Hal yang pertama kali Galaxi lihat adalah sahabatnya, Reza. Ia terlihat santai meski masih menggunakan setelah kantornya. Wajar saja Reza masih menggunakan setelan kantornya karena ini adalah jam pulang kantor. Reza pun tampak sedikit terkejut saat melihat Galaxi yang duduk sendiri di mejanya. Langkahnya pun kini membawa Reza mendekat pada meja Galaxi. Memberikan sedikit salam ala laki-laki sebelum akhirnya ia duduk berhadapan dengn Galaxi.
"Hai bro? Gimana kabar loe? Baru juga tadi gue kabarin loe, eh sekarang malah ga sengaja ketemu. Loe masih mikirin Lexi ya?" ceroscos Reza begitu duduk di hadapan Galaxi.
"Loe masih aja kalo ngomong tanpa tanda spasi Za" ujar Galaxi.
"Ya gue heran aja gitu sama loe, masih aja suka ngelamun gitu" ucap Reza.
"Apa hubungannya Za?" tanya Galaxi
"Hubungannya itu yang masih kegantung tanpa kabar sama sekali" jawab Reza terkekeh.
"Bisa ga sih loe jangan bahas itu, ngomong-ngomong kenapa loe tumben ke cafe? Ga biasanya orang sibuk kaya loe mau dateng ke tempat kaya gini" tanya Galaxi sembari menyesap kopinya.
"Gue mau ketemuan sama cewek" Reza menjawab singkat.
"Waduh waduh loe mainannya ya! Gue bilangin Levi mati loe ya" ancam Galaxi.
"Kaga usah repot-repot Gal, orang yang ngajak gue ketemu si Levi kok. Katanya sih dia mau ajak si Lexi juga" ucap Reza sembari mencomot kentang goreng milik Galaxi.
"Lexi? Seriusan loe?" tanya Galaxi yang diangguki oleh Reza. "Masih mikirin Lexi loe Gal? Trus si Intan gimana? Loe jangan serakah deh" ujar Reza setelahnya.
"Gue ga tahu Za, satu sisi gue masih mikirin dia tapi satu sisi gue ga tega sama Intan" jawab Galaxi bingung mencurahkan keadaan hatinya.
Sejenak Reza mengangguk, memahami bagaimana suasana hati sahabatnya itu. Bahkan bukannya menjawab Reza malah memesan secangkir kopi dan juga kentang pada pelayan yang kebetulan lewat, membiarkan Galaxi kalut dengan pikirannya sendiri. Setelah selesai memesan Reza sedikit terkekeh, melihat bagaimana mimik sahabatnya itu.
Satu sisi dia kasihan kepada Galaxi tapi jika dipikir-pikir lebih kasihan Intan yang menjadi korban sesuangguhnya. Jika Galaxi memilih untuk memperjuangkan Lexi itu artinya Galaxi akan menyakiti Intan yang notabennya tak tahu menahu tentang sosok Lexi yang selama ini menghilang dari hidup Galaxi.
"Loe mending pikirin Intan Gal, dia lebih pantas loe perjuangin. Bukannya gue ngelarang loe perjuangin Lexi, tapi keadaan udah beda jauh Gal. Loe sama dia cuma terikat hubungan yang ga jelas sampe sekarang" ucap Reza yang seketika membuat Galaxi memandangnya.
"Tapi gimana Za? Gue masih sayang sama Lexi" ujar Galaxi.
"Jangan sampe loe kehilangan Intan Gal, dia yang perjuangin loe selama ini. Loe mungkin masih sayang sama Lexi, tapi cinta loe? Apa loe masih bisa pastiin kalo cinta loe masih buat Lexi? Dan apa loe ga mikir gimana posisi Lexi sekarang? Loe bahkan ga tahu kan apa Lexi masih cinta sama loe atau engga" jelas Reza lagi.
"Gue harus bersikap gimana kalo gue ketemu dia? Gue belum siap Za, bahkan ketidaksiapan gue lebih besar dari rasa rindu gue ke dia" ucap Galaxi.
"Semua itu ada di hati loe Gal, terserah loe mau sigapin kaya gimana. Yang jelas posisi loe saat ini bahkan ga tahu apa Lexi masih cinta loe atau engga kan?" ucap Reza mengingatkan.
Sedangkan di tempat lain, kinj Lexi tampak masih berkutat dalam operasinya. Menjahit beberapa luka bekas operasinya tadi. Sudah 5 jam ia berada di ruangan serba hijau itu, menyelamatkan tulang seorang pasiennya yang mengalami patah tulang akibat kecelakaan kerja. Setelah sekian lama, kini operasi itu telah sukses. Lexi pun dapat bernafas lega kemudian menyuruh beberapa asistennya untuk membersihkan ruangan dan juga membawa korban ke ruangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BADXIA (END)
Ficção AdolescenteBagaimana pendapat kalian jika mendengar kata badgirl?. Tentu saja kalian akan berfikir dia yang selalu melanggar dan tak pernah mengharumkan nama sekolahnya tapi malah membuat nama sekolahnya semakin tercoreng. Tapi bagaimana dengan Lexi? Gadis can...
