43. Apa yang terjadi?

5.7K 400 49
                                        

Renatta menapakkan kakinya pada pasir pinggir pantai. Sesekali, ia merasakan ombak tenang menghampiri pasir di kakinya.

Rasanya, sangat menenangkan.
Oh, bisakah ia tinggal selamanya disini?
Ia menyukai tempat ini, sangat!

Sesekali, ia memainkan air dikakinya dan mengepak-ngepak kakinya. Ia bersidekap melipat kedua tangannya didepan dada sambil memandang laut nan jauh sepanjang mata melihat.

Ada 2 pulau terlihat yang lumayan jauh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ada 2 pulau terlihat yang lumayan jauh. 2 hari lalu, mereka sempat kesana untuk bersnokeling. Disana tempat yang pas dan surganya bagi para penyelam. Banyak penyelam yang datang waktu itu. Namun, ia hanya bisa ber snokeling. Ia tidak memiliki lisence untuk menyelam, kecuali pria itu.

Hari ini, adalah hari terakhir mereka berada disini.
Seminggu berada ditempat indah ini, terasa seperti 3 hari.

Pagi ini, ia memang ingin berjalan-jalan menikmati indahnya pantai dengan kaki telanjangnya. Sedangkan Kevin sedang sibuk merapikan barang-barang mereka. Tadinya, ia ingin membantu namun pengurus cottage berbincang hal penting dengannya membuat Renatta lebih memilih pergi saja dari penginapan mereka.

Ia tidak bosan, karena Kevin tidak pernah mengurungnya di cottage. Mereka pergi ke pulau sebrang untuk snorkeling, makan malam, liburan di sebuah tempat seperti night market.

Kevin tahu cara membuat Renatta bahagia meski hanya dalam waktu seminggu.
Malam-malam yang mereka lewati juga selalu tidak pernah terlewat dengan bercinta.

Tentang bercinta, Renatta tidak mau menceritakan banyak. Cukup ia yang tahu bagaimana liarnya Kevin saat berada di atas ranjang. Yang ingin para readers tahu, bahwa mereka sama-sama puas.

Ia menghembuskan napasnya.

"Indah! Demi apapun, aku ingin tinggal lebih lama." Lirih Renatta sambil menatap jauh ke laut sana.

Sekelebat bayangan hidupnya tiba-tiba beterbangan di sekitar kepalanya.

Inilah yang ia sukai dikala dirinya sedang menikmati waktu sendiri.

Disaat-saat seperti ini, ia bisa mengingat keluarga kecilnya dengan lumayan jelas.
Ibu dan ayahnya, Kak Jean yang tertawa dan menjitak kepalanya karena keisengannya. Namun, disemua sisi kebahagiaan itu, ternyata kedua orangtua mereka sudah tidak bersama lagi.

Mengingat itu semua, Renatta tanpa sadar meneteskan airmatanya.

Kepalsuan...
Kebohongan...
Ketidakcocokan lagi...
Yang akhirnya, membuat semua hubungan yang terjalin lama terhapus begitu saja.
Bagaimana tentang cinta?

Tidak mungkin kedua orangtua mereka menikah tanpa cinta.

Renatta kembali terpikirkan oleh dirinya sendiri.
Kini, ia sudah menikah dengan pria yang ia cintai sejak kecil.
Tak menyangka, jika pria itu juga menyukai dan mencintai dirinya.

ON HER EYES (FINISH)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang