Bukan itu maksudku. Karena ini di rumah sakit, kuharap kalian tidak akan mempermalukan diri dengan berkelahi." perjelas Min Seok mengurai benang kesalahpahaman yang ada.
"Itu benar. Jangan hanya seorang gadis, kalian mempermalukan diri kalian sendiri." Sehun menambahi.
"Siapa yang Kau maksud mempermalukan diri demi seorang gadis, huh?" Chanyeol tak bisa mengontrol suaranya atau lebih tepat emosinya.
"Kalian berdua!" Sehun menunjuk kedua pria di depannya tanpa ragu.
"Ini bukan soal-"
Min Seok langsung menyela ucapan Chanyeol. "Intinya, kalian tidak boleh berkelahi. Kita ini sahabat, okay."
Chanyeol terkekeh sumbang, kemudian mendesah pelan. "Sahabat?" Chanyeol mendecih seraya berkata, "Sahabat macam apa yang setiap saat hanya ingin mengajakku bermusuhan? Kau bilang itu sahabat? Menjijikkan." usai berucap, Chanyeol langsung melenggang tanpa permisi.
"Park Chanyeol!" teriak Min Seok berkeinginan menghentikan langkah Chanyeol. Namun, Kyung Soo segera mencegahnya. "Sudahlah biarkan Dia pergi."
"Aku tidak paham dengan jalan pikiran kalian, tapi kumohon jangan bermusuhan seperti ini. Persahabatan kita baik-baik saja sebelum gadis itu datang." Min Seok kini menatap Kyung Soo serius.
"Kau menyalahkannya?" saut Kyung Soo.
"Bukan menyalahkannya, tapi realita menyatakan seperti itu. Kalian berdua sama-sama terusik oleh gadis itu." balas Min Seok.
"Jangan biarkan perasaan menghancurkan persahabatan kita ini." Sehun pun ikut mengimbuhi.
"Aku tak berniat begitu." ujar Kyung Soo lalu memasuki lift yang tepat terbuka. Min Seok memandangi Kyung Soo dan membiarkan pria itu berlalu.
"Hyung, kita lupa membawa buah tangan." Sehun teringat sesuatu saat Kyung Soo menghilang di balik pintu lift.
"Benarkah? Kalau begitu, cepat siapkan dan Aku akan mencegah Kyung Soo agar tidak masuk duluan." Min Seok buru-buru memasuki lift lain yang terbuka.
"Tentu." balas Sehun tanpa protes. Ia pun mengeluarkan ponsel lalu menghubungi seseorang.
"Sepuluh menit dari sekarang!" perintahnya diakhir pembicaraan.
•¶•
"Annyeonghaseyo...."
Obrolan mereka terpotong oleh kedatangan 3 anggota F4 yang jelas saja mengejutkan Hae Soo dan ketiga kawannya.
"Mereka?" Hae Soo bersama ketiga sahabatnya kompak melongo melihat siapa yang datang.
"Eo, annyeonghaseyo! Rupanya Hae Soo punya banyak teman baik." balas ibu sambil menerima buah tangan yang dibawa oleh salah satu dari mereka. Ibu juga bingung atas kehadiran mereka.
"Kami kakak kelasnya Hae Soo di sekolah. Perkenalkan, nama Saya Kim Min Seok." Min Seok mengenalkan dirinya lebih dulu dan menyapa kedua orang tua Hae Soo dengan sopan. Kemudian disusul 2 anggota F4 lainnya.
"Saya Oh Sehun." Sehun sedikit merendahkan punggungnya.
"Do Kyung Soo." Kyung Soo memerkenalkan diri paling akhir.
"Eum, iya-iya. Saya Ibunya Hae Soo, senang melihat kehadiran Kalian ke mari." Ibu membalas dan menyambut mereka dengan hangat. Begitupun Tuan Baek, dia menyambut mereka dengan senyuman lebar.
Atmosfer di ruangan itu mendadak beku sejak kemunculan 3 anggota F4. Lebih-lebih pada Hae Soo dan 3 kawannya, mereka merasakan kecanggungan luar biasa ada di ruang yang sama.
Sementara itu, Yixing yang masih trauma berurusan dengan anggota F4 lantas terserang kecemasan akut. Seluruh tubuhnya gemetaran dan mulai mengucurkan bulir keringat dingin. Menyadari rekannya tertekan, Baekhyun segera merubah posisi dan menempatkan Yixing di antara ia dan Eunri.
"Kau akan baik-baik saja, ada Kami di sini." lirih Eunri seraya menggenggam tangan Yixing yang dingin. Baekhyun pun melakukan hal yang serupa.
Anggota F4 yang diwakili Min Seok mengobrol ringan dengan orang tua Hae Soo. Mereka cepat akrab dan berbaur seolah sudah setiap hari bertemu.
"Maaf semuanya, sepertinya Kami sudah cukup lama di sini dan hari mulai gelap. Kami ingin pamit pulang." menyela obrolan yang tengah berlangsung dengan seru antara Min Seok dan Ibunya Hae Soo. Ia menyadari kondisi Yixing yang semakin kurang baik berlama-lama di sana.
"Begitu, baiklah. Terima kasih sudah datang ke mari, maafkan Saya jika ada ucapan yang kurang pantas." respon Ibu mengamini ucapan Baekhyun.
"Iya, Bibi. Kami pamit dulu, sampai jumpa...." Baekhyun, Eunri, dan Yixing kompak membungkuk.
"Seonbae, Kami pergi dulu." tak lupa Baekhyun memamiti ketiga kakak kelasnya itu mewakili Eunri dan Yixing.
"Iya, hati-hati di jalan." balas Min Seok ramah.
Selepas ketiga sahabat itu pergi, obrolan kembali dilanjutkan.
"Oh, iya, apa kalian kenal dengan Park Chanyeol?" tanya Ibu entah kenapa terlintas nama itu di benaknya.
"Tentu saja, Dia sahabat Kami." kini Sehun ikut bersuara.
"Benarkah? Wah ... dewi keberuntungan memang berpihak pada Putriku. Pacar yang tampan dan baik. Sahabatnya pun demikian." Ibu tersenyum syukur sambil memegangi pundak sang Putri.
"Pa-pacar?" Min Seok terlihat terkejut.
"Iya. Kalian ini bagaimana, sih, sampai tidak tahu jika sahabat kalian itu berpacaran dengan Putriku, eum?" wajah Ibu berseri-seri mengucapkannya.
"Ibu, kumohon hentikan." pinta Hae Soo menahan malu.
Min Seok terkekeh kaku, ia baru ingat jika Chanyeol memaksa Hae Soo menjadi kekasihnya. Ia mengangguk-angguk sambil mengatakan, "Park Chanyeol memang sempat bilang jika ia baru saja menyatakan cinta. Benar, kan, Kawanku?" Min Seok menoleh ke Sehun dan Kyung Soo.
"Benar sekali." saut Sehun cepat. Hanya Kyung Soo yang tidak merespon ucapan Min Seok.
"Kau sangat beruntung Putriku." Ibu mengelus-elus surai anaknya yang tertunduk menahan malu yang luar biasa.
Min Seok segera mengalihkan tema pembicaraan dan menghangatkan suasana yang sempat kaku saat Ibu membahas Park Chanyeol sebagai kekasih Hae Soo.
Pacar Park Chanyeol? Omong kosong macam apa itu? Aku tidak sudi memiliki pacar sepertinya, sekali pun pria di dunia ini hanya tersisa dia. Tidak akan pernah!
To Be Continue
Revisi[2021]SkynightNa98

KAMU SEDANG MEMBACA
Boys Over Flowers EXO Vers. [REVISI]
FanfictionBoys Before Flowers versi Exo dengan sedikit perubahan alur dan penambahan tokoh-tokoh pendukung lain. Sudah tamat, tapi masih proses revisi. Pengunggahan ulang mengikuti suasana batin penulis.