14. Suka atau Duka?

5.7K 461 15
                                        

Rere membiarkan lengan kirinya diberi perban tempel dan suster itu meninggalkan ruangannya.

Tak lama, ia mendengar Mrs. Marvin dan Mr. Marvin masuk sambil bertengkar.

"Marvin, kita tidak bisa membiarkannya melakukan ini!" Bentak Mama.

Mr. Marvin terlihat mengusap wajahnya frustasi.
Rere hanya menatap mereka tanpa berniat membuka mulut.

Tak lama, Papa menghampiri ranjang dimana Rere sedang duduk dan menatapnya serius.
"Rere, katakan pada Papa kau tidak merencanakan ini."

Mama mendorong Papa. "Marvin! Aku sudah bilang, Rere tidak mungkin melakukan itu! Aku tahu anakku!" Teriak Mama.

Dalam hati, Rere mengangguk senang. Mamanya masih mengenali dirinya. Tidak seperti Papanya yang terlihat tidak mempercayainya.

"Bukan begitu, Amanda. Aku hanya tidak mengerti kenapa Jean melakukan ini."

"Dia juga anakmu! Kau bisa mengaturnya dan memintanya tidak melakukan ini."
Bentak Mama sambil kembali menangis.

"Ada apa ini?" Tanya Rere karena ia penasaran apa yang dilakukan Jean hingga mereka bertengkar seperti ini.

Mama hanya menangis sambil duduk di sofa samping ranjang rumah sakit.

"Jean menuntutmu. Wilson sedang dirawat sekarang." Ucap Papa.

"Apa?"
Rere terkejut. Apa benar Jean sudah memasang bendera peperangan padanya?

Jika itu benar, ia tidak masalah. Lagipula, ia merasa bersalah atas kejadian ini.
Itu membuatnya semakin mudah melangkah didepan ketika ia ingin melawan Wilson nanti.

"Tidak! Papamu akan membatalkan itu semua. Kau tidak akan dipenjara, Sayang. Tidak akan!"
Potong Mamanya meyakinkan dirinya.

Namun, Rere menatap ayahnya itu.
"Aku akan mengandalkan Papa. Jika Papa percaya padaku, maka Papa akan melakukan apapun untuk meringankan tuntutan terhadapku nanti. Jika Papa tidak percaya, Papa bisa biarkan anak Papa mendekam di penjara untuk waktu yang lama." Tekan Rere membuat mereka terdiam.

Rere berdiri dari ranjangnya dan mengambil jaket kulitnya.

Ia sudah berganti baju sebelum mengobati lengannya tadi.

"Aku pergi dulu." Ucap Rere sambil membuka pintu ruangannya.

"Re! Kamu mau kemana???" Teriak Mamanya, namun Rere tidak memperdulikannya.

Ia sudah terlambat.
Ia harus melihat penobatan Kevin satu jam lagi. Dan sepertinya, ia akan telat.

❤❤❤❤❤

Jam sudah menunjukkan jam 7 malam ketika ia sampai di halaman gedung EJ yang ternyata didalamnya sudah seperti acara pesta meriah.
Taman di tengah gedung ini pun terhias semakin cantik.

Ternyata, acara sudah dimulai sedari tadi.
Rere mengambil segelas martini yang ditawari oleh pelayan berpakaian hitam putih yang sedang melewatinya.

Sepertinya, acara tiup lilin dan potong kue baru saja dimulai. Rere mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia rindukan dan tak terdengar kabarnya.

Namun, ia tidak bisa melihatnya.

"Hai!!! Kau datang juga akhirnya!!"
Rere berbalik mendengar teriakan Molly.

Wanita itu terlihat cantik memakai dress formal begitu juga dengan Gia.

Sepertinya, hanya dirinya yang memakai jaket hitam dan celana jeans hitam. Meski begitu, pakaiannya terlihat cocok saja.

ON HER EYES (FINISH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang