33. Trouble maker is back

10.3K 501 22
                                        

Setelah kejadian itu kini kurang lebih hampir sebulan, Lexi kembali menjadi sosok dirinya yang terkenal dengan cap trouble maker. Bahkan guru terkiller pun menjadi sasaran empuknya, seperti hari kemarin. Lexi terpaksa membersihkan toilet karna membuat Bu Dewi yang terkenal dengan ketegasannya menjerit ketakutan saat ia membuka laci meja di kelas 11 IPA 7.

Hal itu terjadi karena Lexi yang menaruh tikus putih sebanyak 4 ekor dan berhasil membuat Bu Dewi menjerit keluar dari kelasnya. Dari kejadian itulah Lexi dengan berat hati harus membersihkan toilet sekolahnya yang ada di lantai 1, 2 dan 3. Seakan tak ada kapoknya pun, tadi pagi Lexi kembali ketahuan akan membolos dengan meloncati tembok belakang sekolahnya dan membuat dia harus dihukum hormat bendera hingga bel istirahat berbunyi.

Namun ada tampilan berbeda dari Lexi belakangan ini. Setiap pagi saat ia kembali kesekolahnya, sahabat-sahabat Lexi selalu melihat ada beberapa luka baru di tubuh Lexi, entah pada tangan, jari-jari, kaki bahkan wajah Lexi. Dan setiap kali mereka menanyakan tentang luka itu, Lexi selalu saja mengelak dan mengalihkan pembicaraannya. Lexi yang penuh dengan tawa pun sedikit demi sedikit berangsur berubah menjadi Lexi yang jarang tertawa.

Galaxi yang melihat ada perubahan pada Lexi pun tak bisa banyak berkomentar. Pasalnya Lexi semakin hari semakin jauh darinya dan itu berhasil membuatnya dihujani beribu-ribu pertanyaan tentang perubahan sifat Lexi kepadanya. Namun Galaxi masih mencoba untuk membagi waktunya kepada Lexi, walaupun ia tengah sibuk dengan anggota osis dia tetap saja berusaha membagi waktunya. Tapi anehnya lagi, setiap kali Galaxi mencoba mengajak Lexi untuk bertemu atau jalan-jalan Lexi selalu menolak dan memberitahu jika dirinya tengah sibuk.

Selepas dari Galaxi, kini kembali pada Lexi. Dengan santai ia melangkahkan kakinya menuju taman belakang sekolah. Ekspresinya bahkan bersaing dengan tembok sekolahnya yang datar. Luka-luka di tubuhnya bahkan seolah tak ada rasa sakit yang bisa mempengaruhi ekspresi Lexi. Luka-luka itu ia dapatkan karena membantu teman-temannya dalam tawuran atau karena ia kembali merasakan depresinya dan menghancurkan banyak barang-barang pecah belah dikamarnya.

Lexi terduduk di bawah pohon rindang yang ada di taman sekolahnya itu. Memandang lurus kedepan, pikirannya pun kembali terlempar pada kejadian yang belum beberapa lama ini ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Tanpa sadar kini air matanya mulai mengalir, membuat aliran sungai kecil pada pipinya. Setelah beberapa saat ia mencoba untuk kembali tegar, tak ada gunanya ia menangis seperti ini.

Lexi mulai mengatur nafasnya kemudian menghapus secara kasar air mata yang sebelumnya menggenang pada wajah cantinya itu. Perlahan ia bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju toilet, Lexi membasuh wajahnya. Memandang keadaan dirinya yang kini tampak seperti baik-baik saja namun hatinya penuh dengan luka.

Setelah mengeringkan wajahnya dengan tissue, Lexi kembali mengambil langkahnya keluar dari toilet. Namun entah ini kesialnya atau bukan, baru saja ia melangkahkan kakinya tak jauh dari toilet. Sekarang ia harus bertemu dengan Galaxi dan Levi yang tengah berjalan sambil sesekali tertawa. Lexi kembali menghembuskan nafasnya kemudian berjalan seolah-olah ia kembali asing dengan Galaxi, sama seperti tahun sebelumnya saat mereka masih menjadi seorang rival yang tak akan pernah bersatu.

Galaxi yang melihat Lexi kini mecekal tangan Lexi dan membuatnya terpaksa harus berhenti tepat di depan Galaxi dan Levi. Lalu, "Kamu kenapa?" tanya Galaxi.

Lexi dengan cepat melepas cekalan tangan Galaxi dan berjalan meninggalkan kedua orang yang kini menjadi sangat asing bagi Lexi. Dengan tatapan datarnya kini Lexi kembali ke dalam kelasnya yang tampak ramai karena sedang jam kosong. Lexi mengambil tas kemudian menyampirkannya pada pundak kirinya. Keempat sahabat Lexi pun berhasil dibuat bingung dengan Lexi yang kini ingin kembali bolos padahal baru tadi pagi Lexi dihukum karena akan membolos juga.

BADXIA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang