Pagi ini langit tampak tidak terlalu cerah. Kemarin adalah hari yang panjang, dimana dirinya melakukan aktivitas bahkan hingga larut malam. Lexi mulai menyibakan selimutnya kemudian berjalan menuju kamar mandi. 10 menit ia sudah selesai dengan mandinya.
Ia tampak berjalan pelan menuju lemarinya dan mengambil baju pramuka yang sudah tergantung disana. Mengenakannya dan mengancing satu-persatu kancing bajunya. Mengenakan sepatunya secara perlahan agar bengkak pada pergelangan kakinya yang cedera tak kembali terasa berdenyut. Setelah selesai, ia mulai memasukan buku-buku pelajarannya dan mengambil paper bag yang isinya adalah jaket milik Galaxi.
Ia menatap pantulan dirinya di cermin, kantung matanya mulai terlihat disana. Belakangan ini semenjak ia harus berlatih basket, waktunya semakin menipis. Bahkan ia tak sempat untuk mengistirahatkan tubuhnya cukup. Ia menghel nafasnya lalu mencoba tersenyum pada dirinya sendiri. Setelah ia rasa cukup, ia mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar yang nampak baik namun penuh dengan sejuta kesedihan di dalamnya.
"Selamat pagi bi" sapa Lexi yang melihat Bi Aini sedang menyediakan sarapan pagi.
"Pagi neng, bibi sudah buatin nasi goreng kesukaan eneng sama susu coklat. Yuk sarapan" ujar Bi Aini dengan senyumnya.
"Iya bi" ucap Lexi kemudian duduk untuk menyantap makanannya.
"Bi tolong masukin ke kotak bekal juga ya nasi gorenganya" pinta Lexi.
"Buat Den Galaxi ya neng?" tebak Bi Aini yang hanya dibalas senyuman dari Lexi.
Hari ini Lexi terpaksa memesan taxi online yang sebelumnya tak pernah ia lakukan. Maklum saja, biasanya Lexi lebih memilih untuk berjalan kaki, membawa sepeda motor atau mobilnya, bisa juga ia meminta Galaxi atau Leo untuk menjemputnya. Tapi hari ini Lexi memilih untuk tidak memilih semua opsi yang biasanya ia lakukan. Karena Galaxi dan Leo pasti sedang sibuk, pikirnya.
Dengan senyum yang merekah, kini Lexi memasuki area sekolahnya. Banyak pasang mata yang memandangnya, bahkan sesekali ada teman seangkatan, kakak kelas bahkan adik kelasnya yang memberi ucapan selamat serta cepat pulih. Mereka semua mengetahui hal yang terjadi pada Lexi saat turnamen itu berlangsung. Bahkan berita itu dengan cepat tersebar dikalangan seluruh murid, terkecuali anak-anak osis yang memang sedang disibukan dengan persiapan ulang tahun sekolah sebentar lagi.
"Wah wah wah sang kapten sudah baikan ini mah" ucap Ferdi yang tiba-tiba sudah ada di samping Lexi bersama ketiga sahabatnya yang lain.
"Gimana kaki loe Xi?" tanya Adam.
"Baik, lebih baik dari kemarin" jawab Lexi.
"Bener kan yang gue bilang kemarin? Untung aja kita paksa loe buat diurut, kalo nggak? Loe bahkan ga akan ada di sekolah hari ini" ucap Dhea.
"Iya-iya Deh, loe semua menang" ucap Lexi memanyunkan bibirnya.
"Apaan dah tu yang loe bawa?" tanya Haikal.
"Oh ini?" tanya Lexi menunjukan paper bag yang dia bawa. "Ini jaketnya si Galaxi, gue mau balikin hari ini. Lagipula gue lupa mulu buat kembaliin" ucap Lexi yang membuat Haikal hanya ber'oh ria.
Lexi menatap langit yang tampak tak terlalu bersahabat hari ini. Awan gelap tampak menutup langit biru yang biasanya menemaninya saat pagi hari. Langkahnya pun masih pincang karena kakinya yang belum sembuh total. Mereka berjalan menuju kelas 11 IPA 7 dengan tawa yang pecah karena lelucon yang dilemparkan oleh Haikal dan Ferdi. Namun ada yang berbeda belakangan ini, dimana Adam tampak lebih pendiam dari biasanya.
Lexi tak mau bertanya lebih banyak akan hal itu, karena Adam pasti akan menjawab dengan dua hal, yaitu "gue gapapa" atau "gue lagi sakit gigi". Tapi Lexi tahu jika itu hanya alasan saja, Lexi tahu betul jika sahabatnya itu tengah menyembunyikan sesuatu. Namun Lexi tak mau mendesaknya untuk bercerita, karena jika sudah saatnya tentu Adam akan menceritakan hal yang membuatnya lebih pendiam.
KAMU SEDANG MEMBACA
BADXIA (END)
Ficção AdolescenteBagaimana pendapat kalian jika mendengar kata badgirl?. Tentu saja kalian akan berfikir dia yang selalu melanggar dan tak pernah mengharumkan nama sekolahnya tapi malah membuat nama sekolahnya semakin tercoreng. Tapi bagaimana dengan Lexi? Gadis can...
