35. After the 'Drunk'

5K 445 59
                                        

"It's fine..." Ucap Emily sambil mengusap bahu Laura.

Lalu, ia melirik dimana wanita model itu pergi begitu saja tanpa kata setelah mengambil tas nya yang tergeletak dibawah dekat suaminya.

"Mom, a-aku.." Laura terdiam kala Emily menggeleng entah untuk apa.

Emily tersenyum, lalu berbalik menatap putra kesayangannya yang sangat menyedihkan.

"Kalian berdua, bereskan ini. Tolong antar anak ini ke mansion malam ini juga." Perintah Emily pada kedua teman Kevin yang hanya berdiri didekat pintu.

"Baik, Mrs. Antonious." Ucap Peter.

"Good."

Tatapannya beralih pada Laura yang sudah menitikkan airmata. Emily mengernyitkan dahinya, untuk apa tangisan itu?
Menyesal atas perkataannya? Bukankah itu berarti Laura sengaja menyebut namanya dengan asal?
Hell! Sepertinya, itu tidak pantas diucapkan pada orang lain mengingat Laura adalah calon menantunya. Harusnya, Laura lebih tahu cara menyebut nama yang lebih tua.

Ia menghampiri Laura kembali dan menghapus airmata di pipi mulus itu.

"Jika kau menangis seperti ini, aku jadi semakin yakin kau memang berniat untuk melakukannya." Ucap Emily tersenyum membuat Laura membeku dan terdiam.

Ketegangan itu semakin membuat Emily ingin tersenyum. Ia mengambil tas wanita itu yang berada di sofa lalu memberikannya pada Laura.

"Tapi, sepertinya aku lebih menyukai orang yang berkata apa adanya..." Tambah Emily.

"... Aku lebih suka jika kau jujur. Aku tidak masalah dengan orang yang menyebut namaku spontan. Tapi, aku tidak suka jika orang itu mencoba sopan didepanku, dan mengatakan berbagai macam alasan untuk tidak mengakuinya."

"Mom..." Laura merasa ketakutan akan senyum intimidasi Emily. Ia tidak menyangka jika calon mertuanya itu mampu menghilangkan oksigen diruang ini seketika. Ia merasakan sesak napas.

"Ya! Kau sangat cocok memanggilku Mom."

"Maafkan aku." Lirih Laura.

"Tak apa..." Ucap Emily pada Laura sambil menepuk pipi Laura pelan dengan senyuman mautnya.

"... Aku adalah ibumu, yang akan memaafkan kesalahan anaknya. Dan, aku akan mengajari anakku ini sopan santun mulai sekarang."

Laura membelalakan matanya.
A-apa maksud perkataan Emily?
Kenapa kesannya, Emily benar-benar memperlakukannya sebagai seorang anak? Bukan menantu?
Namun, Laura hanya bisa terdiam.

Emily menghela napasnya kasar. "Come on, Jo! Kita pulang sekarang, sepertinya putramu masih dalam keadaan kacau." Ucap Emily menghampiri suaminya.

"Bereskan ini semua." Perintah tegas Jonathan dan ia menerima tangan istrinya yang ingin digenggam.

Emily tersenyum puas pada Jonathan lalu mereka pergi ke arah pintu.
Jonathan mengecup kening Emily lalu merengkuh pinggang istrinya untuk berjalan bersama. "You're awesome."

Emily terkekeh. "Aku hanya ingin yang terbaik untuk Kevin."

"I know it."

"Kau harus mendukung apapun yang akan ku lakukan nanti."

Jonathan mengangguk. "Tentu. Aku hanya perlu melihatnya, karena Kevin adalah tugasmu. Tugasku adalah menjaga Nana dari pria-pria hidung belang."

Emily menggeleng geli saat melihat raut wajah suaminya yang berubah jadi datar.

"Kau memang Jonathan Antonious-ku."
Ucapnya sambil mengecup pipi kanan suaminya dengan gemas.

--------------

ON HER EYES (FINISH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang